• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Bedah Robotik, Inovasi yang Menghadirkan Presisi dan Harapan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 8 September 2025 - 16:15
in Gaya Hidup
robotik8

Da Vinci Robot. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dunia medis terus bertransformasi dengan hadirnya teknologi bedah robotik yang kini mulai tersedia di Indonesia. Inovasi ini menghadirkan cara baru dalam menangani berbagai penyakit, khususnya di bidang urologi, dengan tingkat presisi yang sebelumnya sulit dicapai melalui metode konvensional.

Dokter spesialis urologi, Prof. dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, SpU(K), FICRS, PhD yang berpraktik di Siloam Hospitals ASRI, menjelaskan, operasi robotik telah menjadi standar emas di dunia dalam lebih dari 15 tahun terakhir, terutama untuk penanganan kanker prostat. Menurutnya, teknologi ini membawa lompatan besar dalam kualitas hasil operasi sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien.

BacaJuga:

Kim Myung Soo dan Kang Min Ah Tampil Romantis di Pemotretan ‘Singles’ untuk ‘Love in Sync’

Ailee dan Choi Si Hoon Ungkap Kesedihan Akibat Rumor Kehamilan

IU Tunda Album dan Batalkan Konser karena Kondisi Kesehatan

“Robotik memungkinkan pemotongan jaringan dilakukan sedikit demi sedikit dengan presisi tinggi, sehingga risiko komplikasi sangat minimal. Bahkan, dalam kasus kanker prostat, inkontinensia atau ngompol sebagai efek pascaoperasi, dapat pulih lebih cepat,” ujar Prof. Agus di Jakarta, Senin (8/9/2025).

Dibandingkan dengan bedah terbuka atau laparoskopi, teknologi robotik menghadirkan banyak kelebihan. Sayatan operasi jauh lebih kecil, rasa nyeri pascaoperasi berkurang, dan lama rawat inap menjadi lebih singkat. Dalam banyak kasus, pasien sudah bisa kembali pulang hanya dua hingga tiga hari setelah tindakan.

Robot juga menawarkan keunggulan yang tidak dimiliki tangan manusia, yakni stabilitas sempurna. Tremor atau getaran tangan yang biasa terjadi pada dokter bisa sepenuhnya dieliminasi, sehingga prosedur lebih aman. Dengan kemampuan ini, dokter dapat memisahkan jaringan saraf dengan sangat hati-hati.

“Angka gangguan fungsi seksual seperti disfungsi ereksi jauh lebih rendah dengan teknik robotik dibanding metode lain. Ini menjadi pertimbangan besar bagi pasien kanker prostat yang ingin tetap menjaga kualitas hidupnya setelah operasi,” jelasnya.

Meskipun banyak digunakan pada urologi, teknologi bedah robotik juga memiliki aplikasi luas di bidang medis lain. Operasi pada organ dalam rongga tubuh, mulai dari saluran cerna, kantung empedu, paru-paru, hingga jantung kini dapat dilakukan dengan bantuan robot. Bahkan, pengembangan terbaru mengarah pada transplantasi ginjal dengan metode ini.

Prof. Agus mengakui sebagian besar kasus yang ia tangani berfokus pada kanker prostat dan tumor ginjal. Namun, teknologi generasi baru seperti Da Vinci Xi membuat prosedur semakin fleksibel, bahkan pada pasien dengan kondisi medis penyerta yang rumit.

“Dulu, teknologi robotik generasi awal mengharuskan posisi kepala pasien lebih menukik, sehingga pasien dengan gangguan paru berat tidak dapat menjalani prosedur ini. Tapi kini, dengan sistem Da Vinci Xi, posisi pasien tidak perlu terlalu ekstrem,” katanya.

“Hal ini membuat prosedur lebih fleksibel, bahkan bagi pasien dengan penyakit penyerta (komorbid). Meski demikian, tentu evaluasi kondisi pasien secara menyeluruh pada fase pre-operasi tetap harus dilakukan dengan sangat baik,” lanjutnya.

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan layanan bedah robotik di kawasan Asia. Namun, menurut Prof. Agus, hal ini hanya dapat tercapai melalui edukasi publik, pelatihan tenaga medis, serta dukungan kolaboratif antara pemerintah dan sektor swasta.

“Banyak pasien Indonesia yang terpaksa harus ke luar negeri untuk menjalani operasi robotik. Tapi sekarang, dengan kerja sama dari berbagai pihak, seperti pemerintah, swasta, dan dokter, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, teknologi ini bisa berkembang pesat di negeri sendiri,” tambahnya.

Teknologi robotik hadir bukan sekadar sebagai inovasi medis, melainkan sebagai jalan baru untuk memberikan harapan, kualitas hidup, dan pilihan yang lebih manusiawi bagi pasien. Saat ini, penanganan bedah urologi robotik sudah tersedia di Siloam Hospitals.(her)

Tags: Bedah Robotiksiloam hospitalssiloam hospitals asriTeknologiUrologi

Berita Terkait.

kim
Gaya Hidup

Kim Myung Soo dan Kang Min Ah Tampil Romantis di Pemotretan ‘Singles’ untuk ‘Love in Sync’

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:11
alee
Gaya Hidup

Ailee dan Choi Si Hoon Ungkap Kesedihan Akibat Rumor Kehamilan

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:02
iu
Gaya Hidup

IU Tunda Album dan Batalkan Konser karena Kondisi Kesehatan

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:09
morissey
Gaya Hidup

Morrissey Hotel Hadirkan Rangkaian Special Event 26 Juli 2026: Floral Workshop hingga Aqua Yoga dalam Satu Hari Penuh Inspirasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:27
Kuliner
Gaya Hidup

Kuliner Sunda Modern Merapat ke Kemang, Bumi Aki Heritage Tawarkan Pengalaman Bersantap Berbeda

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:05
padel
Gaya Hidup

Cara Baru Menikmati Staycation: Main Padel Bersama Keluarga

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:07

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3178 shares
    Share 1271 Tweet 795
  • Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12557 shares
    Share 5023 Tweet 3139
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1413 shares
    Share 565 Tweet 353
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2882 shares
    Share 1153 Tweet 721
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2732 shares
    Share 1093 Tweet 683
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.