• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Habiskan Anggaran dan Kinerja Turun, Akademisi Nilai Fungsi KPK Tak Dibutuhkan Lagi

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Sabtu, 5 Juli 2025 - 18:24
in Nasional
Rudyono-Darsono

Tangkapan layar Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas 17 Agustus 1945 (UTA '45) Jakarta, Rudyono Darsono dalam podcast. Foto: Nasuha INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya mencari panggung seolah-olah bekerja. Padahal dipastikan mereka tidak akan berani.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas 17 Agustus 1945 (UTA ’45) Jakarta, Rudyono Darsono dalam podcast UTA di Jakarta, Sabtu (5/7/2025).

BacaJuga:

Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyusunan Anggaran 2027 Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat

Menapaki Perjalanan Baru, iCAR V23 Kini Telah Dimiliki 1.000 Konsumen

ISPA Anak Meningkat, DPR: Respons Karhutla Harus Bergeser ke Pelindungan Kesehatan

Menurut Rudyono, selama komposisi kepemimpinan KPK saat ini maka kasus-kasus korupsi yang melibatkan Budi Arie dalam kasus dugaan judi online (Judol), Nadiem Makarim dalam kasus dugaan pengadaan laptop termasuk Bobby Nasution tidak akan diselesaikan.

“Jangan berharap KPK akan menyentuh warga majikannya sendiri. Jadi kita lupakan ajalah ya,” tegasnya.

“Ini kan mertuanya yang ngebentuk KPK sekarang. Ini kan orang pilihan-pilihannya Jokowi. Apa mungkin berani nyentuh majikannya? Kan sesuatu yang enggak masuk akal ya,” sambungnya.

Dia mengakui, KPK awalnya dibentuk karena kegagalan polisi dan Kejaksaan Agung dalam memberantas korupsi pada masa Orde Baru. Namun sejak era Presiden Jokowi, lembaga anti rasuah tersebut sudah dirusak.

“Kita selalu sampaikan ya kayaknya mungkin sudah penuh dunia digital ini, dunia maya ini dengan pelanggaran etika dan pelanggaran fungsi dari pembentukan atau tujuan dari pembentukan KPK itu sendiri,” ujarnya.

Bahkan saat ini, lanjut dia, KPK lebih disibukkan dengan masalah internal lembaga. Semua masalah hendak dipegang tetapi semua berantakan, semua dijadikan alat-alat untuk pemerasan.

“Lihat semua kejadian, enggak ada yang beres ya. Masak KPK kerocok-kerocok ditangkepin, sampai katanya ada tukang pedagang kaki lima juga ditangkap, dijadikan tersangka. Nah, sedangkan yang bangsat-bangsat dan banditnya bebas,” ujarnya.

Ia menilai saat ini Kejagung sudah bermain sangat cantik, sangat baik dalam fungsi pengawasan dan pemberantasan korupsi. Jika Kepolisian kembali kepada fungsi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), maka sebenarnya KPK sudah tidak dibutuhkan lagi.

Menurut dia, keberadaan KPK sekarang ini hanya menghabis-habiskan dana yang harusnya bisa dimanfaatkan untuk menambah atau minimal dapat diberikan untuk menutupi sedikit dari permasalahan kebutuhan masyarakat yang pasti jauh lebih penting dari pada membiayai KPK.

“Presiden Prabowo lebih baik memanfaatkan dana yang selama ini dialokasikan ke KPK untuk digunakan menambah kesejahteraan masyarakat yang sudah sangat terpuruk ini. Jangan dihambur-hamburkan untuk mempertahankan sebuah badan yang sudah enggak ada manfaatnya sama sekali,” tegasnya.

Ia juga sepakat dengan sikap Presiden Prabowo yang tidak mengizinkan KPK masuk sebagai lembaga pengawas Danantara. Karena kalau melibatkan KPK, bisa saja Danantara yang dibentuk untuk menyaingi Temasek, malah diacak-acak oleh oknum-oknum di KPK ini yang ujung-ujungnya bisa dijadikan ajang pemerasan lagi.

