• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Legislator Senayan: Rapat di Luar Kantor Harus Dikaji Agar Tak Disalahgunakan ASN

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 7 Juni 2025 - 22:12
in Nasional
dpr

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf. (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dede Yusuf, merespons pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang memperbolehkan pemerintah daerah menggelar rapat di restoran maupun hotel.

Menurutnya, kebijakan ini harus dikaji secara cermat agar tidak disalahgunakan oleh aparatur sipil negara (ASN).

BacaJuga:

Menteri PANRB Dorong ASN BerAKHLAK dan Adaptif Hadapi Tantangan Birokrasi Masa Depan

Notarace 2026, INI Padukan Olahraga dan Penguatan Wawasan Profesi Notaris

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

“Tujuannya baik, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya dihubungi INDOPOSCO.ID pada Sabtu (7/6/2025).

Dede menjelaskan, APBN dan APBD memang harus berdampak ke masyarakat, termasuk melalui penggerakan sektor perhotelan.

“Tapi, harus ada pembatasan yang jelas. Jangan sampai setiap hari rapat di luar kantor, pegawai malah jarang masuk kerja,” ujarnya.

Legislator Fraksi Demokrat itu mengingatkan, relaksasi aturan soal lokasi rapat tidak boleh dijadikan dalih untuk menghindari tanggung jawab kedinasan.

“Jika rapat di hotel dilakukan dua hingga tiga kali seminggu secara terus-menerus, hal itu bisa mengganggu efektivitas birokrasi,” jelasnya.

Dede juga menyoroti potensi penyimpangan anggaran di balik kerja sama antara hotel dan instansi pemerintah.

“Jangan ada permainan di balik layar. Kadang hotel kasih diskon khusus, lalu dikembalikan dalam bentuk lain ke oknum pejabat. Ini rawan,” tegasnya.

Dede menekankan pentingnya transparansi dalam penggunaan anggaran untuk kegiatan rapat. Menurutnya, praktik “main mata” antara hotel dan pemerintah justru kontraproduktif terhadap semangat pemulihan ekonomi yang ingin dicapai.

“Kuncinya transparansi. Diskon-diskon dari hotel itu seharusnya bukan untuk dinikmati pejabat, tapi untuk meringankan beban operasional hotel agar tetap hidup. Kalau ada resistensi publik, itu karena kurang terbuka,” tukasnya.

Ia pun menambahkan agar Kementerian Dalam Negeri menyusun pedoman yang tegas dan akuntabel soal kegiatan di luar kantor agar tidak melenceng dari semangat pelayanan publik dan pemulihan ekonomi nasional.

“Harus ada surat edaran agar tidak disalahgunakan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin, menegaskan pentingnya Kemendagri segera menerbitkan pedoman baru terkait relaksasi kebijakan rapat pemerintah daerah di hotel.

Menurutnya, relaksasi tanpa panduan jelas rawan disalahgunakan dan bisa menggerus semangat efisiensi anggaran.

“Industri perhotelan memang perlu disokong, tapi bukan berarti pemda bebas hambur anggaran. Harus ada batas dan arah yang jelas,” tegas Khozin.

Ia mengusulkan agar SE Mendagri Nomor 900/833/SJ yang diterbitkan 23 Februari 2025 direvisi.

Hal ini sebagai penyesuaian atas Inpres Nomor 1 Tahun 2025 yang menekankan efisiensi dan pembatasan kegiatan seremonial.

Khozin meminta Kemendagri tidak asal terbitkan kebijakan tanpa kajian mendalam.

“Kebijakan jangan plin-plan. Rakyat butuh kepastian, bukan kebingungan,” tandasnya. (fer)

Tags: ASNDPR RIKomisi II DPR RILegislatorRapat di Luar Kantor

Berita Terkait.

rini
Nasional

Menteri PANRB Dorong ASN BerAKHLAK dan Adaptif Hadapi Tantangan Birokrasi Masa Depan

Senin, 15 Juni 2026 - 02:02
irfan
Nasional

Notarace 2026, INI Padukan Olahraga dan Penguatan Wawasan Profesi Notaris

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:23
komdigi
Nasional

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:02
Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket
Nasional

Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:05
Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus
Nasional

Menangkap Pergeseran Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:06
Meutya Hafid
Nasional

Menkomdigi Soroti Ilusi Algoritma: Linimasa Bukan Gambaran Utuh Kenyataan

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:04

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    5208 shares
    Share 2083 Tweet 1302
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1517 shares
    Share 607 Tweet 379
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    989 shares
    Share 396 Tweet 247
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1538 shares
    Share 615 Tweet 385
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.