• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Pungli di Balik Kemajuan Kabupaten Bogor: Tantangan Menuju Pemerintahan Bersih

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 28 April 2025 - 01:50
in Megapolitan
pungli

Ilustrasi - Stop Pungli. Foto : Satgas Saber Pungli Jabar

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kabupaten Bogor, sebagai bagian dari Provinsi Jawa Barat, dikenal memiliki potensi besar di bidang ekonomi, pariwisata, dan pertanian. Perkembangan daerah ini menjadi bukti peran strategisnya dalam mendukung pertumbuhan regional.

Namun, di balik kemajuan tersebut, masih tersisa berbagai persoalan yang perlu dibenahi, salah satunya adalah praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan pemerintahan.

BacaJuga:

Jangan Keburu Simpan Payung, 2 Wilayah di Jakarta Ini Berpotensi Diguyur Hujan

Diduga Terlibat Tabrak Lari, Mobil Listrik BMW di Jakbar Diamuk Massa

Menuju Jakarta 500 Tahun, Peradi SAI Jaktim Perkuat Profesionalisme Advokat Berkualitas

Baru-baru ini, kasus pungli yang melibatkan empat kepala desa menjadi sorotan publik. Para kades tersebut kedapatan mengirimkan surat permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada sejumlah perusahaan swasta menjelang Idulfitri 1446 Hijriah. Surat tersebut beredar luas di media sosial dan memicu kemarahan masyarakat.

Meskipun para kepala desa telah menyampaikan permintaan maaf melalui video, tindakan tersebut dinilai telah mencederai kepercayaan publik.

Dikutip dari ANTARA, Bupati Bogor Rudy Susmanto saat itu juga langsung memanggil para kades untuk dimintai keterangan karena disebut-sebut meminta THR kepada pihak swasta.

Tidak selesai di situ, Pemerintah Kabupaten Bogor juga mengerahkan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) yang melibatkan sejumlah instansi, yakni Polres Bogor, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, dan Inspektorat Kabupaten Bogor.

Tim Saber Pungli membutuhkan waktu sekitar satu pekan untuk melakukan pendalaman kasus dan pemeriksaan terhadap empat kades tersebut dan menghasilkan rekomendasi berikut sanksi yang akan dijatuhkan kepada para pelaku.

Saat itu, Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan bahwa perbuatan para kades tersebut tergolong tindak pidana. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak segan menyerahkan kasus tersebut kepada Polres Bogor dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor untuk ditindaklanjuti.

Kini, Tim Saber Pungli yang diketuai oleh Wakil Kepala Polres Bogor Kompol Rizka Fadhila telah merampungkan serangkaian pemeriksaan terhadap para kepala desa dan beberapa saksi lainnya.

Tim Saber Pungli Kabupaten Bogor kemudian melimpahkan perkara tersebut kepada Inspektorat Kabupaten Bogor untuk ditindaklanjuti dalam pemberian sanksi, mengingat para kepala desa berada di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Inspektorat Kabupaten Bogor saat ini masih menyusun sejumlah langkah mengenai sanksi yang akan diberikan kepada empat kepala desa tersebut.

Kasus pungli seperti ini tidak hanya merugikan perusahaan swasta, tetapi juga merugikan masyarakat dan pemerintah daerah. Sebagaimana diketahui bersama, pungli dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Pungli Dana Kompensasi

Pada saat yang bersamaan menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah, di Kabupaten Bogor juga terjadi kisruh pungli berupa pemotongan dana kompensasi bagi 430 sopir angkot di kawasan wisata Puncak.

Dana tersebut pemberian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai imbalan, karena para sopir diminta untuk tidak beroperasi saat cuti bersama libur Lebaran tahun ini, agar tidak menambah kemacetan di jalur Puncak.

Dedi Mulyadi memberikan program kompensasi ini kepada 1.322 sopir angkot di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor pada 20 Maret 2025. Setiap sopir menerima uang kompensasi sebesar Rp1 juta. Adapun pemotongan dana kompensasi berkisar Rp50.000 hingga Rp200.000.

Diduga pemotongan dana kompensasi itu dilakukan oleh oknum di Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor dan pengurus sebuah kelompok koperasi serba usaha (KKSU) dengan total pemotongan mencapai Rp11,2 juta.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor Dadang Kosasih membantah adanya pemotongan dana kompensasi bagi para sopir angkot. Menurut dia, terjadi salah paham terkait masalah itu.

