• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Gapoktan dan KDMP Diperkuat dalam Rantai Distribusi Pupuk Bersubsidi

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 5 September 2025 - 18:00
in Nasional
pupuk

Sejumlah pekerja membongkar muatan pupuk subsidi di gudang penyimpanan pupuk Distribution Center (DC), Medan, Sumatera Utara, Senin (7/7/2025). Foto : Antara/Yudi Manar/nym.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah membuka kesempatan bagi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi penyaluran pupuk bersubsidi (titik serah). Kesempatan tersebut bukan hanya peluang, tapi juga tantangan yang juga tak mudah bisa dilakoni kelembagaan petani tersebut.

Untuk mempersiapkan Gapoktan menjadi titik serah pupuk bersubsidi, pemerintah saat ini terus memperkuat posisi Gapoktan sebagai Kelembagaan Ekonomi Petani, termasuk bisa berkolaborasi dengan KDMP. Sejauh mana kesiapan kelembagaan tersebut?

BacaJuga:

Waspadai Ancaman Ebola, DPR Minta Barantin Perketat Pengawasan di Semua Pintu Masuk RI

Pertamax Naik 32 Persen, PKS: Kelas Menengah Tertekan dan Picu Migrasi ke BBM Subsidi

Kejagung Kaji Permohonan Justice Collaborator Soni Sonjaya Tersangka Korupsi MBG

Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono mengatakan, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih akan memperkuat sistem distribusi pupuk subsidi yang selama ini menjadi penopang produktivitas pertanian. Dengan kehadiran KDMP di setiap desa, mendekatkan petani kepada pupuk.

“Petani bisa mendapatkan akses yang menyeluruh terhadap input pertanian melalui KDMP, mulai dari pupuk subsidi, non subsidi seperti ZA, ZK, Phosgreen, Phonska Plus, pupuk organik, hingga pestisida,” katanya saat webinar Penguatan Titik Serah Pupuk Bersubsidi & Peran Koperasi Desa Merah Putih di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Karena itu, Kementerian Koperasi terus mendorong penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai mitra strategis dalam rantai pasok pupuk bersubsidi, sehingga dapat membantu upaya pengendalian program distribusi pupuk.

Untuk menjadi penyalur pupuk subsidi sebagai Kios Pupuk, KDMP harus memenuhi persyaratan seperti izin usaha perdagangan, memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan KBLI 47763 atau sesuai bidangnya, rekomendasi dari Dinas Pertanian setempat, serta memiliki gudang penyimpanan yang sesuai standar.

“KDMP juga harus terdaftar sebagai pengecer resmi di distributor lokal, memiliki gudang, dan jaringan distribusi ke petani atau kelompok tani,” tambahnya.

Hingga 18 Agustus 2025, tercatat 80.605 Kopdes berbadan hukum, namun baru 35.343 unit memiliki akun Microsite, dan hanya 2.921 unit yang aktif memperbaharui data

Menurutnya, penguatan titik serah pupuk bersubsidi melalui Koperasi Desa Merah Putih sebagai upaya memperkuat peran koperasi dalam ketahanan pangan nasional. Bahkan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih ini tidak hanya memperkuat ekosistem pertanian di tingkat desa, tetapi juga menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi desa dan terwujudnya swasembada pangan.

Perkuat Gapoktan

Kementerian Pertanian melakukan beberapa mekanisme agar Gapoktan bisa menjadi titik serah pupuk bersubsidi. Misalnya, mengidentifikasi petani yang potensial menjadi anggota kelompok tani.

“Kita melihat dan mengetahui banyak Poktan juga yang kurang aktif, sehingga perlu revitalisasi. Kemudian juga kita mendorong bagaimana penataan Poktan yang tidak aktif tersebut,” kata Tedy Dirhamsyah saat masih menjadi Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

Selanjutnya, lanjut Tedy, pemeritah mendorong kelompok petani menjadi gabungan kelompok tani agar bisa lebih kuat, punya posisi tawar juga lebih tinggi dengan stakeholder yang lain. “Jadi bagaimana Poktan dinaikkan dan ditingkatkan kelasnya, baik dari kemampuan, maupun penumbuhan pengembangan unit-unit kegiatan lainnya,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan jejaring dan kemitraan usaha dari Gapoktan tersebut. Namu Tedy mengakui, ada beberapa kendala Gapoktan menjadi titik serah pupuk bersubsidi yakni permodalan belum memadai, keterbatasan gudang, keterbatasan SDM manajerial, persyaratan masih belum lengkap dan ada keraguan terutama banyaknya kios yang berdekatan.

