• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Program SPHP Dikebut, Pemerintah Fokus Stabilkan Harga Beras Lewat Ritel Modern

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 8 September 2025 - 10:05
in Ekonomi
1000268738

Pemerintah bersama Bulog bergerak cepat memperkuat SPHP beras di 214 daerah agar harga kembali terkendali. Foto: Dok. Bapanas

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Setelah rapat koordinasi inflasi pekan lalu, pemerintah tancap gas untuk memperkuat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras. Badan Pangan Nasional (Bapanas) langsung menggandeng pemerintah daerah dan Perum Bulog, menargetkan 214 kabupaten/kota yang harga berasnya masih melambung di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sepanjang Agustus kemarin.

Fokus utamanya ada di ritel modern. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi menegaskan ketersediaan beras SPHP di supermarket atau minimarket akan menjadi kunci penting untuk menekan harga. Pasalnya, saat ini distribusi beras cenderung berat ke pasar tradisional.

BacaJuga:

KNEKS Sebut POJK Investasi Syariah Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat

Dorong Transisi Energi Hijau, Pertamina NRE Jajaki Investasi Energi Terbarukan di Bangladesh

Rupiah Melemah, Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tenang Saja

“Beras SPHP juga perlu ada di ritel modern. Jadi masyarakat punya preferensi beragam dan tidak hanya disuguhi pilihan beras dengan spesifikasi khusus yang harganya cukup tinggi,” ujar Arief dalam keterangannya, Senin (8/9/2025).

Ia menambahkan, pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi untuk mengatur peredaran beras khusus.

“Kalau kata Bapak Menko Pangan, harga beras khusus memang tidak diatur pemerintah, tapi produsen harus memegang sertifikat izin edar yang dikeluarkan pemerintah,” jelasnya.

Dari sisi teknis distribusi, Perum Bulog menyiapkan langkah cepat agar penyaluran lebih lancar. Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Mokhamad Suyamto, menyebut pihaknya sudah melakukan relaksasi proses untuk memudahkan pengecer, khususnya di pasar tradisional.

“Ini menjadi concern kita (agar) minggu ini kita fokus bagaimana kita bisa menurunkan harga di 214 kabupaten/kota. Jadi silahkan digelontorkan. Kemudian terkait dengan kendala di pasar, kita sudah membuat relaksasi. Pengecer pasar (bisa) ajukan manual. Nanti tim dari Bulog akan meng-input (Klik SPHP) sesuai dengan user dari masing-masing pengecer tadi,” ujar Suyamto.

Meski begitu, Suyamto mengakui ada sekitar 10 kabupaten/kota, terutama di Papua, yang masih kesulitan menjalankan program ini. Biaya angkut yang tinggi membuat distribusi tidak efisien.

“Dari 214 kabupaten/kota itu, memang ada sekitar 10 kabupaten/kota yang sampai saat ini belum bisa dijalankan beras SPHP. Ini kebanyakan di Papua karena memang biaya angkut dari gudang Bulog ke lokasi-lokasi tersebut sangat tinggi. Jadi kami mengusulkan kita buka gudang filial di situ,” tuturnya.

Gudang filial itu, kata dia, nantinya bisa berfungsi sebagai gudang transit stok beras Bulog. Tempatnya bisa memanfaatkan aset milik dinas daerah, TNI, maupun Polri, agar distribusi lebih cepat dan murah.

“Gudang ini dapat berupa aset kantor dinas daerah setempat, TNI atau Polri. Skema ini diharapkan dapat mempermudah distribusi ke daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis,” tambahnya.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap harga beras segera terkendali, pasokan terjamin, dan masyarakat punya pilihan lebih luas tanpa harus mengorbankan isi dompet. Sebab pada akhirnya, pangan murah dan mudah diakses bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi kebutuhan pokok yang harus benar-benar dirasakan rakyat. (her)

Tags: BapanasHarga Berasperum bulogSPHP

Berita Terkait.

KNEKS
Ekonomi

KNEKS Sebut POJK Investasi Syariah Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:02
Nota-Kesepahaman
Ekonomi

Dorong Transisi Energi Hijau, Pertamina NRE Jajaki Investasi Energi Terbarukan di Bangladesh

Sabtu, 16 Mei 2026 - 23:23
Prabowo
Ekonomi

Rupiah Melemah, Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tenang Saja

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:07
prabowo
Ekonomi

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Klaim Ukir Sejarah

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:06
menkop
Ekonomi

Perkuat Nilai Tawar, Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:22
knecks
Ekonomi

Era Digital Mengubah Segalanya, Industri Syariah Diminta Naik Kelas

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:28

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2333 shares
    Share 933 Tweet 583
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    801 shares
    Share 320 Tweet 200
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    775 shares
    Share 310 Tweet 194
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.