• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Rusia Nilai Pasukan Eropa di Ukraina sebagai Ancaman Langsung

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 12 Mei 2025 - 09:09
in Internasional
rusia

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov. Foto : Antara/Anadolu/py

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rusia menegaskan tidak dapat menerima kehadiran “pasukan penjaga perdamaian” dari negara-negara Eropa di wilayah Ukraina, demikian disampaikan Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.

“Tidak, kami tidak bisa,” ujar Peskov kepada ABC News saat ditanya apakah Rusia bersedia menerima pasukan penjaga perdamaian Eropa di Ukraina.

BacaJuga:

INTCC CONNECT Welcomes Indonesia’s New Ambassador to Thailand, Strengthens Regional Business Collaboration

INTCC CONNECT Sambut Dubes RI Baru di Thailand, Perkuat Kolaborasi Bisnis Regional

Buntut Penculikan WNI, DPR Desak Dunia Internasional Jamin Keamanan Bantuan Gaza

Menurut Peskov, Ukraina justru berupaya menghindari proses perundingan damai, sementara Rusia telah menegaskan kesiapannya untuk melakukan dialog.

Peskov juga menyebut bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump memiliki “pengaruh besar terhadap Ukraina” dan Moskow berharap Trump dapat mendorong Kiev untuk lebih terbuka terhadap perundingan.

Pada 13 Maret lalu, media melaporkan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sedang berupaya membujuk 37 negara untuk membentuk koalisi bernama Koalisi Sukarela (Coalition of the Willing), yang bertujuan mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina serta memberikan jaminan keamanan kepada Kiev.

Dalam pertemuan puncak Koalisi tersebut di Paris pada 27 Maret, Macron menyatakan bahwa sejumlah negara berencana mengirim “pasukan penangkal” ke Ukraina.

Macron menegaskan bahwa inisiatif Prancis-Inggris tersebut tidak akan menggantikan tentara Ukraina maupun berperan sebagai pasukan penjaga perdamaian.

Tujuan utama kehadiran mereka adalah untuk menahan laju Rusia dan akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis yang telah disepakati bersama pihak Ukraina.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Maret lalu menegaskan bahwa kehadiran pasukan dari negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di wilayah Ukraina, dalam bentuk dan misi apa pun — termasuk sebagai penjaga perdamaian –merupakan ancaman langsung terhadap Rusia.

Moskow, kata Lavrov, tidak akan menerimanya dalam kondisi apa pun.
Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) pada tahun lalu juga mengungkapkan bahwa Barat diduga tengah merencanakan pengiriman kontingen penjaga perdamaian berjumlah sekitar 100.000 personel ke Ukraina guna memulihkan kemampuan tempur negara tersebut seperti dilansir Sputnik-OANA melalui Antara.

SVR menyebut skenario tersebut sebagai bentuk pendudukan de facto atas Ukraina. (aro)

Tags: Rusiaukraina

Berita Terkait.

INTCC CONNECT Welcomes Indonesia’s New Ambassador to Thailand, Strengthens Regional Business Collaboration
Internasional

INTCC CONNECT Welcomes Indonesia’s New Ambassador to Thailand, Strengthens Regional Business Collaboration

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:14
INTCC CONNECT Sambut Dubes RI Baru di Thailand, Perkuat Kolaborasi Bisnis Regional
Internasional

INTCC CONNECT Sambut Dubes RI Baru di Thailand, Perkuat Kolaborasi Bisnis Regional

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:04
Sukamta
Internasional

Buntut Penculikan WNI, DPR Desak Dunia Internasional Jamin Keamanan Bantuan Gaza

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:45
Prabowo Hormati Oposisi, Komisi II: Bukti Kepemimpinan Demokratis dan Negarawan
Internasional

Pulangkan 5.112 PMI Ilegal, Kementerian P2MI-MCA Bersinergi Tutup Jalur Tikus

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:34
APBN dan Bea Cukai dalam Menjaga Ekonomi Nasional dan Perlindungi Masyarakat
Internasional

Timwas DPR Wanti-wanti Kepadatan Makkah Jelang Puncak Haji, Minta Jemaah Hemat Tenaga

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:33
wni
Internasional

9 WNI Diculik Israel, Menlu Koordinasi dengan Yordania dan Turki

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:12

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2827 shares
    Share 1131 Tweet 707
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1266 shares
    Share 506 Tweet 317
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    946 shares
    Share 378 Tweet 237
  • Hunian Layak untuk Semua, Fahri Hamzah Luncurkan Gagasan Swasembada Papan 2045

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Gempa Bumi Dangkal Magnitudo 4,4 Guncang Trenggalek di Jawa Timur

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.