Para sopir memberikan uang secara sukarela dan ikhlas kepada Kelompok Koperasi Serba Usaha (KKSU) Cisarua. Pada akhirnya, dana potongan tersebut pun telah dikembalikan kepada para sopir.

Adanya pengembalian dana kepada sopir angkot, tidak membuat masalah dianggap selesai. Gubernur Dedi Mulyadi, sebagai representasi hadirnya fungsi negara, bahkan terus mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan pengusutan kasus pemotongan dana kompensasi tersebut.

Tim Saber Pungli Kabupaten Bogor tetap melakukan penelusuran terhadap kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi, mulai dari anggota Dishub Kabupaten Bogor, pihak KKSU, hingga sopir angkot.

Hingga kini, Tim Saber Pungli Kabupaten Bogor masih terus merampungkan pemeriksaan terhadap kasus ini.

Hangatnya dua peristiwa di Kabupaten Bogor tersebut secara bersamaan, menggambarkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap aksi pungli yang dilakukan para oknum pelaku, sekaligus menunjukkan pemerintah provinsi dan kabupaten langsung tanggap untuk turun tangan memberikan jalan keluar.

Masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam melawan aksi pungli. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk terus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam melawan aksi pungli. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk melalui penyuluhan, kampanye, dan pendidikan.

Dalam upaya membersihkan Kabupaten Bogor dari aksi pungli, perlu dilakukan kerja sama yang erat antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, aparat penegak hukum, dan lembaga masyarakat sipil. Selain itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam melawan aksi pungli.

Kasus di wilayah Kabupaten Bogor ini memberi pesan kepada para pelaku dan masyarakat lain bahwa perbuatan menyimpang dan melanggar hukum itu tidak bisa ditutup-tutupi. Sebagus apapun pelaku menutupi perilaku yang salah, lambat laun pasti akan diketahui oleh masyarakat dan aparat penegak hukum, apalagi di era media sosial, seperti ini, dimana setiap informasi akan menyebar luas dengan mudah dan masif. (rmn)

Tags: kabupaten bogorPemerintahan BersihPemkab Bogorpunglipungutan liar

Berita Terkait.

hujan
Megapolitan

Jangan Keburu Simpan Payung, 2 Wilayah di Jakarta Ini Berpotensi Diguyur Hujan

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:28
bmw
Megapolitan

Diduga Terlibat Tabrak Lari, Mobil Listrik BMW di Jakbar Diamuk Massa

Senin, 22 Juni 2026 - 18:51
peradi
Megapolitan

Menuju Jakarta 500 Tahun, Peradi SAI Jaktim Perkuat Profesionalisme Advokat Berkualitas

Senin, 22 Juni 2026 - 14:14
Bhudi
Megapolitan

Kasus Ijazah Jokowi: Polda Metro Limpahkan Roy Suryo dan dr. Tifa ke Kejaksaan

Senin, 22 Juni 2026 - 12:23
Jakarta-Fair
Megapolitan

Antusiasme Jakarta Fair 2026 Jadi Sinyal Positif Kebangkitan Ekonomi Ibu Kota

Senin, 22 Juni 2026 - 09:30
Anak
Megapolitan

HUT Jakarta, Masuk Ragunan Gratis Hari Ini dan Akhir Pekan

Senin, 22 Juni 2026 - 09:20

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1131 shares
    Share 452 Tweet 283
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    867 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Hasil Piala Dunia: Bantai Swedia, Belanda Kuasai Puncak Grup

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
mbappe
Piala Dunia 2026

Hasil Piala Dunia: Prancis ke Fase Gugur Usai Cukur Irak, Mbappe Jadi Bintangnya

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 23 Juni 2026 - 09:50

INDOPOSCO.ID – Prancis menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kandidat kuat juara setelah menaklukkan Irak dengan skor telak 3-0 pada laga...

SelengkapnyaDetails
messi

Hasil Piala Dunia: Cetak Brace saat Argentina Tekuk Austria, Messi Pecahkan Rekor

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:35
Piala Dunia 2026: Rashford Desak Inggris Tampil Dominan Kontra Ghana

Piala Dunia 2026: Rashford Desak Inggris Tampil Dominan Kontra Ghana

Senin, 22 Juni 2026 - 23:00
fifa

Jadwal Piala Dunia: Argentina, Prancis, Norwegia Main, Buru 32 Besar Lebih Cepat

Senin, 22 Juni 2026 - 17:27
Salah

Hasil Piala Dunia: Comeback, Mesir Bekuk Selandia Baru dan Rebut Puncak Klasemen

Senin, 22 Juni 2026 - 12:03
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.