INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Malaysia EP (PMEP) berkolaborasi dengan Ruangguru meluncurkan program CHARISMA (Character and Human Integrity Strengthening Through Mentorship & Action) untuk memperkuat kapasitas guru dalam membangun karakter dan integritas siswa di Sanggar Bimbingan (SB) Malaysia.
Program tersebut menyasar 10 guru Indonesia yang mengajar di Sanggar Bimbingan di Malaysia. Implementasi program direncanakan berlangsung selama tiga hingga empat bulan dengan pengukuran dampak yang mencakup peningkatan kompetensi guru serta kontribusinya terhadap perkembangan karakter siswa.
Melalui program CHARISMA, PMEP dan Ruangguru mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang reflektif, inklusif, dan berkelanjutan. Program ini juga diharapkan dapat membantu guru menerapkan pembiasaan positif dalam lingkungan sekolah.
Dalam pelaksanaannya, PMEP dan Ruangguru menyiapkan tiga topik utama dalam workshop, yakni Perencanaan Pembelajaran Karakter yang Bermakna, Pengembangan Media dan Aktivitas Pembelajaran Karakter, serta Asesmen, Monitoring, dan Pelaporan Perkembangan Karakter Murid.
Pelaksanaan program tersebut turut mendapatkan pengawasan langsung dari Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.
Manager Relations PMEP, Dhaneswari Retnowardhani, mengatakan Program CHARISMA merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.
Menurutnya, program tersebut juga menjadi bentuk penerapan pembelajaran berbasis aksi nyata yang mengacu pada Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, khususnya terkait pembiasaan dalam budaya sekolah.
“Program CHARISMA lahir dari hasil pemetaan sosial yang kami lakukan di sekolah binaan. Dari pemetaan sosial tersebut, kami melihat adanya kebutuhan untuk memperkuat pendidikan karakter di kelas,” ujar Dhaneswari, dikutip Sabtu (29/8/2026).
Ia menjelaskan, kebutuhan tersebut mendorong PMEP untuk memberikan peningkatan kapasitas kepada para guru dengan menggandeng Ruangguru sebagai mitra yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan.
“Melalui program CHARISMA, kami berharap dapat mengasah dan meningkatkan kemampuan pedagogis guru dalam merancang, memantau, dan mendokumentasikan pembelajaran karakter secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan,” katanya.
Program CHARISMA mendapat respons positif dari para guru yang mengikuti pelatihan. Salah satunya Yanti Surati, tenaga pendidik di SB Gumut, yang menilai kegiatan tersebut memberikan perspektif baru dalam mengembangkan sekaligus memperkuat karakter siswa.
“Dengan peningkatan kapasitas dan metode yang diberikan, kegiatan ini memberikan kami spektrum yang lebih luas dan efektif dalam meningkatkan kepercayaan dan karakter siswa kami,” ujar Yanti.
Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa di Sanggar Bimbingan.
Sementara itu, Trainer Ruangguru, Purnama Palupessy mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pihaknya untuk berbagi pengetahuan dan metode pembelajaran karakter kepada para guru di Sanggar Bimbingan.
“Kami berkomitmen untuk mendampingi guru-guru dalam berbagi metode pembelajaran karakter di kelas mereka yang aplikatif dan adaptif,” ucapnya.
Melalui Program CHARISMA, PMEP menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas tenaga pendidik di sekolah binaan. Peningkatan kompetensi guru diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan terhadap perkembangan karakter dan kualitas pendidikan siswa, khususnya anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.
Ke depan, PMEP berharap kolaborasi dengan berbagai pihak dalam bidang pendidikan dapat terus dikembangkan untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi siswa di sekolah binaan.(srv)























