INDOPOSCO.ID – Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (SZRU) menyatakan bahwa Rusia merekrut warga asing secara sistematis untuk bertempur di garis depan, termasuk delapan warga negara Indonesia (WNI).
Laman resmi SZRU menyebutkan bahwa bagi Kremlin, rekrutan asing memiliki beberapa tujuan sekaligus, terutama untuk mengisi kekosongan personel untuk mendukung narasi tentang dugaan dukungan global terhadap operasi militer khusus tersebut.
“Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina telah memperoleh dokumen mengenai setidaknya delapan warga negara Indonesia yang direkrut ke dalam barisan pasukan pendudukan RF (tentara bayaran Rusia),” tulis SZRU dalam laman resminya dilihat Senin (31/8/2026).
SZRU juga menyebutkan bahwa alasan lain merekrut warga asing adalah meningkatnya ketidakpuasan domestik terhadap situasi sosial-ekonomi, perang, dan rencana gelombang mobilisasi baru, yang berakibat pada penurunan jumlah orang bersedia mendaftar secara sukarela. Indonesia telah menjadi contoh terbaru dari pola ini.
Menurutnya, skema yang digunakan Moskow untuk merekrut “bahan bakar meriam” asing telah diuji coba di puluhan negara lain.
“Janji gaji tinggi, tugas non-tempur, kewarganegaraan Rusia yang dipercepat, dan tunjangan sosial menarik orang-orang yang, lebih sering dari pada tidak, tidak tahu ke mana sebenarnya mereka dikirim,” jelasnya.
Pola yang sama sebelumnya telah diterapkan terhadap warga negara Nepal, Kuba, Kenya, dan India. Sebagian besar dari mereka berakhir di garis depan tanpa pelatihan apa pun, dan beberapa di antaranya tewas dalam beberapa minggu pertama. (dan)























