• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan untuk Lanjutkan Negosiasi dengan AS

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 27 Juni 2025 - 14:24
in Headline
abbas

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengadakan konferensi pers di Istanbul, Turki, 22 Juni 2025. Antara/Xinhua/Liu Lei

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada perjanjian maupun rencana konkret untuk melanjutkan dialog dengan Amerika Serikat (AS), menyusul memanasnya situasi akibat aksi militer Israel dan AS di wilayah Iran.

Dalam wawancaranya dengan stasiun televisi nasional IRIB pada Kamis (26/6/2025), Araghchi menyebutkan bahwa kemungkinan untuk membuka kembali jalur diplomasi masih dalam pertimbangan. Namun, keputusan apa pun akan ditentukan sepenuhnya oleh kepentingan nasional Iran.

BacaJuga:

KPK Sita Rp1,9 Miliar dan Tong Penyimpanan Uang dalam OTT Bupati Klaten

KPK Ungkap 5 Klaster Korupsi yang Jerat Bupati Klaten

Prabowo Lantik 9 Pejabat dalam Reshuffle Ke-8, Ini Daftar Lengkapnya

“Segala keputusan akan kami ambil berdasarkan kepentingan bangsa. Jika memang perlu kembali ke meja negosiasi, maka itu akan kami kaji. Namun untuk saat ini, belum ada pembicaraan atau kesepakatan yang dilakukan,” ucap Araghchi.

Ia juga menuding bahwa AS telah mengingkari kepercayaan Iran dalam perundingan sebelumnya, terutama yang berkaitan dengan pemulihan kesepakatan nuklir 2015 serta pencabutan sanksi ekonomi.

Araghchi turut mengonfirmasi bahwa undang-undang baru yang membatasi kerja sama Iran dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) kini resmi berlaku, setelah mendapatkan persetujuan dari parlemen dan Dewan Wali Konstitusi Iran.

“Peraturan tersebut sekarang bersifat mengikat dan akan diberlakukan. Format kerja sama kami dengan IAEA akan berubah,” katanya.

Ia juga menyinggung dampak signifikan dari konflik 12 hari yang terjadi antara Iran dan Israel, yang menyebabkan kerusakan berat. Menurutnya, para ahli dari Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) tengah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kerusakan tersebut. Isu ganti rugi pun menjadi perhatian utama pemerintah Iran.

Ketegangan memuncak sejak 13 Juni, ketika Israel meluncurkan serangan udara ke berbagai wilayah di Iran, termasuk situs militer dan nuklir, yang menewaskan beberapa tokoh penting seperti komandan militer, ilmuwan nuklir, serta warga sipil. Serangan tersebut terjadi hanya dua hari sebelum jadwal negosiasi tak langsung antara AS dan Iran yang direncanakan berlangsung di Muscat, Oman, pada 15 Juni.

Sebagai respons, Iran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel, yang menyebabkan kerugian material dan korban jiwa.

Kemudian, pada Sabtu (21/6), Amerika Serikat meluncurkan serangan udara ke tiga lokasi fasilitas nuklir utama milik Iran. Iran membalas serangan tersebut dengan menargetkan Pangkalan Udara Al Udeid milik AS di Qatar pada Senin (23/6).

Setelah 12 hari konflik bersenjata, Iran dan Israel akhirnya mencapai kesepakatan gencatan senjata pada Selasa (24/6). (aro)

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengadakan konferensi pers di Istanbul, Turki, 22 Juni 2025. Foto : Antara/Xinhua/Liu Lei

INDOPOSCO.ID – Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, pada Kamis (26/6) mengatakan bahwa tidak ada pengaturan atau komitmen apa pun yang dibuat untuk melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), di tengah meningkatnya ketegangan menyusul serangan yang dilakukan oleh Israel dan AS di wilayah Iran.

Dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah Iran, IRIB, Araghchi mengatakan bahwa kemungkinan untuk memulai kembali pembicaraan sedang dipertimbangkan, tetapi akan bergantung pada apakah kepentingan nasional Teheran terlindungi.

