• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Membangun Ekosistem Kewirausahaan, Melestarikan Batik Rifaiyah

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 26 Februari 2025 - 20:46
in Gaya Hidup
rifa
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Batik, simbol warisan budaya Indonesia, terus memikat dunia dengan desainnya yang kompleks, penuh makna dan kaya budaya. Di antara sekian banyak motif batik yang tumbuh subur di Nusantara, batik Rifaiyah asal Kab. Batang, Jawa Tengah, memiliki keunikan yang membuatnya istimewa. batik Rifaiyah berakar pada budaya Islam tarekat Rifaiyah yang berkembang di daerah Batang, berakulturasi dengan budaya Tiongkok sejak abad 19. Batik Rifaiyah dibuat sambil melantunkan sholawat, menjadikan setiap goresan malam sebagai bentuk dzikir yang memuliakan Yang Maha Kuasa.

Saat ini, batik Rifaiyah berada di persimpangan jalan dan dalam ancaman kepunahan. Batik Rifaiyah sulit bertahan di tengah persaingan yang ketat dan semakin sedikit pengrajin yang mau serta mampu melestarikan. Lebih miris, sangat sedikit generasi muda, yang menunjukkan minat untuk terus melestarikan batik ini. Alasannya beragam, tetapi satu yang menonjol, yaitu menjadi pembatik Rifaiyah dipandang sebagai profesi yang tidak menjanjikan secara ekonomi

BacaJuga:

Sensasi Menginap di Premier Room dan Studio Apartment Terbaru, Oakwood Taman Mini Jakarta

Rayakan Hari Batik Nasional, Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Hadirkan Batik Week dan Promo Oktober

Teknologi MRI 3 Tesla Jadi Andalan Baru untuk Diagnosis Kasus Kompleks

Membuat satu helai batik Rifaiyah bisa memakan waktu empat hingga enam bulan, dengan biaya bahan baku sekitar Rp 500.000. Mirisnya, sehelai kain batik penuh makna budaya itu hanya dibanderol antara Rp 2,5 Juta hingga Rp 3 Juta rupiah. Dengan harga serendah ini pembatik masih harus menghadapi penjualan yang tidak pasti. Bagi generasi muda, menjadi pembatik seperti ini tentu bukan hal yang dicita-citakan.

Tantangan Pelestarian Batik Rifaiyah
Tanpa intervensi, bukan tidak mungkin batik Rifaiyah akan hilang, dan menjadi peninggalan masa lalu. Saat ini intervensi seringkali dilakukan hanya dari sisi produksi, tetapi luput dalam membangun ekosistem kewirausahaan dan aspek bisnis. Padahal, jika batik Rifaiyah mampu masuk dan bersaing dalam pasar sebagai produk dengan nilai jual tinggi, generasi muda akan tertarik untuk menjadi pembatik. Dengan sendirinya kelestarian batik Rifaiyah akan terjadi.

Banyak tantangan dalam membangun ekosistem kewirausahaan batik Rifaiyah. Tantangan terbesar adalah membangun pola pikir kewirausahaan para pembatik. Pembatik yang sebagian besar sudah berumur, secara tradisional, hanya berfokus pada produk batik mereka. Pengrajin seringkali mengabaikan atau tidak paham keinginan pasar. Inovasi, orientasi pelanggan dan penciptaan nilai tambah bukanlah sesuatu yang mudah untuk dipahami dan dilakukan.

Saat ini batik Rifaiyah hadir di pasar hanya sebagai produk kain batik pada umumnya yang berlomba menawarkan “harga bersaing” sebagai keunggulannya. Batik Rifaiyah membutuhkan inovasi dalam desain, teknik produksi, variasi produk dan strategi pemasaran. Dengan memadukan motif tradisional dengan estetika kontemporer, batik Rifaiyah dapat menawarkan nilai yang tinggi bagi konsumen. Kolaborasi dengan desainer, influencer, dan beragam pemangku kepentingan akan meningkatkan kehadirannya di pasar nasional, global dan terutama di dunia maya. Pada saat yang sama, cerita, sejarah dan makna harus menjadi elemen sentral dari nilai produk batik Rifaiyah, menjadi “value proposition” dalam pemasaran. “Harga yang bersaing” tidak boleh lagi menjadi penawaran utama dalam pemasaran batik Rifaiyah, karena dengan strategi yang tepat batik Rifaiyah bukan hanya sehelai “kain” melainkan representasi karya budaya penuh nilai relijiusitas.

