• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Syarat Kepentingan Oligarki, Isu Lingkungan Rentan Disuarakan

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 4 Juni 2025 - 12:34
in Nasional
Diskusi-Isu-Lingkungan
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Isu lingkungan menjadi isu yang berisiko tinggi untuk disuarakan, karena terkait dengan kepentingan-kepentingan oligarki politik yang didukung oleh pendengung yang membanjiri ekosistem informasi.

Pernyataan tersebut diungkapkan Pemimpin Umum Project Multatuli, Evi Mariani dalam keterangan, Rabu (4/6/2025). Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi jurnalis, social campaigner, dan content creator untuk menyuarakan suara yang diabaikan dan isu-isu yang tidak didengar.

BacaJuga:

Akreditasi Unggul LAM Teknik, Teknik Elektro Untar Perkuat Mutu Pendidikan dan Inovasi

Wamendagri Ribka: Indonesia Timur Punya Peran Penting Wujudkan Indonesia Emas 2045

Wamendiktisaintek Fauzan: Talenta Muda Jangan Cuma Jadi Penonton Bioenergi

“Ada banjir informasi namun di lain sisi ada kekeringan dari isu-isu yang diabaikan dan suara-suara yang tidak didengar,” katanya.

Ia menyatakan perlunya memetakan siapa saja yang bisa berkolaborasi secara strategis.

“Kekuatan masyarakat sipil adalah kekuatan-kekuatan kecil yang bertaut dan bekerja sama,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Michelle Winowatan selaku Impact Strategy and Partnership Lead Purpose menjelaskan, gerakan sosial rentan terhadap disinformasi dan kebisingan dari buzzer yang mengaburkan informasi.

“Perlu ada komunikator yang kredibel dan terpercaya di berbagai isu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, survei terbaru yang dilakukan oleh Purpose menunjukkan masyarakat muslim Indonesia paling percaya kepada pemuka agama soal isu lingkungan.

“Kepercayaan dan kredibilitas akan berpotensi berlanjut ke aksi yang lebih besar karena kepercayaan dinilai lebih berharga dari kebenaran,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pendekatan hyperlocal yang lebih efektif untuk demografi Indonesia.

“Pesan utama menyesuaikan dengan masyarakat yang beragam karena sebetulnya mereka punya pengetahuan dan kapabilitas namun terhambat secara struktural,” jelasnya.

Aktor dan aktivis lingkungan Nicholas Saputra mengungkapkan, secara alami kampanye yang berfokus pada satu isu akan lebih mudah dilakukan.

“Memang sulit untuk membuat satu isu spesifik bisa relevan dengan jutaan orang tapi bekerja dengan komunitas kecil akan lebih mudah karena itu isu yang betul-betul kita ketahui,” jelasnya.

Ia menerangkan pola-pola kampanye seperti ini akan menjadi semacam bentuk antitesis dari dominasi algoritma media sosial.

“Namun tetap saja ada godaan untuk di-like oleh dua juta orang,” ujarnya.

Sementara itu, Indonesia Country Director Purpose, Longgena Ginting menyatakan, dampak yang paling bermakna dari gerakan sosial adalah dampak yang dibangun bersama lewat pendekatan berbasis cerita, komunikasi, dan aksi komunitas.

“Gerakan sosial adalah nadi perubahan sistemik, dan komunikasi yang dibangun secara strategis adalah senjatanya,” jelas Longgena.

Dia menjelaskan, kekuatan narasi menjadi landasan Purpose untuk membangun komunikasi strategis dengan semangat movement generosity yakni semangat berbagi pengalaman, strategi, bahkan kegagalan untuk memperkuat gerakan secara kolektif.

“Meski cara-caranya berganti namun esensi komunikasi tetap relevan dalam gerakan,” jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta yang juga pendiri dan penasihat NALAR Institute dan Centre for Innovation Policy & Governance (CIPG) Yanuar Nugroho. Ia mengatakan, pendekatan populisme cenderung menjadi cara penyelesaian masalah publik.

Ini, menurutnya, membuat persoalan kompleks disederhanakan menjadi sentimental dan emosional. Hal ini menimbulkan kondisi disonansi kognitif atau tekanan psikologis ketika sejumlah informasi tidak konsisten satu sama lain.

“Narasi empatik dapat mengatasi situasi ini. Komunikasi yang efektif harus menyentuh sisi emosional, bukan hanya rasional,” kata Yanuar.

Diketahui, beberapa inisiatif kampanye dan gerakan publik untuk isu lingkungan telah dilakukan oleh Purpose. Melalui MOSAIC (Muslims for Shared Action on Climate Impact) Purpose menggagas program pemberdayaan umat untuk mendorong aksi iklim di Indonesia melalui skema Sedekah Energi, Wakaf Hutan, dan Umat Untuk Semesta. Purpose juga meluncurkan “Jogja Lebih Bike” untuk mengurangi polusi udara dan emisi karbon.

Sementara di Bali, Purpose berkolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat mendorong narasi tentang pengurangan emisi sektor industri pariwisata Bali melalui Kembali Becik. (nas)

Tags: Informasiisu lingkunganOligarki

Berita Terkait.

untar
Nasional

Akreditasi Unggul LAM Teknik, Teknik Elektro Untar Perkuat Mutu Pendidikan dan Inovasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:02
ribka
Nasional

Wamendagri Ribka: Indonesia Timur Punya Peran Penting Wujudkan Indonesia Emas 2045

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:29
fauzan
Nasional

Wamendiktisaintek Fauzan: Talenta Muda Jangan Cuma Jadi Penonton Bioenergi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:09
wiyagus
Nasional

Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Eliminasi TB di Sumsel

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:18
Tanda-Tangan
Nasional

PMEP-Ruangguru Tingkatkan Kapasitas Guru Sanggar Bimbingan di Malaysia Lewat Program CHARISMA

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:07
Ojol
Nasional

Jadi Usul Inisiatif DPR, RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Benahi Upah Layak Buruh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:05

OLAHRAGA

Trophi-Carabao
Olahraga

Ada MU vs Brighton hingga Liverpool vs Tottenham, Ini Drawing Babak Ketiga Carabao Cup

Editor Ali Rachman
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:20

INDOPOSCO.ID - Babak ketiga Carabao Cup 2026/2027 belum dimainkan, tetapi panasnya sudah terasa sejak hasil undian diumumkan. Sejumlah klub Premier...

SelengkapnyaDetails
YKK-Real Madrid Foundation Nyalakan Mimpi Anak Indonesia lewat Sepak Bola

YKK-Real Madrid Foundation Nyalakan Mimpi Anak Indonesia lewat Sepak Bola

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:05
Trophi-Liga-Champions

Drawing Liga Champions: Deretan Bigmatch Langsung Hiasi Fase Liga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:47
Piala-AFF

Bekuk Tailan di Final AFF, Kim Sang Sik Ukir Sejarah untuk Vietnam

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:43
RF

Jakarta Jadi Saksi, RF ONLINE NEXT Bawa Kejutan Besar untuk Player Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:03

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.