“Keputusan kami semata-mata akan didasarkan pada kepentingan Iran. Jika kepentingan kami mengharuskan kembali ke meja perundingan, kami akan mempertimbangkannya. Namun pada tahap ini, tidak ada kesepakatan atau janji yang dibuat dan tidak ada pembicaraan yang dilakukan,” katanya.

Araghchi menuduh Washington mengkhianati Iran dalam putaran negosiasi sebelumnya terkait upaya menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 dan pencabutan sanksi-sanksi AS.

Diplomat Iran itu juga mengonfirmasi bahwa undang-undang yang menangguhkan kerja sama dengan badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi mengikat setelah disahkan oleh parlemen dan disetujui oleh Dewan Wali (Guardian Council) Iran, sebuah lembaga tinggi pengawas konstitusi.

“Undang-undang tersebut kini bersifat wajib dan akan diterapkan. Kerja sama kami dengan IAEA akan mengambil bentuk baru,” katanya.

Araghchi juga menyatakan bahwa kerusakan akibat perang 12 hari dengan Israel adalah serius, dan bahwa para pakar dari Organisasi Energi Atom Iran (Atomic Energy Organization of Iran/AEOI) sedang melakukan penilaian terperinci. Dia menambahkan bahwa pertanyaan mengenai tuntutan ganti rugi menjadi agenda utama pemerintah.

Konflik dimulai pada 13 Juni ketika Israel melancarkan serangan udara terhadap beberapa target di seluruh Iran, termasuk fasilitas militer dan nuklir, yang menewaskan sejumlah komandan senior, ilmuwan nuklir, dan warga sipil. Serangan tersebut terjadi hanya beberapa hari sebelum Iran dan AS dijadwalkan melanjutkan negosiasi nuklir tidak langsung di Muscat, Oman, pada 15 Juni.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke wilayah Israel, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan.

Pada Sabtu (21/6), Angkatan Udara AS menyerang tiga situs nuklir utama Iran. Sebagai balasan, Iran menembakkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid milik AS di Qatar pada Senin (23/6) seperti dilansir Antara.

Konflik selama 12 hari itu berakhir dengan gencatan senjata antara Iran dan Israel pada Selasa (24/6). (aro)

Tags: amerikaASIranisrael

Berita Terkait.

klaten
Headline

KPK Sita Rp1,9 Miliar dan Tong Penyimpanan Uang dalam OTT Bupati Klaten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:45
bupati
Headline

KPK Ungkap 5 Klaster Korupsi yang Jerat Bupati Klaten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:11
bowo
Headline

Prabowo Lantik 9 Pejabat dalam Reshuffle Ke-8, Ini Daftar Lengkapnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:45
sianturi
Headline

Prabowo Lantik Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB, Gantikan Suharyanto

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:16
KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi BNPB, Salah Satunya Adik Suharyanto
Headline

KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi BNPB, Salah Satunya Adik Suharyanto

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:07
Mendagri Minta Pemda Perkuat Peran Diskominfo dalam Komunikasi Strategis dan Efektivitas Kebijakan Publik
Headline

Terima Aspirasi Pemakzulan Gibran, PKS Minta Fraksi Jalin Komunikasi Lintas Partai

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:42

OLAHRAGA

gp
Olahraga

Fasilitas dari Bea Cukai Ini Bantu Kesuksesan Penyelenggaraan Moto GP Mandalika 2026

Editor Laurens Dami
Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:42

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 atau MotoGP Mandalika turut didukung oleh kelancaran logistik lintas negara....

SelengkapnyaDetails
super

Jadwal Super League Pekan 5: Persija Diuji Persita, Persib Hadapi Ancaman Persik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:01
psm

Jamu PSM Makassar di Bantul, PSIM Jogjakarta Usung Misi Raih Tiga Poin Perdana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40
esi

PB ESI 2026-2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    1141 shares
    Share 456 Tweet 285
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1012 shares
    Share 405 Tweet 253
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    983 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    947 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    806 shares
    Share 322 Tweet 202
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.