• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Pemerintah China Bantah Tuduhan Komisi Eropa Soal Distorsi dalam Perdagangan Global

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 19 Juni 2025 - 15:05
in Internasional
guo

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun. Foto: ANTARA/Desca Lidya Natalia

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah China membantah tuduhan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dalam KTT G7 yang menyebut bahwa Tiongkok melakukan “distorsi” dalam perdagangan global karena menyebabkan kelebihan kapasitas industri dan penggunaan subsidi yang berlebihan.

“Kami menyatakan ketidakpuasan yang kuat dan penentangan tegas terhadap pernyataan yang tidak berdasar dan bias yang mencerminkan standar ganda,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Rabu (18/6/2025).

BacaJuga:

Di Forum Parlemen Dunia, BKSAP DPR Serukan Pemberdayaan Generasi Muda

Tiba di New Delhi, Prabowo Siap Hadiri KTT ke-18 BRICS

Diplomasi Prabowo Makin Agresif, Indonesia Disebut Kian Diperhitungkan

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang berlangsung pada 15–17 Juni 2025 berlangsung di Kananaskis, Alberta, Kanada yang dihadiri tujuh negara permanen, yakni Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat (AS). Rusia diskors dari G7 pada tahun 2014 karena aneksasinya di Krimea.

Hadir dalam pertemuan tersebut Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba, Perdana Menteri Kanada Mark Carney serta Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Von der Leyen mengatakan sumber “masalah kolektif terbesar” dalam sistem perdagangan global adalah aksesi China ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 2001 karena membuka pasar internasional untuk produksi massal ekspor berbiaya rendah, akibat selanjutnya adalah penurunan lapangan kerja manufaktur di Eropa dan AS.

“Kebijakan subsidi industri China mengikuti prinsip-prinsip keterbukaan, keadilan, dan kepatuhan, dan secara ketat mematuhi aturan WTO,” tambah Guo Jiakun seperti dilansir Antara.

Industri di China, ungkap Guo Jiakun, telah berkembang pesat karena kerja keras China dalam inovasi, rantai industri dan pasokan yang mapan, partisipasi dalam persaingan pasar penuh, dan sumber daya manusia yang melimpah.

“Industri China mengandalkan kemampuan mereka, bukan subsidi. Sektor energi baru China telah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap tindakan iklim global dan transisi energi,” ungkap Guo Jiakun.

Kisah kelebihan kapasitas yang disebut-sebut, kata Guo Jiakun, tidak lain hanyalah dalih yang digunakan oleh negara-negara terkait untuk bersikap proteksionis, semata-mata karena mereka takut akan daya saing dan pangsa pasar mereka sendiri.

“Masalahnya bukanlah ‘kelebihan kapasitas’, tetapi ‘kecemasan yang berlebihan’,” tegas Guo Jiakun.

Dalam beberapa tahun terakhir, ungkap Guo Jiakun, Uni Eropa telah mengadopsi kebijakan industri dengan subsidi besar-besaran dan dukungan bagi perusahaan-perusahaan Eropa.

Guo Jiakun menyebutkan Eropa sendiri secara terbuka menyerukan ‘preferensi Eropa’. Data pun menunjukkan bahwa dari 2021 hingga 2030, Uni Eropa akan memberikan subsidi senilai lebih dari 1,44 triliun euro (sekitar Rp27 kuadriliun).

Pada 2024, lebih dari 300 miliar euro (sekitar Rp5,6 kuadriliun) subsidi telah dikeluarkan, selain itu ada juga serangkaian perangkat ekonomi dan perdagangan.

“Uni Eropa berupaya meningkatkan pertumbuhan dan daya saingnya. Itu berarti harus meninggalkan standar ganda, bersikap lebih terbuka, dan merangkul kerja sama,” kata Guo Jiakun.

Namun, Guo Jiakun menyebut China tetap terbuka untuk menjaga hubungan baik dengan Uni Eropa serta akan terus menyediakan peluang pasar dan pertumbuhan yang besar bagi perusahaan-perusahaan Eropa.

“Meskipun demikian, kami dengan tegas menentang segala upaya untuk merugikan hak China atas pembangunan atau bahkan menegaskan kepentingan sendiri dengan mengorbankan China,” tegas Guo Jiakun.

Ia berharap Uni Eropa akan bekerja ke arah yang sama dengan China dan bersama-sama membina lingkungan bisnis yang terbuka, transparan, dan tidak diskriminatif serta memungkinkan kedua belah pihak untuk mendapatkan manfaat dan berkembang melalui kerja sama.

