• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Program SPHP Dikebut, Pemerintah Fokus Stabilkan Harga Beras Lewat Ritel Modern

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 8 September 2025 - 10:05
in Ekonomi
1000268738

Pemerintah bersama Bulog bergerak cepat memperkuat SPHP beras di 214 daerah agar harga kembali terkendali. Foto: Dok. Bapanas

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Setelah rapat koordinasi inflasi pekan lalu, pemerintah tancap gas untuk memperkuat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras. Badan Pangan Nasional (Bapanas) langsung menggandeng pemerintah daerah dan Perum Bulog, menargetkan 214 kabupaten/kota yang harga berasnya masih melambung di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sepanjang Agustus kemarin.

Fokus utamanya ada di ritel modern. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi menegaskan ketersediaan beras SPHP di supermarket atau minimarket akan menjadi kunci penting untuk menekan harga. Pasalnya, saat ini distribusi beras cenderung berat ke pasar tradisional.

BacaJuga:

Bapanas Klaim Beras Premium Aman Meski Ditemukan Ritel Kosong

Menkop: MES Harus Jadi Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat

Sawit Berpotensi Jadi Pilar Energi Terbarukan Indonesia

“Beras SPHP juga perlu ada di ritel modern. Jadi masyarakat punya preferensi beragam dan tidak hanya disuguhi pilihan beras dengan spesifikasi khusus yang harganya cukup tinggi,” ujar Arief dalam keterangannya, Senin (8/9/2025).

Ia menambahkan, pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi untuk mengatur peredaran beras khusus.

“Kalau kata Bapak Menko Pangan, harga beras khusus memang tidak diatur pemerintah, tapi produsen harus memegang sertifikat izin edar yang dikeluarkan pemerintah,” jelasnya.

Dari sisi teknis distribusi, Perum Bulog menyiapkan langkah cepat agar penyaluran lebih lancar. Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Mokhamad Suyamto, menyebut pihaknya sudah melakukan relaksasi proses untuk memudahkan pengecer, khususnya di pasar tradisional.

“Ini menjadi concern kita (agar) minggu ini kita fokus bagaimana kita bisa menurunkan harga di 214 kabupaten/kota. Jadi silahkan digelontorkan. Kemudian terkait dengan kendala di pasar, kita sudah membuat relaksasi. Pengecer pasar (bisa) ajukan manual. Nanti tim dari Bulog akan meng-input (Klik SPHP) sesuai dengan user dari masing-masing pengecer tadi,” ujar Suyamto.

Meski begitu, Suyamto mengakui ada sekitar 10 kabupaten/kota, terutama di Papua, yang masih kesulitan menjalankan program ini. Biaya angkut yang tinggi membuat distribusi tidak efisien.

“Dari 214 kabupaten/kota itu, memang ada sekitar 10 kabupaten/kota yang sampai saat ini belum bisa dijalankan beras SPHP. Ini kebanyakan di Papua karena memang biaya angkut dari gudang Bulog ke lokasi-lokasi tersebut sangat tinggi. Jadi kami mengusulkan kita buka gudang filial di situ,” tuturnya.

Gudang filial itu, kata dia, nantinya bisa berfungsi sebagai gudang transit stok beras Bulog. Tempatnya bisa memanfaatkan aset milik dinas daerah, TNI, maupun Polri, agar distribusi lebih cepat dan murah.

“Gudang ini dapat berupa aset kantor dinas daerah setempat, TNI atau Polri. Skema ini diharapkan dapat mempermudah distribusi ke daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis,” tambahnya.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap harga beras segera terkendali, pasokan terjamin, dan masyarakat punya pilihan lebih luas tanpa harus mengorbankan isi dompet. Sebab pada akhirnya, pangan murah dan mudah diakses bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi kebutuhan pokok yang harus benar-benar dirasakan rakyat. (her)

Tags: BapanasHarga Berasperum bulogSPHP

Berita Terkait.

Bapanas Klaim Beras Premium Aman Meski Ditemukan Ritel Kosong
Ekonomi

Bapanas Klaim Beras Premium Aman Meski Ditemukan Ritel Kosong

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:02
Menkop: MES Harus Jadi Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat
Ekonomi

Menkop: MES Harus Jadi Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:03
Sawit Berpotensi Jadi Pilar Energi Terbarukan Indonesia
Ekonomi

Sawit Berpotensi Jadi Pilar Energi Terbarukan Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:10
PGE Perkuat Pendanaan Panas Bumi lewat Kerja Sama Strategis dengan Bank Mizuho Senilai USD75 Juta
Ekonomi

PGE Perkuat Pendanaan Panas Bumi lewat Kerja Sama Strategis dengan Bank Mizuho Senilai USD75 Juta

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:48
Perkuat Tata Kelola SDM, GDPS Dorong Profesionalisme Berkelanjutan
Ekonomi

Perkuat Tata Kelola SDM, GDPS Dorong Profesionalisme Berkelanjutan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:27
Wisuda
Ekonomi

Transformasi Digital Jasa Keuangan Butuh Talenta Adaptif, Lulusan Perguruan Tinggi Penuhi Itu

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:24

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3197 shares
    Share 1279 Tweet 799
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1420 shares
    Share 568 Tweet 355
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    997 shares
    Share 399 Tweet 249
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2881 shares
    Share 1152 Tweet 720
  • Awal Pekan Ini Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

    769 shares
    Share 308 Tweet 192
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.