• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Nilai Medsos dan Patroli Lebih Efektif Cegah Kriminal, Warga: Proyek CCTV Dinilai Untungkan Vendor, Bukan Rakyat

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 4 Juni 2025 - 12:14
in Megapolitan
Kawasan-Padat-Penduduk

Kawasan padat penduduk di Jl Badila II, Tangki Timur, Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat. Foto: Feris Pakpahan/INDOPOSCO.ID

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah derasnya wacana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk memperluas pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) dengan dalih keamanan, suara rakyat justru menuntut hal yang lebih mendasar bantuan sosial dan lapangan kerja.

Warga dari berbagai lapisan menilai kebijakan tersebut tak selaras dengan kebutuhan nyata masyarakat yang prorakyat.

BacaJuga:

Berlibur di Akhir Pekan, Waspadai Potensi Hujan di Jakarta Hari Ini

Peringatan Dini BMKG, Waspadai Potensi Hujan di Jakarta Akhir Pekan Ini

Penggerebekan Kampung Boncos: 3 Orang Ditangkap, Sajam dan Sabu Disita

Menurut mereka, program seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), serta peluang kerja yang konkret jauh lebih mendesak daripada pemasangan kamera pengawas di sudut-sudut kota.

“Anak-anak kami butuh pendidikan, dapur kami butuh asap, bukan ditonton kamera,” kata Rizal (45) warga RW 02 Pademangan Barat, Jakarta Utara ditemui INDOPOSCO.ID pada Rabu (4/6/2025).

Firdaus (40) warga RT 10 Pademangan Barat juga menyoroti efektivitas CCTV yang dinilai belum signifikan dalam pencegahan kriminalitas.

Justru, banyak warga mengaku lebih percaya kepada kekuatan media sosial sebagai alat pelaporan yang cepat dan berdampak.

“Kalau ada kejadian, lebih cepat viral di TikTok atau Instagram. Polisi baru turun setelah ramai,” ujar.

Lebih lanjut, aparat kepolisian pun selama ini telah melakukan patroli rutin, yang dianggap cukup sebagai tindakan preventif.

“Adanya patroli kepolisian dan siskamling juga sudah cukup dan sangat aman,” jelasnya.

Dalam kondisi seperti ini, Ahmad Jarot warga Tangki Timur, Jakarta Pusat mempertanyakan urgensi proyek CCTV besar-besaran yang dinilai lebih menguntungkan vendor teknologi daripada rakyat.

Di sisi lain, janji-janji pembukaan lapangan kerja yang pernah digaungkan jelang pemilu masih tak jelas wujudnya. Banyak warga menilai, alokasi anggaran seharusnya fokus pada kesejahteraan ekonomi rakyat, bukan proyek yang hanya terlihat maju di permukaan tapi kosong di perut rakyat.

“Jangan biarkan rakyat terus diawasi, tapi tidak diberdayakan,” tandasnya.

Desakan agar pemerintah lebih berpihak kepada rakyat kecil kini menggema. Warga menuntut agar suara mereka tidak hanya didengar menjelang pemilu, tapi juga saat kebijakan sedang disusun.

“Mana janji kampanye yang katanya demi kesejahteraan warga,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, mengkritik kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta terkait pengadaan closed circuit television (CCTV) yang dinilai tidak berpihak pada kebutuhan mendesak warga.

Ia menilai program tersebut tidak selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan efisiensi dan keberpihakan anggaran kepada rakyat.

“Anggaran besar yang dimiliki Pemprov Jakarta seharusnya diprioritaskan untuk warga, bukan justru memperbanyak CCTV,” katanya kepada INDOPOSCO.ID pada Senin (2/6/2025).

Legislator dapil Provinsi Jakarta itu menilai langkah Pemprov Jakarta itu bertolak belakang dengan arah kebijakan Presiden Prabowo yang menjunjung tinggi prinsip efisiensi anggaran.

“Meskipun pengadaan CCTV diklaim menggunakan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR),” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan publik tidak hanya soal asal-muasal anggaran, tetapi juga prioritas dan dampaknya terhadap rakyat.

“Pertama, keberadaan CCTV akan efektif hanya jika penegakan hukum berjalan dengan baik,” ucapnya.

