• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

RKP 2026 Siap Wujudkan Prioritas Nasional, Wamenkeu Minta K/L Ubah Cara Kerja

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 5 Mei 2025 - 22:02
in Ekonomi
nazara

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) dan Kick Off Meeting Penyusunan RKP Tahun 2026 di Jakarta pada Senin (5/5/2025). Foto: Dok. Kemenkeu

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2026 harus benar-benar selaras dengan prioritas nasional serta arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) dan Kick Off Meeting Penyusunan RKP Tahun 2026 di Jakarta pada Senin (5/5/2025).

BacaJuga:

Indonesia Dinilai Bisa Jadi Magnet Investasi Migas Dunia, Ini Kuncinya

SRC Genap 18 Tahun, Omzet Toko Kelontong Tembus Rp251 Triliun per Tahun

PLN EPI Kantongi Pasokan 48,5 Juta Ton LNG, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Suahasil juga menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam penyusunan anggaran, yakni tidak lagi dimulai dari penghitungan belanja operasional rutin, melainkan dari perancangan program secara menyeluruh terlebih dahulu.

“Kita tahu persis di dalam proses penyiapan anggaran, desain anggaran, biasanya kan bottom up. Kita harus berubah. Programnya yang duluan, bukan operasionalnya yang duluan. Mau bikin program apa, di situ ada belanja operasionalnya. Bukan operasionalnya dulu apa, baru sisa operasional adalah program. Saya minta diubah,” kata Suahasil.

Menurut dia, pendekatan ini diperlukan agar setiap rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) digunakan secara efektif untuk mendanai program-program yang berdampak langsung terhadap masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan.

“Bappenas akan menjadi dirigen dalam menyatukan berbagai kementerian dan lembaga dalam menyusun program prioritas. Kalau mau buat Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), atau program lainnya, harus jelas mana belanja operasional, mana non-operasionalnya. Jadi jangan dibalik, dari seluruh operasional kami kumpulkan dulu, non operasional kumpulkan dulu, sisanya buat program, kebalik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suahasil mendorong seluruh kementerian dan lembaga untuk meninggalkan pola kerja yang bersifat business as usual. Ia berharap RKP 2026 dapat menjadi pedoman dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih sinergis, efektif, dan berorientasi pada hasil nyata.

“Semoga RKP ini menjadi pedoman cara kerja baru kita di dalam menyusun perencanaan, menyusun penganggaran, dan nantinya tentu mendapatkan arahan lebih lanjut dari Bapak Presiden,” tambahnya.

Sebagai informasi, RKP merupakan dokumen perencanaan tahunan yang menjadi acuan utama dalam penyusunan APBN tahun 2026. Dokumen ini akan disusun bersama dengan Kondisi Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF), dan akan dibahas dalam rapat pembicaraan pendahuluan bersama DPR yang dijadwalkan dimulai pada 20 Mei 2025.

Dalam paparannya, Suahasil menyebutkan bahwa RKP 2026 akan difokuskan pada lima arahan strategis Presiden yang diterjemahkan dalam program-program prioritas nasional yang konkret, terukur, dan berdampak yang tersebar dalam seluruh Prioritas Nasional.

Prioritas nasional tahun 2026 fokus kepada program kedaulatan pangan dan energi, yang di dalamnya mencakup optimalisasi Bulog, pelaksanaan lumbung pangan atau food estate, peningkatan bauran ethanol dan biodiesel, energi terbarukan, pengembangan SPAM terintegrasi hulu ke hilir, hingga pengelolaan sampah.

Prioritas lainnya yakni ekonomi yang produktif dan inklusif. Prioritas tersebut terdiri dari program pendidikan dan kesehatan yang di dalamnya terdapat program Makan Bergizi Gratis (MBG), percepatan renovasi sekolah, percepatan rumah sakit daerah, digitalisasi pendidikan, hingga Sekolah Rakyat.

Program lainnya adalah deregulasi dan kepastian hukum, pertahanan semesta, percepatan pertumbuhan ekonomi melalui percepatan hilirisasi sumber daya alam hingga optimalisasi potensi Danantara, adopsi teknologi dan inovasi, percepatan pengentasan kemiskinan melalui program tiga juta rumah hingga koperasi desa/kelurahan merah putih, serta fiskal adaptif dan stabilitas makroekonomi. (her)

Tags: Rencana Kerja PemerintahRKP 2026suahasil nazaraWakil Menteri Keuangan (Wamenkeu)wamenkeu

Berita Terkait.

Indonesia Dinilai Bisa Jadi Magnet Investasi Migas Dunia, Ini Kuncinya
Ekonomi

Indonesia Dinilai Bisa Jadi Magnet Investasi Migas Dunia, Ini Kuncinya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:38
SRC Genap 18 Tahun, Omzet Toko Kelontong Tembus Rp251 Triliun per Tahun
Ekonomi

SRC Genap 18 Tahun, Omzet Toko Kelontong Tembus Rp251 Triliun per Tahun

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:05
PLN EPI Kantongi Pasokan 48,5 Juta Ton LNG, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Ekonomi

PLN EPI Kantongi Pasokan 48,5 Juta Ton LNG, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:47
Maman-Meutya
Ekonomi

Pemerintah Siapkan Aturan Baru, UMKM di Marketplace Bakal Lebih Terlindungi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 06:02
EVS
Ekonomi

Menuju Mobilitas Bersih, PEVS 2026 Kembali Digelar di JIExpo Kemayoran

Sabtu, 23 Mei 2026 - 05:31
Program-Umrah
Ekonomi

Perjalanan Penuh Syukur, AQUVIVA Berangkatkan Penerima Program Umrah ke Tanah Suci

Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:07

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2827 shares
    Share 1131 Tweet 707
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1263 shares
    Share 505 Tweet 316
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    931 shares
    Share 372 Tweet 233
  • Hunian Layak untuk Semua, Fahri Hamzah Luncurkan Gagasan Swasembada Papan 2045

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Gempa Bumi Dangkal Magnitudo 4,4 Guncang Trenggalek di Jawa Timur

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.