• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Proyek CCTV Dinilai Boros dan Tak Pro Rakyat, Pengamat: Proyek itu Titipan Siapa?

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 31 Mei 2025 - 19:24
in Megapolitan
Trubus Rahardiansyah

Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansyah. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rencana penambahan kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) di sejumlah titik Kota Jakarta menuai kritik.

Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansyah, menilai program tersebut bukan prioritas mendesak, dan justru berpotensi memboroskan anggaran daerah.

BacaJuga:

2 ART Lompat dari Lantai 4 di Benhil, Polisi Periksa Majikan

Melalui Kajian Agama, Komunitas Punk Tebar Kebaikan Bersama Corps Dai Dompet Dhuafa

Maraknya Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, DPR RI Desak Inspeksi Jajanan dan Perbaikan Kualitas Sungai

“CCTV itu nggak perlu banget ditambah-tambahin. Manfaatkan saja yang sudah ada,” kata Trubus saat dihubungi, Sabtu (31/5/2025).

Menurutnya, justru yang jauh lebih urgen saat ini adalah perbaikan sanitasi dan sistem drainase.

“Itu yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar warga Jakarta,” ujarnya.

Lanjut Trubus, ketimbang sibuk menambah perangkat elektronik yang mahal dan belum tentu efektif, Gubernur Pramono seharusnya memaksimalkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) yang melibatkan partisipasi aktif warga.

Ia menyebut, pendekatan berbasis masyarakat jauh lebih efisien dan membangun solidaritas sosial.

“Gubernur Pramono harus berani optimalkan kembali siskamling. Ini bukan hanya soal keamanan, tapi juga memberdayakan masyarakat untuk terlibat langsung. Selama ini belum terlihat keseriusan ke arah sana,” tandasnya.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung soal ketidakjelasan nasib lowongan kerja yang sempat dibuka Pemerintah Provinsi Jakarta beberapa waktu lalu.

Trubus mendorong agar Gubernur Pramono lebih transparan dan fokus menyelesaikan hal-hal yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan warga.

“Daripada menambah CCTV yang anggarannya tidak kecil, lebih baik perjelas status rekrutmen tenaga kerja yang sempat diumumkan,” jelasnya.

“Ini menyangkut harapan ribuan warga Jakarta yang menunggu kejelasan,” tambahnya.

Trubus menutup kritiknya dengan menegaskan bahwa anggaran daerah harus diarahkan pada sektor-sektor yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Seperti sanitasi, drainase, dan pemberdayaan warga melalui siskamling disebutnya sebagai program yang lebih relevan dan berkeadilan.

“Jangan sampai program penambahan CCTV yang kurang optimal menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan menjadi masalah bagi Gubernur Pramono,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 100 CCTV baru telah dipasang di lima wilayah Jakarta untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman masyarakat, terutama saat beraktivitas di malam hari.

Wakil Ketua DPRD Provinsi dari Fraksi PDIP, Ima Mahdiah, berharap jumlah CCTV terus bertambah, khususnya di kawasan rawan kriminalitas seperti pencurian kendaraan dan kejahatan asusila.

Senada, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jakarta Rany Mauliani menilai keberadaan CCTV juga bermanfaat sebagai alat bukti bila terjadi tindak kriminal.

Gubernur Jakarta Pramono menjelaskan, dengan tambahan ini, total CCTV di Jakarta kini mencapai 1.500 unit yang tersebar di titik strategis, termasuk di 12 taman yang beroperasi 24 jam.

Sementara itu, Kepala Diskominfotik DKI Budi Awaludin menyebut CCTV baru dipasang di sejumlah taman seperti Tebet Eco Park dan Taman Langsat, serta di beberapa RT/RW rawan bencana, termasuk tiga titik di Kebon Jeruk. (fer)

Tags: Proyek CCTVtrubus rahardiansyah

Berita Terkait.

Garis-Polisi
Megapolitan

2 ART Lompat dari Lantai 4 di Benhil, Polisi Periksa Majikan

Jumat, 24 April 2026 - 08:38
Kajian
Megapolitan

Melalui Kajian Agama, Komunitas Punk Tebar Kebaikan Bersama Corps Dai Dompet Dhuafa

Kamis, 23 April 2026 - 23:13
ikan sapu
Megapolitan

Maraknya Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, DPR RI Desak Inspeksi Jajanan dan Perbaikan Kualitas Sungai

Kamis, 23 April 2026 - 18:28
sedayu
Megapolitan

All Sedayu Hotel Kelapa Gading Perkuat Komitmen Ramah Lingkungan Lewat Inisiatif Berkelanjutan

Kamis, 23 April 2026 - 17:47
pln
Megapolitan

Gangguan Listrik di Jakarta, PLN Kerahkan Tim Intensif Pulihkan Sistem

Kamis, 23 April 2026 - 15:15
bc2
Megapolitan

Bea Cukai Tanjung Priok Hibahkan 1.900 Peralatan Berkuda untuk Dukung Prestasi Nasional

Kamis, 23 April 2026 - 15:05

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1331 shares
    Share 532 Tweet 333
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    909 shares
    Share 364 Tweet 227
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    808 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    689 shares
    Share 276 Tweet 172
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.