• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Kasus Keracunan Terulang, Mitigasi Risiko Progam MBG Payah!

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 17 Mei 2025 - 10:43
in Headline
SPPG-palmerah

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Palmerah, Jakarta Barat tengah mempersiapkan makanan untuk didistribusikan ke sejumlah siswa. Foto: Dhika Alam Noor / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti kasus keracunan makanan akibat program makan bergizi gratis (MBG) terjadi lagi. Terbaru kasus tersebut mencuat di Bogor, Jawa Barat. Ratusan siswa dari TK hingga SMA menjadi korban. Karenanya mitigasi risiko harus dimatangkan.

Berdasar rangkuman sejumlah sumber, keracunan makanan atau ‘food poisoning’ disebabkan beberapa hal. Ini di antaranya bakteri, virus, parasite dan zat berbahaya lainnya.

BacaJuga:

Di Lautan Massa Buruh, Prabowo Tegaskan Janji Tak Gentar Bela Rakyat

Pidato Emosional Prabowo di May Day 2026: Dari Dukungan Buruh ke Janji Perjuangan

Prabowo Sebut Nasionalisme dan Hilirisasi Jadi Senjata Hadapi Tantangan Global

Beberapa bakteri berbahaya bila tercampur dalam makanan adalah Salmonella, E. coli, Staphylococcus aureus, dan Listeria. Begitupun virus seperti norovirus, rotavirus, dan hepatitis A dapat menyebar dalam makanan atau minuman.

Wakil ketua KPAI Jasra Putra mengingatkan pengawasan program MBG tidak boleh ada yang berlubang alias tidak berada dalam monitoring. Serta harus mampu mengurangi dampak yang berpotensi membahayakan penerima program tersebut.

“Artinya selain program penyajian makanan tiap hari, juga penting jaminan mitigasi risiko, dengan dilengkapi layanan rujukan yang cepat dan tepat dalam penanganan ketika ada Kejadian Luar Biasa keracunan makanan,” kata Jasra melalui gawai, Jakarta, Sabtu (17/5/2025).

KPAI telah melakukan rapat koordinasi daerah bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Tasikmalaya, menyusul terjadinya keracunan makanan program MGB. Hasilnya, mengambil peran memitigasi kasus kasus yang tidak dinginkan, termasuk keracunan makanan.

“Jadi saya kira kasus keracunan MBG penting segera didialogkan, pemerintah daerah perlu aktif, meski ini program dari pemerintah pusat,” ujar Jasra.

Selain itu, partisipasi pengawasan masyarakat dan media sosial sangat penting, agar tidak ada korban yang terlewat.

“Tidak ada pengawasan atau jengkal pun yang terlewat. Ataupun jika kembali terjadi kasus keracunan makanan, dapat lebih cepat tertangani,” ucap Jasra.

Ia menambahkan, perlu ada ‘political will’ bersama untuk membangun sistem baik dengan belajar pengalaman yang sudah ada. Segera diduplikasi, agar tidak kembali berjatuhan korban.

Peristiwa keracunan makanan pasca konsumsi MBG menyebabkan Dinas Kesehatan menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah Bogor. Tercatat, ada 233 siswa menjadi korban keracunan akibat program MBG. (dan)

Tags: keracunanKPAImbg

Berita Terkait.

woo
Headline

Di Lautan Massa Buruh, Prabowo Tegaskan Janji Tak Gentar Bela Rakyat

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:02
pidato
Headline

Pidato Emosional Prabowo di May Day 2026: Dari Dukungan Buruh ke Janji Perjuangan

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:22
bowo
Headline

Prabowo Sebut Nasionalisme dan Hilirisasi Jadi Senjata Hadapi Tantangan Global

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:01
buruh
Headline

5.000 Buruh Gelar Aksi May Day di DPR, Simak Rute dan Jadwalnya

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:30
bowo
Headline

Prabowo Hadiri May Day 2026 di Monas, Dengarkan Aspirasi 300 Ribu Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:19
Siaga, 24.980 Personel Aparat Gabungan Kawal Aksi May Day di Jakarta Hari Ini
Headline

Siaga, 24.980 Personel Aparat Gabungan Kawal Aksi May Day di Jakarta Hari Ini

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:25

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2556 shares
    Share 1022 Tweet 639
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1498 shares
    Share 599 Tweet 375
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1028 shares
    Share 411 Tweet 257
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    783 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.