• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Film “Believe” Tampilkan Adegan Peperangan yang Kejam dan Tak Kenal Ampun

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Sabtu, 19 Juli 2025 - 15:27
in Gaya Hidup
film

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (ketiga kiri) bersama Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad (kedua kiri) dalam gala perdana film "Believe – Takdir, Mimpi, Keberanian" di Senayan, Jakarta, Jumat (18/7/2025). Foto: ANTARA/Abdu Faisal

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Jagad perfilman Indonesia memiliki banyak film-film fiksi yang menghibur, dan ada juga yang membuat penonton berpikir.

Lalu ada film biopik seperti “Believe – Takdir, Mimpi, Keberanian” yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 24 Juli 2025. Film yang mendramatisasi kisah hidup seseorang yang nyata, atau bisa juga sekelompok orang yang nyata ini patut digarisbawahi karena memang genre film ini belum begitu banyak diproduksi oleh sineas Indonesia.

BacaJuga:

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR

Jangkau 31 Juta Anak, Nestlé Pertegas Komitmen Gizi Sehat

Aichi-Nagoya dalam “Survival Mode”, CdM Minta Tim Indonesia Tak Kehilangan Fokus

Film “Believe – Takdir, Mimpi, Keberanian” ini menghantam penonton dengan adegan peperangan yang begitu kejam dan tak kenal ampun, sampai rasanya logika dan perasaan ikut teraduk-aduk.

Mendebarkan, karena kita tidak hanya disuguhi baku tembak; tapi merasakan juga ketika peluru menembus tubuh, disambut jeritan, dan kehilangan yang mengukir patriotisme dalam diri seorang prajurit.

Sosok kapten yang digambarkan dalam “Believe” ini heroik, sebanding dengan Captain America di jagad komik atau Captain Phillips (2013) di Hollywood.

Tokoh utama dalam film berlatar tahun 1975 hingga 1999 ini ialah Kapten Agus Subiyanto, yang kini telah berpangkat jenderal dan dikenal sebagai Panglima TNI.

Film biopik Agus ini digarap secara ambisius. Duo sutradara yang menggarapnya, Rahabi Mandra dan Arwin Tri Wardhana, bahkan meraih penghargaan “Best Director” di Montreal International Film Festival 2025.

Realisme Tempur dan Kedalaman Visual

Misi dua sutradara berbakat itu adalah menerjemahkan kisah nyata dari medan pertempuran saat krisis Timor Timur ke layar lebar.

Aksi yang intens di “Believe” dengan latar cerita yang berjalan dari tahun ke tahun didukung visualisme tanpa kompromi.

Penggunaan alat perang seperti KRI Teluk Amboina-503, heli “hidung pesek”, serta tampilan bagian dalam pesawat Hercules model awal yang terasa begitu nyata sebagaimana referensinya di masa lalu.

Film ini juga menghadirkan dukungan teknologi generatif grafis komputer (CGI) dalam sajian kedalaman visualnya, tapi tidak berlebihan.

Koreografi tembak-menembak dan ledakan di medan pertempuran juga dibuat seru untuk disaksikan.

Mandra dan Wardhana jelas ingin menjawab pertanyaan para penggemar, “Sanggupkah sineas Indonesia membuat penonton merasakan film perang yang sesungguhnya?”

Mereka berhasil. Film “Believe” dapat disebut sebagai puncak baru dalam genre aksi laga di industri perfilman Indonesia, setelah The Raid (2011).

Mandra dan Wardhana mencapai puncak itu dengan rentetan aksi kejar-kejaran dan pertempuran brutal, serta pertarungan satu lawan satu dengan musuh yang menggetarkan nyali.

Tata audio juga diiringi suara desing peluru dan ledakan yang imersif, menempatkan penonton seperti berada langsung di tengah kekacauan pertempuran.

Meledak-ledak dengan makna

Semua aspek teknis pendukung film ini tentunya akan sia-sia jika tidak memiliki makna di baliknya.

Makna yang terpenting di film “Believe” adalah tentang kemanusiaan, keberanian, dan kesetiakawanan, yang disampaikan kepada generasi sekarang secara berimbang.

Produser Celerina Judisari (Ayie) mengatakan rumah produksi Bahagia Tanpa Drama yang memproduksi film ini terdorong oleh kekhawatiran akan dampak tayangan klise peperangan pada generasi muda.

Saat ini, kata Ayie, generasi muda cenderung tidak merasakan lagi dampak mengerikan dari perang sebenarnya, karena telah direduksi menjadi tontonan singkat semata oleh platform video pendek dan lain-lain di media sosial.

Lewat film ini, Ayie berharap bisa memberi pencerahan soal konsekuensi perang yang sesungguhnya.

Sementara itu, Mandra berkata bahwa produksi film “Believe” sejak awal tidak ingin dibuat menyentuh politik. Tidak ada benar dan salah, hanya murni mengangkat dampak dari peperangan yang intens.

Dampak perang yang disajikan di film itu tidak hanya dapat dilihat dari kata-kata atau aksi fisik semata, tetapi juga dari momen-momen sunyi setiap karakter-karakternya pun juga ada.

Dengan sajian visual itu, penonton dibuat merenung tentang arti kesetiaan, pengkhianatan, dan harga mahal dari nyawa yang terancam keselamatannya akibat perang.

Mandra memahami: film perang sejati harus lebih dari sekadar adegan tembak-menembak. Meski tentu saja jangan harap dialog filmnya setara dengan sajak Shakespeare.