“Udah biar Kejaksaan Agung yang bermain, Kejaksaan Agung yang menjaga, yang melototin, mengawasi,” tegasnya.

Sebagai seorang pendidik dan banyak berkecimpung di bidang hukum, ia melihat KPK sudah terlalu banyak drama, menjalankan pesanan-pesanan oknum dan koruptor. “Kan banyak kasus-kasus yang dengan alasan karena kita kekurangan penyidik lalu dihentikan. Tetapi pergi ke tempat lain bisa,” katanya.

Rudyono juga mengingatkan kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan Presiden Prabowo jangan hanya manipulatif. “Satu sisi kita bicara efisiensi, satu sisi kita bicara tentang pemborosan yang gila-gilaan gitu kan. Ini yang kadang-kadang enggak match juga di mata para pendidik ini kan di mata dunia pendidikan lah minimal,” ujar Rudyono.

Sebelumnya, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo menegaskan, KPK bisa saja memanggil dan memeriksa Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Bobby Nasution, jika menemukan bukti keterlibatan dalam kasus dugaan korupsi pembangunan jalan di Dinas PUPR Sumut, dan di Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 1 Sumut.

“Kami bisa saja memanggil dan memeriksa Pak Bobby Nasution, jika menemukan bukti keterlibatan dalam kasus dugaan korupsi,” kata Budi di Jakarta, Rabu (2/7/2025) kemarin. (nas)

Tags: anggaranKinerjakorupsiKPKRudyono Darsono

Berita Terkait.

dalu
Nasional

Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyusunan Anggaran 2027 Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat

Selasa, 29 September 2026 - 04:04
icar
Nasional

Menapaki Perjalanan Baru, iCAR V23 Kini Telah Dimiliki 1.000 Konsumen

Selasa, 29 September 2026 - 03:13
ispa
Nasional

ISPA Anak Meningkat, DPR: Respons Karhutla Harus Bergeser ke Pelindungan Kesehatan

Selasa, 29 September 2026 - 00:30
dagri
Nasional

Penanganan Disabilitas Butuh Kerja Sama Lintas Sektor

Senin, 28 September 2026 - 23:23
tomsi
Nasional

Sekjen Kemendagri Tekankan Kepemimpinan Adaptif di Tengah Era Disrupsi

Senin, 28 September 2026 - 20:02
bing
Nasional

Museum Bing Slamet Diresmikan, Warisan Maestro Harus Hidup di Generasi Baru

Senin, 28 September 2026 - 18:08

OLAHRAGA

puan
Olahraga

Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

Editor Dilianto
Senin, 28 September 2026 - 22:12

INDOPOSCO.ID - Kontingen Indonesia terus menambah medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, termasuk emas dari lifter Rahmat Erwin. Ketua DPR...

SelengkapnyaDetails
campus

Campus League The Nationals Badminton Season 1, Expedition Jadi Official Timekeeper

Senin, 28 September 2026 - 15:45
Jumlah Penonton Indonesia vs Malaysia Diprediksi Melonjak, Joey Pelupessy Antusias

Jumlah Penonton Indonesia vs Malaysia Diprediksi Melonjak, Joey Pelupessy Antusias

Senin, 28 September 2026 - 12:53
Hotspot Nasional Tembus 559 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalimantan Tengah

Jelang Lawan Malaysia di GBK, John Herdman Usung Misi “Melindungi Tanah Air”

Senin, 28 September 2026 - 12:00
Erick Thohir Pantau Latihan Garuda, John Herdman Ungkap Antusiasme Jelang Lawan Malaysia

Erick Thohir Pantau Latihan Garuda, John Herdman Ungkap Antusiasme Jelang Lawan Malaysia

Senin, 28 September 2026 - 10:20

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3904 shares
    Share 1562 Tweet 976
  • Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    1582 shares
    Share 633 Tweet 396
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1113 shares
    Share 445 Tweet 278
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1008 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.