• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pasar Batu Bara Indonesia Diyakini Tetap Stabil di Tengah Transisi Energi Dunia

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 18 Juni 2025 - 02:06
in Ekonomi
Cerah

Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA) Hendra Sinadia (kedua kanan) dalam taklimat media yang digelar oleh CERAH dan Energy Shift Institute (ESI) di Jakarta, Selasa (17/6/2025). (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA) Hendra Sinadia meyakini bahwa prospek pasar batu bara Indonesia akan tetap stabil di tengah kebijakan dan tren transisi energi global.

Pernyataan tersebut disampaikan Hendra dalam taklimat media yang digelar CERAH di Jakarta, Selasa, merespons laporan terbaru dari Energy Shift Institute (ESI) berjudul “Coal in Indonesia Paradox of Strength and Uncertainty”.

BacaJuga:

Pertamina NRE Gaungkan “AKU NET-ZERO HERO”, Ajak Publik Jadi Bagian Solusi Iklim

MINE Tebar Dividen di Tengah Ekspansi, Sinyal Percaya Diri Pasca IPO

Sambut Bulan Literasi Kripto 2026, Upbit Indonesia Perkuat Edukasi Kripto Lewat Roadshow di Berbagai Kota

Laporan tersebut menekankan bahwa perusahaan batu bara Indonesia perlu segera bertransisi. Salah satu alasannya adalah lanskap energi global yang bergeser, terutama di China selaku importir batu bara terbesar Indonesia, yang lebih dari tiga perempat pertumbuhan permintaan listriknya dipenuhi oleh energi bersih.

“Kami optimistis karena kebijakan China lebih terprediksi, yang berarti masih menguntungkan bagi Indonesia,” kata Hendra seperti dilansir Antara, Selasa (17/6/2025).

Hendra meyakini bahwa meskipun China saat ini gencar mengembangkan energi bersih, batu bara masih akan tetap jadi konsumsi energi primer setidaknya dalam 10 tahun ke depan.

Meskipun ada proyeksi penurunan permintaan batu bara secara bertahap dari China, batu bara Indonesia diprediksi akan tetap diminati. Pasalnya, batu bara Indonesia memiliki kalori yang lebih rendah, dan banyak pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) baru di China dirancang khusus untuk mengakomodasi jenis batu bara ini.

“Penurunan permintaan di China tentu akan berpengaruh, tetapi dampaknya ke Indonesia mungkin tidak akan terlalu signifikan. Ini karena batu bara kita kompetitif, terutama dari segi kualitas,” ucapnya.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada tahun 2024, Indonesia mengekspor 555,34 juta ton batu bara senilai 37,77 miliar dolar AS. Sebagian besar ekspor ini ditujukan ke China dan India, yang merupakan pasar utama batu bara Indonesia.

Sementara itu, laporan ESI menekankan bahwa perusahaan batu bara Indonesia perlu segera melakukan diversifikasi usaha. Meskipun saat ini industri ini meraup keuntungan besar, ketergantungan pada bisnis batu bara tunggal berpotensi menciptakan situasi yang kompleks di masa depan.

ESI juga menggarisbawahi beberapa risiko utama yang dihadapi industri ini: ketergantungan ekspor yang tinggi pada China dan India, yang mencapai 63 persen pada 2023, serta ketergantungan bisnis pada batu bara sebagai komoditas utama yang produksinya hanya ditopang segelintir tambang besar.

Peringatan ESI kian mendesak mengingat lanskap energi global sedang bergeser. Di China, importir batu bara terbesar Indonesia, lebih dari tiga perempat pertumbuhan permintaan listriknya kini dipenuhi oleh energi bersih.

“Ini menunjukkan arah yang tidak bisa lagi diabaikan oleh Indonesia dan harus segera direspons dengan strategis,” demikian laporan ESI. (wib)

Tags: Batu Bara IndonesiaIndonesia Mining Associationtransisi energi global

Berita Terkait.

Pertamina NRE
Ekonomi

Pertamina NRE Gaungkan “AKU NET-ZERO HERO”, Ajak Publik Jadi Bagian Solusi Iklim

Jumat, 24 April 2026 - 22:58
mine
Ekonomi

MINE Tebar Dividen di Tengah Ekspansi, Sinyal Percaya Diri Pasca IPO

Jumat, 24 April 2026 - 19:09
upbit
Ekonomi

Sambut Bulan Literasi Kripto 2026, Upbit Indonesia Perkuat Edukasi Kripto Lewat Roadshow di Berbagai Kota

Jumat, 24 April 2026 - 18:18
Matahari
Ekonomi

MDS Retailing, Evolusi Matahari dalam Menjawab Tren Konsumen Modern

Jumat, 24 April 2026 - 16:06
Pelatihan
Ekonomi

Momentum Kartini 2026, Pertamina Dorong UMKM Naik Level dan Tembus Pasar Global

Jumat, 24 April 2026 - 15:35
BAGS
Ekonomi

Bea Cukai Pacu Industri di Jateng, Produsen Tas Semarang Kantongi Fasilitas Kawasan Berikat

Jumat, 24 April 2026 - 15:15

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1346 shares
    Share 538 Tweet 337
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    838 shares
    Share 335 Tweet 210
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    693 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.