Di era digital saat ini, pasar online menawarkan potensi besar untuk batik Rifaiyah. Namun, kehadiran batik Rifaiyah dalam dunia online saat ini sangat terbatas. Seluruh cerita, makna dan nilai-nilai yang ada pada batik Rifaiyah seakan hanya diketahui dan berkembang di daerah Batang, tidak dapat diakses secara online oleh dunia.

Membangun Ekosistem Kewirausahaan untuk Melestarikan Batik Rifaiyah Dengan kompleksitas tantangan dan peluang, sangat jelas bahwa komunitas pembatik Rifaiyah tidak mungkin mengelolanya sendiri. Mereka membutuhkan dukungan beragam pemangku kepentingan. Ekosistem kewirausahaan dapat menjadi solusi. Ekosistem kewirausahaan ini menjadi “Hub” dan “pusat keunggulan” yang didalamnya terdapat banyak pihak yang saling bersinergi, seperti komunitas pembatik, pengusaha lokal, perusahaan besar, media, Sekolah Menengah Kejuruan, universitas dan terutama pemerintah.

Ekosistem ini berperan untuk secara sistematis membangun pola pikir kewirausahaan, membuka saluran pemasaran baru, meningkatkan keterampilan produksi, branding dan terutama membuat batik Rifaiyah menjadi semakin relevan dengan pasar. Ekosistem dalam bentuk komunitas juga menciptakan daya tawar kolektif, akses ke sumber daya, dan platform untuk berbagi praktik terbaik. Inisiatif semacam itu memperkuat posisi batik Rifaiyah di pasar yang pada akhirnya akan melestarikan batik Rifaiyah bersama seluruh nilai-nilai luhur budaya dan relijiusitas yang terkandung di dalamnya.

(Jonathan Gultom-Dosen Kewirausahaan Podomoro University/ (ibs)

Tags: Batik Rifaiyahekosistem kewirausahaan

Berita Terkait.

Sinergi Bea Cukai dan Polri Cegah 1,79 Juta Batang Rokok Ilegal Beredar di Lampung
Gaya Hidup

Sensasi Menginap di Premier Room dan Studio Apartment Terbaru, Oakwood Taman Mini Jakarta

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:05
batik
Gaya Hidup

Rayakan Hari Batik Nasional, Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Hadirkan Batik Week dan Promo Oktober

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:30
mri
Gaya Hidup

Teknologi MRI 3 Tesla Jadi Andalan Baru untuk Diagnosis Kasus Kompleks

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:42
diy
Gaya Hidup

2 Seniman Lokal Sabet Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:13
Dorong Fleksibilitas Produksi, Epson Perkenalkan Printer UV Flatbed SureColor V4000
Gaya Hidup

Dorong Fleksibilitas Produksi, Epson Perkenalkan Printer UV Flatbed SureColor V4000

Kamis, 8 Oktober 2026 - 04:44
shopee
Gaya Hidup

Momen 10.10, ShopeePay Siapkan Beragam Promo untuk Kebutuhan Sehari-hari

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:26

OLAHRAGA

forki
Olahraga

Bekal Juara di Vietnam, Hadi Tjahjanto Optimistis Timnas Karate Bidik 6 Emas di Polandia

Editor Ali Rachman
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:09

INDOPOSCO.ID - Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Hadi Tjahjanto optimistis kontingen karate Indonesia meraih hasil positif dalam Kejuaraan...

SelengkapnyaDetails
BNI Hadirkan Promo dan Kemudahan Transaksi di MotoGP Mandalika 2026

BNI Hadirkan Promo dan Kemudahan Transaksi di MotoGP Mandalika 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:26
PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07
bri

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2715 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1025 shares
    Share 410 Tweet 256
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    976 shares
    Share 390 Tweet 244
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.