• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kemenkes: Pendekatan Militeristik Tanpa Integrasi Pendukung Belum Efektif Atasi Kenakalan Remaja

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Sabtu, 3 Mei 2025 - 22:55
in Nasional
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat menghadiri apel pasukan gabungan Operasi Ketupat Lodaya 2025. Foto: Dok Pemprov Jabar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat menghadiri apel pasukan gabungan Operasi Ketupat Lodaya 2025. Foto: Dok Pemprov Jabar

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Imran Pambudi berpandangan, kebijakan pengiriman siswa bermasalah ke barak militer jika tidak dikoordinasikan dengan sejumlah pihak bukan menjadi solusinya menangani perilaku negatif kelompok remaja.

“Secara umum, pendekatan militeristik keras tanpa integrasi elemen pendukung. Seperti konseling, rehabilitasi, dan keterlibatan keluarga, belum terbukti cukup efektif untuk mengatasi kenakalan remaja di Indonesia,” kata dr. Imran Pambudi kepada INDOPOSCO melalui gawai, Jakarta, Sabtu (3/5/2025).

BacaJuga:

Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

DPR Sebut Kekerasan di Daycare Yogyakarta Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan Jadi Nyata

Di sisi lain, jika terdapat modifikasi yang membuat pendekatan tersebut lebih humanistik dan bersinergi dengan dukungan psikososial, tentu bisa memperbesar kesuksesan program tersebut.

“Maka ada potensi peningkatan keberhasilan,” ujar alumni Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) itu.

Namun, pendekatan yang menangani seseorang atau suatu masalah secara menyeluruh, bukan hanya aspek fisik, tapi mental, emosional, sosial, dan spiritual, serta konteks lingkungan lebih cocok diterapkan terhadap masalah remaja.

“Secara keseluruhan, banyak ahli sepakat bahwa strategi intervensi yang bersifat holistik dan rehabilitatif lebih sesuai dengan konteks budaya dan dinamika perkembangan remaja di Indonesia,” imbuh dr. Imran.

Psikolog klinis Ratih Ibrahim mengatakan, upaya mengirimkan siswa bermasalah masuk barak Tentara Nasional Indonesia (TNI) cukup baik. Namun, harus memperhatikan beberapa hal, salah satunya pedoman pembelajaran.

“Ide yang tidak buruk. Tapi rumusan bermasalahnya apa dulu. Ini penting. Dan kurikulum sekolah di barak militernya itu bagaimana, seperti apa, pelaksanaannya akan seperti apa,” ucap Ratih terpisah lewat gawai, Jakarta, Rabu (30/4/2025).

Selain itu, harus menyiapkan pihak yang mengawasi seluruh kegiatan peserta didik di lingkungan militer tersebut. Termasuk harus dijelaskan cara mendidik dan membimbing mereka.

Program anak nakal dikirimkan ke barak militer merupakan inisiatif Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Hal itu muncul merespons sejumlah kasus kenakalan remaja di Jabar. Seperti tawuran, minum alkohol hingga mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

Program pendidikan karakter itu telah digulirkan pada 2 Mei 2025 di beberapa wilayah di Jabar. Tercatat sejak kemarin, sebanyak 69 siswa terlibat sudah mengikuti program pembinaan di barak militer. Rinciannya,39 siswa SMP berasal dari Kabupaten Purwakartadan 30 siswa SMP dan SMA dari Kota Bandung. (dan)

Tags: Integrasi PendukungKemenkesKenakalan RemajaPendekatan Militeristik

Berita Terkait.

Rooftop Wellness dengan City View di Jakarta! Morrissey Hotel Hadirkan Mat Pilates & Cooking Class Serta Cek Kesehatan Mata Gratis
Nasional

Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

Senin, 27 April 2026 - 21:30
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih, Ada Jumhur Hidayat hingga Dudung
Nasional

DPR Sebut Kekerasan di Daycare Yogyakarta Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Senin, 27 April 2026 - 19:41
Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan Jadi Nyata
Nasional

Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan Jadi Nyata

Senin, 27 April 2026 - 18:04
Lebaran-Jawara
Nasional

Melalui Kampung Silat Jampang Dompet Dhuafa, Ratusan Pesilat Hadiri Lebaran Jawara Perkuat Budaya dan Jatidiri Bangsa

Senin, 27 April 2026 - 15:05
Rupiah
Nasional

Regulasi Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu Digagas, Pengamat Pertanyakan Implementasinya

Senin, 27 April 2026 - 14:44
Muhammad-Qodari
Nasional

KSP Qodari Soal Isu Reshuffle: Kita Tunggu Saja

Senin, 27 April 2026 - 14:04

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    1497 shares
    Share 599 Tweet 374
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    927 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1354 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.