• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Prabowo Perintahkan Karding Siapkan Pendidikan Vokasi demi Cetak Pekerja Migran Terampil

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 7 Agustus 2025 - 23:43
in Nasional
woo

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Ruang Sidang Kabinet, Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: Dok Setneg

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto menginginkan, pekerja migran Indonesia (PMI) yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing. Karenanya, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding harus membangun pendidikan kejuruan.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi mengatakan, ada 40 sektor yang membutuhkan tenaga terampil pekerja Indonesia di luar negeri. Namun, ia tak menyebutkan secara detail bidang pekerjaannya.

BacaJuga:

Revitalisasi Pangan Lokal Jadi Sorotan, DPR Minta Peran Bulog Dievaluasi

Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket

Menangkap Pergeseran Dunia

“Presiden juga memberikan arahan kepada Menteri Pekerja Migran menyiapkan konsep pendidikan vokasi, yang terpusat untuk menyiapkan tenaga terampil yang dikirimkan sebagai pekerja di luar negari,” kata Hasan Nasbi di Jakarta, Kamis (7/8/2025).

Maka itu, pemerintah bakal mengurangi menyalurkan para pekerja migran Indonesia di sektor domestik. Seperti pengurus rumah tangga, tukang kebun dan lainnya.

“Ini kita tidak bicara di sektor domestik, kita akan kurangi pekerja-pekerja domestik yang dikirimkan ke luar negeri,” ujar Hasan Nasbi.

Oleh karenanya, peluang kerja lulusan pendidikan vokasi di luar negeri semakin terbuka lebar, seiring dengan tingginya permintaan kerja di banyak sektor.

“Tapi, yang diminta Presiden adalah pendidikan terintegrasi terkonsep yang bisa kita kirimkan untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja di dunia internasional,” imbuh Hasan Nasbi.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengakui jumlah pemberangkatan PMI tahun 2025 belum progresif, karena pembekalan kompetensi terhadap calon PMI membutuhkan waktu sekitar tiga sampai enam bulan.

“Kenapa ini agak lamban? karena kita memilih yang skill, tidak main berangkat saja. Sementara yang skill ini butuh waktu 3 bulan sampai 6 bulan. Pelatihan bahasa dan skill teknik,” jelas politikus PKB itu terpisah di Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Ia berjanji meningkatkan jumlah pemberangkatan PMI, sekaligus menjamin pelindungan terhadap para pahlawan devisa negara itu dan memperbaiki tata kelola pengirimannya.

“Sekarang ini kita sudah mengirim 124,5 ribu. Ini akan kita genjot karena keadaan geopolitik Internasional ini memang berpengaruh,” ungkap Karding terpisah usai rakornas Kementerian P2MI di Jakarta, Sabtu (28/6/2025). (dan)

Tags: Kardingpekerja migranPendidikan VokasiPresiden Prabowo Subianto

Berita Terkait.

jagung
Nasional

Revitalisasi Pangan Lokal Jadi Sorotan, DPR Minta Peran Bulog Dievaluasi

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:08
Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket
Nasional

Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:05
Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus
Nasional

Menangkap Pergeseran Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:06
Meutya Hafid
Nasional

Menkomdigi Soroti Ilusi Algoritma: Linimasa Bukan Gambaran Utuh Kenyataan

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:04
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nasional

Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:47
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nasional

Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Campuspreneur Dibuka di IPB

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:21

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    4667 shares
    Share 1867 Tweet 1167
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1432 shares
    Share 573 Tweet 358
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    984 shares
    Share 394 Tweet 246
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1532 shares
    Share 613 Tweet 383
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.