• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Sampah Jadi Masalah di Desa Lengkong Kulon, PkM UT Terjun Langsung ke Masyarakat

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 29 Juli 2025 - 17:37
in Megapolitan
Tim-Pengabdian

Tim Pengabdian kepada masyarakat Universitas Terbuka di Desa Lengkong Kulon, Tangerang. Foto: Nasuha INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sampah menjadi bagian masalah di Desa Lengkong Kulon, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kepala Desa Lengkong Kulon, Muhammad Sohib mengatakan, produksi sampah rumah tangga warga Lengkong Kulon setiap minggu mencapai 1 hingga kendaraan pick up. Dan pengolahan sampah selama ini kerap menimbulkan masalah.

BacaJuga:

Hujan Deras, 4 RT dan 2 Ruas Jalan Jakarta Kebanjiran 

Polisi Beber Perkembangan Pemeriksaan Saksi Kecelakaan Kereta Api Bekasi

Pengemudi Pajero Pelaku Tabrak Lari Lansia di Kalimalang Akhirnya Ditangkap

“Sampah kering selama ini bisa dimanfaatkan masyarakat melalui bank sampah, sehingga memiliki nilai ekonomis. Dan penanganan sampah basah selama ini kerap menjadi masalah kami,” ujar Sohib ditemui INDOPOSCO di sela-sela program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Terbuka di Desa Lengkong Kulon, Selasa (29/7/2025).

Ia menuturkan, rendahnya kesadaran warga memperburuk pengolahan sampah di Desa Lengkong Kulon. Warga kerap sembarang membuang sampah di perbatasan desa.

“Kami berharap dengan program PkM UT bisa meningkatkan literasi kesadaran warga kepada penanganan sampah,” katanya.

Selain masalah sampah, masih ujar Sohib, kompetensi aparatur desa menjadi kebutuhan saat ini. Di era digital saat ini, kemampuan aparatur desa dituntut mampu memberikan cepat kepada masyarakat.

“Kami menyambut baik program PkM dari UT, harapan masalah sampah bisa teratasi. Dan program S1 Aparatur desa dengan rekognisi pembelajaran lampau (RPL) bisa meningkatkan kompetensi aparatur desa,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Pusat PkM: UT, Heriani mengatakan, tujuan program PkM untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat. Khususnya Karang Taruna, ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga), dan guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, hijau, dan memiliki kemampuan literasi pangan serta bahasa Inggris sederhana.

“Penyuluhan dan pelatihan tentang literasi lingkungan, literasi pangan, dan pengenalan bahasa Inggris sederhana di bawah tim PkM Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik,” kata Heriani.

Sementara, lanjut dia, untuk pelatihan pembuatan toilet ramah lingkungan untuk mewujudkan sanitasi yang sehat di bawah tim PkM Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik. Pelatihan aparatur desa tentang sistem pemerintahan desa dan tata Kelola pemerintahan desa di bawah tim PkM Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik).

“Untuk pelatihan sistem keuangan desa di bawah tim PkM Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik,” ucapnya.

Dikatakan dia, gerakan “Lengkong Kulon Hijau dan Bebas Sampah” melalui aksi bersih desa, penanaman pohon, pengelolaan sampah berbasis reduce-reuse-recycle (3R), serta pengelolaan pangan sehat.

“Pemberdayaan guru PAUD agar mampu menanamkan kesadaran lingkungan dan pengenalan bahasa Inggris sejak usia dini,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Program Studi (Prodi) Ilmu Pemerintahan, UT Daniel Pasaribu mengatakan, pentingnya sanitasi dan pengelolaan sampah menjadi penting. Pasalnya, toilet yang tidak layak dan pengelolaan sampah yang buruk menimbulkan masalah di Desa Lengkong Kulon.

“Kami ingin bekali Karang Taruna dengan keterampilan praktis, agar mereka dapat menjadi motor penggerak perubahan menuju desa sehat dan bebas sampah,” ujar Daniel.

Hal yang sama diungkapkan Koordinator PkM Nasional UT, Desa Lengkong Kulon, Roman Hadi Saputro mengatakan, program RPL bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa. Program penyetaraan tersebut disesuaikan dengan jabatan aparatur desa.

“Untuk jabatan Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala BPD mendapat potongan 17 mata kuliah. Sementara jabatan kasi, Kaur dan anggota BPD 12 mata kuliah,” beber Roman.

Ia menambahkan, untuk mendapatkan program RPL tersebut calon mahasiswa harus memiliki sertifikat pelatihan. Rencananya pelatihan aparatur desa dilakukan pada Agustus dan September mendatang. “Sertifikat menjadi syarat aparatur desa bisa mendapatkan RPL pada program S1 Aparatur Desa UT,” katanya. (nas)

Tags: BantenDesa Lengkong KulonKabupaten Tangerangprogram Pengabdian kepada Masyarakatsampah

Berita Terkait.

Hujan Deras, 4 RT dan 2 Ruas Jalan Jakarta Kebanjiran 
Megapolitan

Hujan Deras, 4 RT dan 2 Ruas Jalan Jakarta Kebanjiran 

Senin, 4 Mei 2026 - 20:50
Petugas
Megapolitan

Polisi Beber Perkembangan Pemeriksaan Saksi Kecelakaan Kereta Api Bekasi

Senin, 4 Mei 2026 - 18:48
Borgol
Megapolitan

Pengemudi Pajero Pelaku Tabrak Lari Lansia di Kalimalang Akhirnya Ditangkap

Senin, 4 Mei 2026 - 17:47
jakut
Megapolitan

Bimtek Kanwil BPN Jakarta Dipusatkan di Kantah Jakarta Utara

Senin, 4 Mei 2026 - 10:55
demo
Megapolitan

3.225 Personel Gabungan Kawal 3 Titik Aksi di Jakarta Pusat

Senin, 4 Mei 2026 - 10:35
Bahayakan Warga, Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia
Megapolitan

Bahayakan Warga, Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:07

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3670 shares
    Share 1468 Tweet 918
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1597 shares
    Share 639 Tweet 399
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1295 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1043 shares
    Share 417 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.