• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Lipstick Merona

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 5 September 2025 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Saya mendarat di Beijing tadi malam. Telat. Tidak bisa lagi melihat parade militer terbesar di jagad raya. Apalagi ikut KTT di Tianjin.

Vladimir Putin sudah pulang ke Moskow. Narendra Modi sudah kembali ke India. Kim Jong-un sudah menikmati mie dingin di Pyongyang. Dan, Presiden Prabowo Subianto sudah kembali memikirkan langkah untuk memenuhi jeritan rakyat yang jadi sekam terbakarnya banyak gedung DPRD dan kantor polisi pekan lalu.

BacaJuga:

Serba Mirip

Hoax Bijaksana

Dokter Icha

Gema KTT dan parade itu memang luar biasa besar. Sampai mendengung keras di tembok Gedung Putih, Amerika Serikat. Belum pernah ada perlawanan diplomatik baru yang menggetarkan Amerika sekuat ini.

“Amerika salah langkah. Salah besar. Semua itu gara-gara Donald Trump. India menjadi rukun dengan Tiongkok. Putin kian mesra dengan Xi Jinping“.

Lima kalimat pendek-pendek itu saya yang merumuskan. Tapi rumusan itu datang dari rangkuman berbagai pernyataan tokoh Amerika Serikat sendiri. Baik dari teman Trump di Partai Republik apalagi dari tokoh Partai Demokrat di seberangnya. Presiden Obama termasuk yang sangat keras menyalahkan Trump.

“Belum pernah Amerika dikeroyok ramai-ramai seseru sekarang.” Itu kalimat rangkuman keenam.

Tapi Presiden Donald tetap Trump. Ia menegaskan senjata-senjata yang diparadekan itu tidak akan dipakai menyerang Amerika. “Saya punya hubungan sangat baik dengan Presiden Xi,” katanya.

Trump lagi sendirian di Washington. Padahal alangkah lengkapnya kalau Trump ikut kumpul di Tianjin dan Beijing. “Semua tokoh diktator bisa menjadi satu di sana,” ejek tokoh Amerika yang menganggap Trump juga punya kecenderungan diktator.

Berkumpulnya tokoh-tokoh “dunia sebelah” di Tianjin dan Beijing sebenarnya memang membuat Trump iri: mengapa ia tidak ada di antara mereka. Berfoto bersama. Lalu ikut tertawa-tawa bersama. Jadi judul-judul headline media sejagad raya. Bukan seperti saat itu. Ia sendirian di Amerika –justru sedang jadi bahan tawa-tawa mereka yang di Tianjin.

Selama KTT dan parade militer itu, hanya satu tinju yang bisa diayunkan Trump dari Washington DC. “Harusnya mereka yang merayakan kemenangan perang 80 tahun lalu tidak lupa menyebut jasa Amerika,” katanya.

Kemenangan itu, katanya, tidak akan diperoleh kalau Amerika tidak menjatuhkan bom atom ke Hiroshima dan Nagasaki. Amerikalah yang jasanya paling besar. Tapi, di setiap perayaan kemenangan peran jasa Amerika tidak disebut. Di mana pun. Termasuk di Indonesia –saat merayakan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia di setiap 17 Agustus.

Amerika sendiri menjadi negara yang justru tidak pernah merayakan hari kemenangan perang dunia ke-2. Mungkin Amerika justru sangat malu: negara itulah yang baru bisa menang hanya dengan cara menggunakan senjata kimia pemusnah masal. Bukan menang secara James Bond. Atau cara Rambo. Apalagi cara Jacky Chan.

Tentu Donald ”Rambo” Trump sedang cari cara untuk memberikan perlawanan baru. Presiden-presiden Amerika sebelumnya selalu punya cara membuat India bertengkar dengan Tiongkok. Dan Moskow menjauhi Beijing. Baru Trump satu ini yang justru membuat tiga negara itu bersatu: lewat perang dagangnya.

Berarti sebenarnya Trump punya jiwa mulia: mampu membuat rukun tiga tetangga. Bukankah merukunkan tetangga yang sedang bertengkar itu mulia? Dan baru Trump yang punya hati semulia itu?

Maka sisi kemuliaan ini juga harus dilihat. Harusnya justru kemuliaan hati dalam merukunkan Rusia-Tiongkok-India inilah yang dipakai bukti agar Trump bisa dapat hadiah Nobel Perdamaian. Trump sangat mendambakan Nobel itu karena Obama pernah mendapatkannya.

Sampai-sampai media di sana mengungkapkan alasan sangat pribadi mengapa Trump marah kepada Modi. Yakni karena Modi termasuk yang tidak mau merekomendasikan Trump layak dapat hadiah Nobel Perdamaian.

Saya sendiri dua kali memutar rekaman parade militer di Beijing itu secara lengkap. Salah satu yang paling menarik minat saya adalah saat resimen tentara wanita melintas. Sebanyak itu. Tegap tapi feminin. Badan mereka begitu sama: langsing tapi berisi. Atau berisi tapi langsing. Leher mereka kokoh tapi jenjang. Wajah mereka serius tapi menyembunyikan senyum manis. Bibir mereka menutup tapi lipstiknyi merona.

Kian melihat pasukan wanita itu Anda pun akan kian terpana. Tapi jangan bayangkan bisa menggoda mereka –kalau level karate Anda biasa-biasa saja. (Dahlan Iskan)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Serba Mirip

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Hoax Bijaksana

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Dokter Icha

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Bawah Tanah

Senin, 29 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Ganti Dolar

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Bobotoh Kuning

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:00

BERITA POPULER

  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2166 shares
    Share 866 Tweet 542
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    851 shares
    Share 340 Tweet 213
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1647 shares
    Share 659 Tweet 412
  • Menteri Ekraf: Arsip Jadi Jejak Transformasi Ekonomi Kreatif Indonesia

    929 shares
    Share 372 Tweet 232
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
Messi
Olahraga

Atasi Perlawanan Sengit Tanjung Verde 3-2, Argentina Melaju ke Babak 16 Besar

Editor Ali Rachman
Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:31

INDOPOSCO.ID - Tim nasional (Timnas) Argentina menang susah payah dengan skor 3-2 saat menghadapi Tanjung Verde pada babak 32 besar...

SelengkapnyaDetails
Salah

Bawa Mesir Lolos ke 16 Besar, Salah Ungkap Alasan Pakai Trik Panenka di Babak Tos-tosan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:30
Ramos

Kroasia Gugur di 32 Besar, Zlatko Dalic Ngamuk Sebut Wasit Sangat Buruk

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:08
Pemain-Swiss

Hasil Piala Dunia: Swiss Hentikan Langkah Aljazair dengan Kemenangan Meyakinkan

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:05
Portugal Lolos Dramatis ke 16 Besar, Ramos: Saya Suka Momen Bertekanan Tinggi

Portugal Lolos Dramatis ke 16 Besar, Ramos: Saya Suka Momen Bertekanan Tinggi

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:02
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.