Namun bagi penonton yang mencari pengalaman sinematik berlatar peperangan yang mendebarkan, ‘Believe’ adalah pilihan yang menarik.

Plot Sederhana: Perjalanan Agus Subiyanto

Alur cerita film ini memiliki kesederhanaan.

Singkatnya, Sersan Kepala Dedy (diperankan Wafda Saifan) yang pernah bertugas di Timor Timur pada 1975 berhasil kembali dari medan pertempuran di Timor Timur ke Jakarta dengan selamat.

Namun, setelah Dedy pulang, anaknya, Agus justru menjadi menderita oleh konflik rumah tangga antara ayah dan ibunya.

Setelah istrinya pergi, Dedy mendidik Agus kecil (M Faqih Alaydrus) dengan keras.

Didikan keras ayahnya dan dampak perpisahan dengan ibunya membuat Agus berubah menjadi pemuda jagoan (Ajil Ditto) yang suka berkelahi satu lawan satu sewaktu SMA tahun 1984.

Hingga suatu ketika, wafatnya Serka Dedy menjadi titik balik bagi Agus untuk merenungi kembali sikap sang ayah dan didikannya yang keras sejak kembali dari medan pertempuran.

Agus pun mengikuti jejak militer ayahnya. Namun, menapaki jalan karir militer bagi Agus tidak semudah yang dibayangkan.

Agus menghadapi banyak rintangan yang hampir membuatnya menyerah. Dihantui penolakan, kegagalan, dan rasa takut akan bayang-bayang masa lalu, Agus tetap berkeinginan keras melewati setiap rintangan tersebut.

Untungnya, dalam perjalanannya di kemiliteran, Agus berkesempatan belajar langsung dari Letnan Kolonel Prabowo Subianto (Ernest Samudera).

Saat itu Prabowo menghadirkan sosok komandan yang berpengalaman.

Pengaruh dari Prabowo pula yang membentuk Agus menjadi komandan kompi yang tangguh.

Singkatnya, penonton akan diperlihatkan Agus harus bertugas di area konflik Timor Timur seperti ayahnya.

Dia berjuang melewati tugas memantau dan berburu target yang berbahaya bagi penduduk lokal, sembari meringkuk di hutan selama tujuh hari tujuh malam, hanya berbekal ransum seadanya.

Para aktor pendukung film, dari Adinda Thomas (sebagai Evi), Maudy Koesnaedi (ibu mertua), hingga Zidni Hakim (Jarwo), semuanya berkontribusi signifikan dalam menghidupkan karakter “penyelamat” yang secara natural diwarisi oleh Agus dari sang ayah.

Secara keseluruhan, “Believe – Takdir, Mimpi, Keberanian” adalah film yang kuat dengan pesan penting untuk dinantikan penayangannya di bioskop seluruh Indonesia mulai 24 Juli 2025.

Meskipun film “Believe” memiliki pesan mendalam tentang kemanusiaan dan keberanian, orang tua penting untuk mengikuti pedoman usia penonton yang ditetapkan Lembaga Sensor Film untuk film ini. (dam)

Tags: Film BelievePeperangan

Berita Terkait.

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR
Gaya Hidup

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR

Sabtu, 19 September 2026 - 11:06
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Banyak Perkara Besar Kita Ambil, tapi Akhirnya Digergaji
Gaya Hidup

Jangkau 31 Juta Anak, Nestlé Pertegas Komitmen Gizi Sehat

Jumat, 18 September 2026 - 19:01
25 Merek Beras Fortifikasi Ditindak, FKBI Desak Pemerintah Tak Berhenti di Pencabutan Izin
Gaya Hidup

Aichi-Nagoya dalam “Survival Mode”, CdM Minta Tim Indonesia Tak Kehilangan Fokus

Jumat, 18 September 2026 - 17:00
zoom
Gaya Hidup

‘Smart’ LE SSERAFIM Tembus 200 Juta Views, Jadi B-side Pertama yang Capai Rekor

Jumat, 18 September 2026 - 05:05
shin
Gaya Hidup

Shin Min Ah hingga Lee Se Young Terlibat Cinta dan Kekuasaan di The Remarried Empress

Jumat, 18 September 2026 - 02:20
lee
Gaya Hidup

Video Viral Tuduh Popularitas Mark Lee Menurun, Picu Perdebatan

Jumat, 18 September 2026 - 01:11

OLAHRAGA

sumaya
Olahraga

Mental Juara Bawa Indonesia ke Final Teqball, Sumaya: Kami Datang untuk Mencari Emas

Editor Laurens Dami
Sabtu, 19 September 2026 - 16:06

INDOPOSCO.ID – Sumaya tinggal selangkah lagi dari sejarah. Atlet teqball putri Indonesia itu memastikan tempat di final nomor Women’s Singles...

SelengkapnyaDetails
bultang

Tembus Final, Pentathlon-Teqball Bidik Emas Pertama Indonesia di Asian Games

Sabtu, 19 September 2026 - 15:05
Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 18 September 2026 - 21:16
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Banyak Perkara Besar Kita Ambil, tapi Akhirnya Digergaji

Sumaya Tembus Semifinal, Indonesia Berpeluang Ukir Sejarah di Teqball Asian Games

Jumat, 18 September 2026 - 18:41
Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 18 September 2026 - 15:28

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5530 shares
    Share 2212 Tweet 1383
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1243 shares
    Share 497 Tweet 311
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1163 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.