• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Indef Nilai Surplus Produksi Telur Dapat Dimanfaatkan sebagai Senjata Diplomasi

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 10 April 2025 - 18:02
in Ekonomi
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti  di Jakarta, Senin (3/2/2025). Foto: Antara

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti di Jakarta, Senin (3/2/2025). Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai surplus produksi telur konsumsi nasional dapat dimanfaatkan sebagai senjata diplomasi dagang strategis untuk menekan tarif impor Amerika Serikat (AS) terkait dengan penerapan tarif resiprokal sebesar 32 persen terhadap Indonesia.

“Jika Indonesia tidak bisa memanfaatkan hal ini (komoditas telur) sebagai alat negosiasi tarif impor AS maka Indonesia akan merugi,” kata Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti seperti dilansir Antara, di Jakarta, Kamis (10/4/2025).

BacaJuga:

Chery Q Resmi Hadir di Indonesia, Compact EV dengan Harga Mulai Rp239,9 Juta

Life’s Adventure: Elevating Every Experience, Totalitas Mitsubishi Motors di GIIAS 2026

PMI Ekspansif dan Fiskal Sehat, Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Kian Menguat

Esther menyampaikan hal itu ketika dimintai tanggapan mengenai pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) yang menyebut komoditas telur memiliki peluang menjadi alat negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) terkait dengan penerapan tarif resiprokal terhadap Indonesia.

Indonesia berpotensi besar memasok telur ayam konsumsi ke negara-negara yang sedang mengalami gangguan produksi akibat wabah HPAI termasuk Amerika Serikat (AS), yang diberitakan mengalami defisit tinggi hingga mengerek harga telur mencapai 4,11 dolar AS setara Rp68 ribu.

Komoditas telur di tanah air mengalami surplus secara nasional hingga 288,7 ribu ton atau setara 5 miliar butir per bulan.

Menanggapi hal itu, Esther menilai penggunaan telur sebagai alat negosiasi tarif dapat menguntungkan, terutama jika dikaitkan dengan bahan baku pakan ayam yang selama ini diimpor dari AS dan sejumlah negara lainnya.

Dengan membeli bahan pakan seperti bungkil kedelai dan tepung tulang dari AS, Indonesia memiliki posisi tawar untuk meminta keringanan tarif atas produk ekspor seperti telur ke pasar Amerika.

“Bahan baku pakan ternak ayam impor di Indonesia sebagian besar berasal dari Brasil, Argentina, Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru, dengan bungkil kedelai dan tepung daging/tulang, ini bisa menjadi salah satu bahan negosiasi antara AS dan Indonesia. Bahwa Indonesia akan membeli pakan ternak ayam dari AS kemudian produk Indonesia diekspor ke AS minta diberikan penurunan tarif,” bebernya.

Ia menekankan, prinsip timbal balik seharusnya menjadi kunci dimana Indonesia membeli dari AS, dan sebagai imbalannya AS memberikan tarif lebih rendah untuk ekspor komoditas Indonesia seperti telur konsumsi.

“Karena pada dasarnya Amerika Serikat dapat apa dan Indonesia dapat apa,” jelas Esther.

Lebih lanjut, dia mengatakan langkah itu strategis karena banyak pabrik milik AS beroperasi di Indonesia, sehingga produk mereka seharusnya bisa masuk ke pasar AS dengan tarif rendah jika kerja sama ini terwujud.

“Intinya Indonesia beli apa dari AS dan AS bisa beli apa dari Indonesia. Tidak hanya komoditas telur tetapi Indonesia bisa mengekspor footwear, critical mineral dan lain-lain karena banyak pabrik AS di Indonesia. Masa produk pabrik AS yang di Indonesia akan masuk AS tapi bayar tarif tinggi. Maka, di sini kita bisa negosiasi,” tegasnya.

Menurut Indef, jika Indonesia tidak memanfaatkan peluang ini, maka potensi besar dari surplus produksi justru tidak memberikan dampak maksimal terhadap peternak lokal dan industri dalam negeri. (dam)

Tags: IndefSenjata DiplomasiSurplustarif imporTarif Impor AStelur

Berita Terkait.

Chery-Q
Ekonomi

Chery Q Resmi Hadir di Indonesia, Compact EV dengan Harga Mulai Rp239,9 Juta

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:00
Life’s Adventure: Elevating Every Experience, Totalitas Mitsubishi Motors di GIIAS 2026
Ekonomi

Life’s Adventure: Elevating Every Experience, Totalitas Mitsubishi Motors di GIIAS 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:29
PMI Ekspansif dan Fiskal Sehat, Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Kian Menguat
Ekonomi

PMI Ekspansif dan Fiskal Sehat, Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Kian Menguat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:19
Suprati
Ekonomi

BTN Bersama Danantara Wujudkan Mimpi Tukang Jam Disabilitas Miliki Rumah Pertama di Palembang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:09
Camilan
Ekonomi

Camilan Indonesia Tembus Arab Saudi, Kemendag Optimistis Ekspor Makin Menggigit

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:38
Ahmad-Yani
Ekonomi

PGE Raih Pendapatan USD235 Juta dan Laba Bersih USD79,6 Juta, Optimistis Percepat Ekspansi Panas Bumi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:08

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2110 shares
    Share 844 Tweet 528
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1705 shares
    Share 682 Tweet 426
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    1544 shares
    Share 618 Tweet 386
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1154 shares
    Share 462 Tweet 289
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.