• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Orang Muda yang Tidak Bekerja Dua Kali Berisiko Overthinking Menurut HCC

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 24 Februari 2025 - 22:21
in Gaya Hidup
hcc
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Fenomena overthinking atau berpikir negatif berlebihan kini semakin menjadi perhatian di Indonesia. Studi terbaru yang dilakukan oleh Health Collaborative Center (HCC) dengan Peneliti Utama Dr. Ray Wagiu Basrowi mengungkap bahwa setengah dari populasi orang Indonesia yang diteliti mengalami pola pikir negatif yang berulang atau repetitive negative thinking, dengan kecenderungan khawatir berlebihan terhadap masa depan, sehingga dikenal sebagai overthinking.

Penelitian ini melibatkan 1.061 responden dari 29 provinsi selama bulan Januari hingga Februari 2025 ini menemukan bahwa 50% dari mereka mengalami overthinking, sementara 30% mengalami ruminasi —kebiasaan berpikir berulang tentang kejadian negatif di masa lalu tanpa solusi. Sebanyak 19% responden memiliki pola pikir reflektif yang lebih sehat.

BacaJuga:

Casting Acara Kencan Biseksual Korea Viral, Fans Ramai-Ramai Jodohkan Idol K-Pop

Sophia KATSEYE Buka Suara soal Manon, Fans Tangkap Sinyal Comeback Sang Member

Lineup Pertama SBS Gayo Daejeon Summer 2026 Dirilis, Ada ATEEZ, RIIZE, hingga RIZE yang Siap Guncang Panggung

Menurut Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, selaku peneliti utama, fenomena overthinking ini bukan hanya sekadar kebiasaan berpikir negatif, tetapi memiliki dampak psikologis yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. “Overthinking ditemukan secara luas pada separuh orang Indonesia yang diwakili responden penelitian ini, dengan overthinking dominan terlihat pada usia muda kurang dari 40-tahun, perempuan, dan yang tidak bekerja atau yang baru saja kehilangan pekerjaan. Sebagian besar mengalami ruminasi atau kekhawatiran pada masa lalu dan kombinasi dengan repetitive negative thinking atau kekhawatiran berlebihan pada masa depan atau yang kemudian dikenal sebagai overthinking,” ungkap Ray yang merupakan pendiri HCC ini.

Lebih lanjut studi ini juga mengidentifikasi beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan kasus overthinking di Indonesia, di antaranya (1) Kenaikan harga bahan pokok yang signifikan meningkatkan risiko overthinking hingga dua kali lipat; (2) Biaya pengobatan yang semakin mahal meningkatkan resiko overthinking hingga 2,2 kali lipat; (3) Informasi politik yang membingungkan meningkatkan resiko overthinking hingga 1,8 kali lipat; dan (4) Faktor kesehatan, seperti berita tentang penyakit baru dan resiko wabah, menjadi pemicu dominan overthinking.

Bahkan menurut Dr Ray, “penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan lebih rentan mengalami overthinking dibandingkan laki-laki, dengan resiko dua kali lipat lebih tinggi. Ini tentu Sebagian besar diperparah adanya beban ganda dan peran ganda perempuan yang harus menjadi istri, ibu rumah tangga dan juga pekerja. Sehingga ketika perempuan usia produktif kehilangan pekerja, misalnya karena PHK, maka resiko overthinking menjadi berlipat ganda,” ungkap Ray yang merupakan inisiator Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa ini.

Dampak dan Upaya Mitigasi
Menurut Dr Ray, “dampak dari overthinking tidak hanya terbatas pada kesehatan mental, tetapi juga memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup. Mereka yang sering mengalami pola pikir negatif berulang cenderung lebih mudah mengalami stres, kecemasan, dan bahkan depresi,” ungkap pemilik akun Instagram @ray.w.basrowi ini. Apalagi berdasarkan ilmu psikologi dan medis, overthinking.

Sebagai langkah mitigasi, para peneliti merekomendasikan agar overthinking dijadikan sebagai indikator sosial dan kesehatan dalam kebijakan publik. Selain itu, peningkatan literasi kesehatan mental serta penyampaian informasi kebijakan yang lebih humanis juga menjadi kunci dalam mengurangi kecemasan dan kekhawatiran berlebihan di masyarakat.

Selain itu, menurut Ray, faktor pemicu tingginya overthinking juga perlu dimitigasi secara sistemik oleh kebijakan publik di Indonesia, karena bagaimanapun faktor ekonomi, kesehatan, dan pemberitaan terkait konflik pilitik terbukti berhubungan langsung dengan tingginya overthinking pada orang Indonesia berdasarkan penelitian ini. Sehingga pemerintah juga perlu memastikan agar kestabilan sosio-politik dan ekonomi terjaga agar orang semakin tidak overthinking.

HCC juga merekomendasikan agar indikator pola pikir termasuk repetitive negative thinking dan overthinking harus menjadi variabel untuk merumuskan kebijakan publik di Indonesia. Bahkan studi dengan skala lebih besar sebaiknya dilakukan agar mendapatkan gambaran komprehensif tentang pola berpikir orang Indonesia. (ibs)

Tags: HCCHealth Collaborative CenterOrang MudaOverthinkingTidak Bekerja

Berita Terkait.

kpop
Gaya Hidup

Casting Acara Kencan Biseksual Korea Viral, Fans Ramai-Ramai Jodohkan Idol K-Pop

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:30
sophia
Gaya Hidup

Sophia KATSEYE Buka Suara soal Manon, Fans Tangkap Sinyal Comeback Sang Member

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:33
sbs
Gaya Hidup

Lineup Pertama SBS Gayo Daejeon Summer 2026 Dirilis, Ada ATEEZ, RIIZE, hingga RIZE yang Siap Guncang Panggung

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:12
karina
Gaya Hidup

Tampil Berponi di Piala Dunia, Karina aespa Curi Perhatian Publik

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:02
yoo
Gaya Hidup

Yoo Jae Suk Buka Suara Lagi soal Tudingan “Yoo-Line”, Tegaskan Tak Punya Kuasa Tentukan Casting

Jumat, 12 Juni 2026 - 02:20
suky
Gaya Hidup

Sepupu Seulgi Red Velvet Meninggal Mendadak, Penggemar Berduka

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:30

BERITA POPULER

  • tj

    Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1506 shares
    Share 602 Tweet 377
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    904 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Menang atas Mozambik, Ranking Indonesia Kini Makin Baik

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.