• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Green Sukuk, Pilar Baru Indonesia dalam Ekonomi Syariah Berkelanjutan

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 21 Agustus 2025 - 18:15
in Ekonomi
IMG-20250821-WA0065

Ilustrasi green sukuk. (Dok. KNEKS)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komitmen Indonesia dalam mengembangkan pembiayaan ramah lingkungan semakin nyata. Sejak 2018 hingga 2025, pemerintah berhasil menghimpun dana sebesar USD 7,7 miliar melalui penerbitan green global sukuk, instrumen keuangan berbasis syariah yang diarahkan khusus untuk proyek infrastruktur berkelanjutan dan energi terbarukan.

Green sukuk tak hanya memperluas alternatif pembiayaan di luar obligasi konvensional, tetapi juga menegaskan peran Indonesia sebagai pelopor dalam inovasi keuangan syariah hijau.

BacaJuga:

ANTAM Tampil di IMRC 2026, Uji Ketangguhan Tim Penyelamat Tambang Indonesia

PTBA dan BKMT Muara Enim Pacu Ekonomi Kreatif lewat Kelas Kreasi Vol. 7

Aktivitas Pengiriman Tetap Tinggi, J&T Cargo Perkuat Kualitas dan Perlindungan Layanan

Pada 2024, pemerintah menerbitkan green sukuk senilai USD 600 juta dengan tenor 30 tahun, kemudian kembali meluncurkan USD 1,1 miliar dengan tenor 10 tahun di 2025. Jumlah ini melengkapi penerbitan sebelumnya: USD 1,25 miliar (2018), USD 750 juta (2019), USD 750 juta (2020), USD 750 juta (2021), USD 1,5 miliar (2022), dan USD 1 miliar (2023).

Keberhasilan ini tercermin dalam laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024/2025, yang menempatkan Indonesia di posisi ke-6 dunia dalam sektor keuangan syariah, naik satu peringkat dari tahun sebelumnya.

“Penerbitan green global sukuk merupakan salah satu indikator penguatan sektor keuangan syariah di Indonesia. Hal ini tercermin dalam laporan SGIE 2024/2025, yang menilai perkembangan dan inovasi sektor keuangan syariah Indonesia melalui regulasi dan produk pembiayaan ramah lingkungan,” ujar Plt. Direktur Jasa Keuangan Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), YNW Yosita Wirdayanti kepada INDOPOSCO melalui gawai, Kamis (21/8/2025).

Melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III (PPSI-III), pemerintah menggunakan struktur akad wakalah dalam setiap penerbitan sukuk. Instrumen ini diarahkan untuk mendukung proyek-proyek ramah lingkungan, mulai dari energi terbarukan hingga infrastruktur berkelanjutan. Besarnya minat investor domestik maupun global disebut menjadi bukti bahwa pasar pembiayaan hijau syariah semakin menjanjikan.

“Green sukuk bukan hanya instrumen pembiayaan, tapi juga instrumen strategis yang memberi fleksibilitas fiskal bagi pemerintah untuk membiayai proyek berdampak jangka panjang,” tambah Yosita.

Langkah ini juga sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional jangka menengah dan panjang. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, penguatan ekonomi dan keuangan syariah didorong sebagai motor penting pembangunan berkelanjutan.

Dengan konsistensi penerbitan selama delapan tahun, Indonesia kini tak hanya memperkuat ekosistem keuangan syariah di dalam negeri, melainkan juga meneguhkan posisi sebagai pionir global dalam inovasi pembiayaan hijau berbasis syariah. (her)

Tags: Ekonomi SyariahGreen SukukKNEKS

Berita Terkait.

antam
Ekonomi

ANTAM Tampil di IMRC 2026, Uji Ketangguhan Tim Penyelamat Tambang Indonesia

Rabu, 22 April 2026 - 23:03
ptba
Ekonomi

PTBA dan BKMT Muara Enim Pacu Ekonomi Kreatif lewat Kelas Kreasi Vol. 7

Rabu, 22 April 2026 - 22:32
jnt
Ekonomi

Aktivitas Pengiriman Tetap Tinggi, J&T Cargo Perkuat Kualitas dan Perlindungan Layanan

Rabu, 22 April 2026 - 22:02
swissbelhotel
Ekonomi

Swiss-Belhotel International Luncurkan Aplikasi Mobile, Menginap Lebih Mudah dengan Banyak Benefit

Rabu, 22 April 2026 - 20:40
umkm
Ekonomi

Kolaborasi RI-Swiss Buka Jalan, Produk UMKM Gula Kelapa Ekspor ke Ghana

Rabu, 22 April 2026 - 20:12
menkop
Ekonomi

Menkop dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Membahas Pengembangan Koperasi Sektor Produksi

Rabu, 22 April 2026 - 19:55

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1281 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    897 shares
    Share 359 Tweet 224
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    771 shares
    Share 308 Tweet 193
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.