Von der Leyen dalam pertemuan G7 memperingatkan ancaman terhadap pembatasan penjualan tujuh mineral tanah jarang, yang oleh von der Leyen digambarkan sebagai “mengkhawatirkan” dan meminta G7 untuk merapatkan barisan dalam “menekan” China.

China dianggap memegang posisi kuasi-monopoli atas 17 elemen logam yang penting untuk membangun teknologi mutakhir. Negara itu menguasai sekitar 60 persen pasokan dunia dan 90 persen kapasitas pemrosesan dan pemurnian.

“Mengingat sifat penggunaan ganda dari barang-barang terkait mineral tanah jarang, China telah mengambil langkah-langkah yang relevan sesuai dengan peraturan tentang pengendalian ekspor barang-barang penggunaan ganda, yang konsisten dengan praktik internasional dan tidak menargetkan negara tertentu,” ungkap Guo Jiakun.

China, kata Guo Jiakun, sesuai dengan hukum, telah menyetujui sejumlah aplikasi lisensi ekspor untuk barang-barang tanah jarang yang relevan yang mematuhi peraturan, dan akan terus meningkatkan pekerjaan peninjauan dan persetujuan.

Di G7, von der Leyen memperingatkan bahwa “kejutan China baru” saat ini sedang berlangsung.

“Tiongkok masih mendefinisikan dirinya sebagai negara berkembang. Ini tidak mungkin. Tiongkok telah menunjukkan keengganannya untuk hidup dalam batasan sistem internasional berbasis aturan,” kata von der Leyen.

Sementara negara lain membuka pasar mereka, China, menurut von der Leyen, berfokus pada pengurangan perlindungan hak kekayaan intelektual, subsidi besar-besaran dengan tujuan mendominasi manufaktur global dan rantai pasokan sehingga hal tersebut menyebabkan distorsi yang disengaja. (dam)

Tags: ChinaKomisi EropaPemerintah ChinaPerdagangan Global

Berita Terkait.

rio
Internasional

Di Forum Parlemen Dunia, BKSAP DPR Serukan Pemberdayaan Generasi Muda

Selasa, 15 September 2026 - 21:35
Ketua DPD RI Dorong Koridor Ekonomi Sumatera Terintegrasi
Internasional

Tiba di New Delhi, Prabowo Siap Hadiri KTT ke-18 BRICS

Sabtu, 12 September 2026 - 11:21
Ada Kejutan di Bagasi Citilink, Penumpang Bisa Dapat Tas hingga Tiket Gratis
Internasional

Diplomasi Prabowo Makin Agresif, Indonesia Disebut Kian Diperhitungkan

Jumat, 4 September 2026 - 20:05
Berseteru dengan Menhan Hegseth, Pentinggi Angkatan Darat AS Mundur
Internasional

Berseteru dengan Menhan Hegseth, Pentinggi Angkatan Darat AS Mundur

Selasa, 1 September 2026 - 11:17
tni
Internasional

Intelijen Ukraina Sebut 8 WNI Direkrut Rusia untuk Perang

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:57
Muktamar ke-35 NU Sepakati AHWA dan Larangan Rangkap Jabatan
Internasional

Demokrasi Hijau Mendunia, Indonesia Jadi Tuan Rumah ISC-3 2027

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:01

OLAHRAGA

Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13
Olahraga

Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13

Editor Dilianto
Rabu, 16 September 2026 - 19:17

INDOPOSCO.ID – Ada masa ketika Ketapang Junior FA bahkan kesulitan mencetak satu gol. Kekalahan 0-17 dan 0-11 pernah menjadi bagian...

SelengkapnyaDetails
FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung

FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung

Rabu, 16 September 2026 - 15:43
hardiyanto

Cetak Sejarah Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Jakarta Barat Banjir Bonus dari Kenneth

Rabu, 16 September 2026 - 09:30
Gantikan Purbaya, Suahasil Nazara Hadapi Tantangan Jaga Kredibilitas APBN

Lepas 6 Karateka ke Asian Games 2026, Forki Bidik 2 Emas dan Tantang Jepang

Selasa, 15 September 2026 - 09:45
Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Senin, 14 September 2026 - 14:45

BERITA POPULER

  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1664 shares
    Share 666 Tweet 416
  • Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1161 shares
    Share 464 Tweet 290
  • Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    1141 shares
    Share 456 Tweet 285
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1067 shares
    Share 427 Tweet 267
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.