“Tanpa penegakan hukum yang tegas dan konsisten, CCTV seringkali sekadar formalitas mati, rusak, dan tidak bisa dijadikan bukti hukum,” imbuhnya.

Kedua, lanjut Mardani, karakter sosial masyarakat Jakarta dan Indonesia mengedepankan semangat gotong royong dan kebersamaan.

“Karena itu, anggaran termasuk CSR lebih baik dialokasikan untuk program pemberdayaan RT dan RW, yang lebih menyentuh langsung kehidupan warga,” jelasnya.

Ketiga, yang paling urgen saat ini adalah penciptaan lapangan kerja. Ini kebutuhan riil warga yang seharusnya dijawab oleh Pemprov Jakarta.

“Dana CSR seharusnya diarahkan untuk menciptakan ekosistem ekonomi kerakyatan, bukan sekadar infrastruktur pengawasan,” kata dia.

Politikus PKS itu menegaskan bahwa visi Indonesia Emas yang digagas pemerintahan ke depan menuntut keberpihakan anggaran pada sektor produktif, bukan pada proyek-proyek yang rawan mubazir.

“Pemprov Jakarta harus segera menyelaraskan kebijakan fiskal dan program-programnya agar sejalan dengan arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ini bukan sekadar efisiensi, tapi soal keberpihakan pada rakyat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Provinsi Jakarta Pramono Anung menjelaskan, penambahan 100 CCTV membuat total 1.500 CCTV yang tersebar di wilayah Jakarta.

“Kita sudah ada 1.400 CCTV di tempat-tempat strategis, sekarang jadi 1.500 yang tersebar termasuk di 12 taman yang kita buka 24 jam,” jelas Pram.

Sementara itu, Kepala Diskominfotik Provinsi Jakarta Budi Awaludin menerangkan bahwa 100 CCTV ini telah dipasang di beberapa taman dan lokasi rawan dengan menggunakan dana CSR dari sektor swasta.

“100 ini kita pasang di beberapa taman seperti Tebet Eco Park, Taman Langsat yang buka 24 jam. Lalu, di beberapa RT dan RW di kelurahan yang rawan bencana. Di antaranya kita pasang tiga di daerah Kebon Jeruk,” tandas Budi. (fer)

Tags: CCTVkeamanankriminalpatroliPemprov DKI Jakarta

Berita Terkait.

Stasiun
Megapolitan

Berlibur di Akhir Pekan, Waspadai Potensi Hujan di Jakarta Hari Ini

Minggu, 1 November 2026 - 08:18
Perkuat Layanan Wholesale Banking, BRI Luncurkan Qlola Mobile
Megapolitan

Peringatan Dini BMKG, Waspadai Potensi Hujan di Jakarta Akhir Pekan Ini

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:35
boncos
Megapolitan

Penggerebekan Kampung Boncos: 3 Orang Ditangkap, Sajam dan Sabu Disita

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:06
strada
Megapolitan

5 Siswa SMK Strada 1 Rampungkan Magang 4 Bulan di BumiMas Permata Group

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 04:04
oplet
Megapolitan

Kopi Oplet Dukung Pelestarian Budaya Betawi lewat Drama Musikal Raja Linglung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:37
Heboh ‘Mahasiswa’ Gadungan di Acara Sumpah Pemuda, Mabes Polri Bilang Begini
Megapolitan

Heboh ‘Mahasiswa’ Gadungan di Acara Sumpah Pemuda, Mabes Polri Bilang Begini

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:15

OLAHRAGA

bca
Olahraga

Runvestasi 2026 Dimulai, BCA Ajak Masyarakat Lari Sehat Sekaligus Belajar Investasi

Editor Ali Rachman
Senin, 2 November 2026 - 04:14

INDOPOSCO.ID - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi membuka kompetisi lari dan investasi bertajuk Runvestasi 2026: Wealth Life Balance...

SelengkapnyaDetails
Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39
Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57

BERITA POPULER

  • MUI

    Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1758 shares
    Share 703 Tweet 440
  • Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5159 shares
    Share 2064 Tweet 1290
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1009 shares
    Share 404 Tweet 252
  • Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

    888 shares
    Share 355 Tweet 222
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.