“Kami menemukan dari 45.000 gapoktan yang ada, ternyata persoalan permodalan belum memadai menjadi kendala utama,” ujarnya.

Karena itu, menurut Tedy, peran penyuluh dalam mendamping Gapoktan menjadi penting. Terutama, menjadikan Gapoktan berfungsi dengan baik dan membantu dalam mengakses fasilitas keuangan.

“Penyuluh juga menjadi pembimbing peningkatan kapasitas SDM Gapoktan dan memberikan edukasi persyaratan dan manfaat Gapoktan sebagai titik serah pupuk,” tambahnya.

Data BPPSDMP, saat ini terdapat 290 Gapoktan, 29 Poktan, serta 406 Koperasi yang sudah bergabung sebagai kios/penyalur pupuk bersubsidi. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian telah mengusulkan 452 Gapoktan sebagai titik serah dalam usulan Tahap IV yang tersebar di 17 provinsi.

Sedangkan Kementerian Koperasi telah meluncurkan Koperasi Desa Merah Putih yang juga dapat menjadi titik serah pupuk bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku.

Yan Januar Akbar, VP Manajemen Saluran Penjualan PT. Pupuk Indonesia mengatakan, dalam tata kelola pupuk bersubsidi dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) No. 6 Tahun 2025 tentang Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian, kemudian Kementerian Pertanian menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian No. 15 Tahun 2025.

“Dengan kebijakan baru tersebut penyaluran pupuk subsidi lebih simple,” katanya.

Jika sebelumnya, lanjut Yan Januar, distribusi pupuk ada dua yakni distributor yang merupakan entitas sendiri dan pengecer. Kini distributor menjadi pelaku usaha distribusi yang menjadi satu bagian dengan Pupuk Indonesia.

Dikatakan, dengan Perpres baru ada empat pelaku usaha yang bisa menyalurkan pupuk subsidi yakni Gapoktan, Pengecer, Pokdakan dan Koperasi, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. “Alokasinya diatur pemerintah, baik Kementan maupun KKP,” ujarnya.

Dengan adanya perubahan skema per bulan Juli kemarin, menurut Yan Januar, pihaknya sudah melakukan pendaftaran, kemudian penunjukan SPJP dengan 1.030 Pelaku Usaha Distribusi (PUD) dan 26.459 penerima pada titik serah (PPTS).

“Sampai saat ini kami masih terus merekap. Sementara ini ada sekitar 65 koperasi merah putih yang bergaung, sisanya dari 80 ribu masih dalam proses pelatihan proses bisnis pupuk,” katanya.

Untuk Pokdakan, Yan Januari berharap tahun depan sudah bisa menjadi penyalur pupuk bersubsidi. Total kebutuhan pupuk subsidi perikanan sekitar 295.686 ton. “Penyaluran pupuk bersubsidi melalui Pokdakan ini merupakan rekomendasi dosis pemupukan sektor perikanan,” katanya. (srv)

Tags: pemerintahpupuksubsidi

Berita Terkait.

Pertamax Naik 32 Persen, PKS: Kelas Menengah Tertekan dan Picu Migrasi ke BBM Subsidi
Nasional

Waspadai Ancaman Ebola, DPR Minta Barantin Perketat Pengawasan di Semua Pintu Masuk RI

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:32
Pertamax Naik 32 Persen, PKS: Kelas Menengah Tertekan dan Picu Migrasi ke BBM Subsidi
Nasional

Pertamax Naik 32 Persen, PKS: Kelas Menengah Tertekan dan Picu Migrasi ke BBM Subsidi

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:15
Kejagung Kaji Permohonan Justice Collaborator Soni Sonjaya Tersangka Korupsi MBG
Nasional

Kejagung Kaji Permohonan Justice Collaborator Soni Sonjaya Tersangka Korupsi MBG

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:05
kkp
Nasional

KKP Dorong Pengembangan Carbon Capture Storage di Sektor Energi

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:03
wamenpar
Nasional

Wamenpar: Pengelolaan Sampah Jadi Kunci Jaga Daya Saing Pariwisata Bali

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:42
macet
Nasional

Tarif Tol Naik Tiap Dua Tahun, DPR Minta Rumus Lama Dikaji Ulang

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:32

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1141 shares
    Share 456 Tweet 285
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1420 shares
    Share 568 Tweet 355
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan di Jakbar dan Kepulauan Seribu

    853 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.