• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

AS Desak Iran Kembali Berunding: Pilih Diplomasi atau Hadapi Tekanan Maksimal

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 24 Juli 2025 - 22:58
in Internasional
as

Dubes Sementara AS untuk PBB, Dorothy Camille Shea berbicara dalam pertemuan Dewan Keamanan tentang Timur Tengah di Markas Besar PBB, New York City, AS, pada 23 Januari 2025 lalu. Foto: Dok. Iran International

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketegangan nuklir kembali memuncak. Amerika Serikat (AS) memperingatkan Iran bahwa waktu hampir habis untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir yang tertunda.

Dikutip dari Iran International, dalam sebuah pernyataan tegas di hadapan Dewan Keamanan PBB, Washington menantang Teheran untuk memilih antara keterbukaan diplomatik atau semakin terisolasi di panggung global.

BacaJuga:

Iran Tepis Ancaman Sanksi Ekonomi Trump: Melanjutkan Kebijakan Gagal

Tolak Pola Konflik Berulang, Menlu Iran: Kami Ingin Berakhirnya Perang

Perayaan HUT RI di Kanada, KBRI Beri Penghargaan untuk Dua Sosok Penting

“Tanpa adanya kesepakatan, Amerika Serikat akan terus memberlakukan tekanan diplomatik dan ekonomi maksimum untuk membatasi segala aktivitas, seperti upaya memperoleh senjata nuklir, yang dapat mengancam keamanan warga negara AS, personel, dan mitra kami di kawasan,” ujar Duta Besar (Dubes) Sementara AS untuk PBB, Dorothy Camille Shea dalam pertemuan pada Rabu (23/7/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya kekhawatiran atas langkah Iran yang mempersempit akses pengawasan internasional terhadap program nuklirnya. Shea menyampaikan dengan nada tegas bahwa dunia tengah menantikan pilihan yang akan diambil oleh Teheran.

“Iran bisa terus melanjutkan jalurnya saat ini, menentang kewajiban pengamanan yang diamanatkan oleh NPT — demi membangun kembali program nuklirnya secara rahasia,” lanjut Shea, memperingatkan konsekuensi dari kebijakan Iran yang dianggap menutup pintu terhadap akuntabilitas global.

Teheran sendiri bersikukuh bahwa mereka belum menutup kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa koordinasi teknis ke depan akan dikelola langsung oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

“Undang-undang Iran untuk menangguhkan kerja sama dengan IAEA telah mengaburkan visibilitas internasional terhadap programnya,” ungkap Abbas, merespons kritik yang datang dari berbagai negara.

Langkah Iran menangguhkan kerja sama itu datang setelah serangkaian serangan udara oleh AS dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu — serangan yang semakin memperburuk hubungan diplomatik yang sudah rapuh.

Situasi semakin genting menjelang akhir Agustus, di mana tenggat waktu yang ditetapkan oleh AS dan negara-negara Eropa akan menentukan masa depan kesepakatan nuklir. Jika Iran gagal menunjukkan kemajuan, mekanisme “snapback” dari perjanjian nuklir 2015 (JCPOA) dapat diberlakukan kembali, secara otomatis mengaktifkan semua sanksi PBB yang sebelumnya dicabut.

Mekanisme tersebut diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231, dan memungkinkan negara penandatangan untuk mengajukan pemulihan sanksi jika ada pelanggaran signifikan oleh Iran. Jika dalam 30 hari tidak ada resolusi yang menghentikan proses tersebut, maka sanksi akan diberlakukan kembali tanpa perlu pemungutan suara.

Sementara itu, harapan diplomatik belum sepenuhnya padam. Iran dijadwalkan menggelar pertemuan dengan negara-negara Eropa, termasuk Jerman, Prancis, dan Inggris, pada Jumat mendatang di Istanbul. Namun, dialog dengan Washington masih tertunda setelah perundingan di Muscat dibatalkan pada menit terakhir, sehari sebelum Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 13 Juni lalu. (her)

Tags: ASdiplomasiIran

Berita Terkait.

abbas
Internasional

Iran Tepis Ancaman Sanksi Ekonomi Trump: Melanjutkan Kebijakan Gagal

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:09
Sesmenko PMK: Teknologi Harus Hadir Menjawab Persoalan Nyata Bangsa
Internasional

Tolak Pola Konflik Berulang, Menlu Iran: Kami Ingin Berakhirnya Perang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:30
kbri
Internasional

Perayaan HUT RI di Kanada, KBRI Beri Penghargaan untuk Dua Sosok Penting

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:10
Gempa NTT, Presiden Iran Sampaikan Dukacita dan Tawarkan Bantuan Medis
Internasional

Gempa NTT, Presiden Iran Sampaikan Dukacita dan Tawarkan Bantuan Medis

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:15
Gunil Keluar, Xdinary Heroes Langsung Batalkan Sejumlah Jadwal
Internasional

KASA Korea Gandeng BIGBANG sebagai Duta Kehormatan Perdana

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:27
jubir
Internasional

Karoline Leavitt Mundur dari Jabatan Jubir Gedung Putih Akhir Agustus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:07

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.