• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

BPN Justru Jadi Korban Mafia Tanah di Kasus SHGB di Laut Tangerang

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 20 Februari 2025 - 15:10
in Nusantara
Razid-Chaanigo

Razid Chaanigo, praktisi hukum. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ditetapkannya empat orang tersangka kasus terbitnya Sertifikat Hak Milik (SHM) dan berlanjut dengan penururun hak menjadi Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) sebanyak 263 bidang di perairan Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang adalah akibat ulah dari mafia tanah.

“Siapapun saat itu yang menjadi Kepala Kantor Pertanahan (Kakan) dapat dipastikan akan terbit sertifikat di lahan tersebut, karena semua persyaratan pengajuan sertifikat lengkap oleh pemohon (meski ada surat warkah yang dipalsukan) sehingga tidak ada alasan BPN tidak memprosesnya,” ujar Razid Chaniago, seorang praktisi hukum dan pengacara senior di Provinsi Banten kepada indoposco.id, Rabu (20/2/2025).

BacaJuga:

Amankan Masyarakat dari Barang Ilegal, Kanwil Bea Cukai Khusus Papua Catatkan Kinerja Positif Pengawasan dan Penindakan pada Semester I 2026

Warga Watuduwur Sambut Pembukaan TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708 Purworejo

Bea Cukai Terbikan Izin Fasilitas Kawasan Berikat kepada Perusahaan Mainan Anak Asal Jombang

“BPN kan tidak punya alat untuk memeriksa apakah warkah atau surat yang diajukan oleh pemohon itu asli atau palsu,” cetus Razid.

Apalagi kata Razid, jika mengacu dari pernyataan koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Bonyamin Saiman, adanya dugaan intervensi dari oknum pejabat sertingkat eselon I di Kementerian ATR/BPN kepada Kepala BPN Kabupaten Tangerang saat itu, maka pilihannya hanya dua bagi Kakantah BPN Tangerang saat itu, mundur dari jabatan atau memproses penerbitan sertifikat yang diajukan oleh pemohon.

Namun demikian kata Razid,jika dalam proses penerbitan sertifikat itu melanggar aturan atau oknum pejabat BPN menerima sesuatu dari pemohon dan dapat dibuktikan, maka wajib hukumnya untuk ikut diproses secara hukum.

“Kalau hanya karena ketidaktahuan adanya warkah atau surat keterangan palsu yang diajukan oleh pemohon saya pikir hanya sanksi administratif, namun jika ada sesuatu yang diterima oleh oknum pejabat BPN Kabupaten Tangerang dan itu dapat dibuktikan maka wajib ikut diproses secara hukum,” tegasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan empat orang tersangka kasus pemalsuan dokumen sertifikat hak guna bangunan (SHGB) dan sertifikat hak milik (SHM) area pagar bambu yang membentang di perairan Kabupaten Tangerang.

Salah satunya adalah Kepala Desa Kohod bernama Arsin. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan, status penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah melakukan gelar perkara dilakukan pada Selasa (18/2/2025). Termasuk mengumpulkan berbagai alat bukti terkait permasalahan tersebut.

“Kita menetapkan saudara A selaku Kades Kohod, saudara UK selaku Sekdes Kohod, saudara SP selaku penerima kuasa dan saudara CE selaku penerima kuasa telah kita sepakat kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Djuhandani Rahardjo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (18/2/2025) lalu.

Empat tersangka itu diduga secara bersamaan telah membuat dan menggunakan surat palsu berupa girik, surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah untuk memuluskan pembuatan sertifikat palsu di area pagar laut Tangerang. “Surat pernyataan tidak sengketa, surat keterangan tanah, surat keterangan kesaksian, surat kuasa pengurusan permohonan sertifikat daei warga desa Kohod,” ujar Djuhandani Rahardjo.

Perangkat desa Kohod juga terlibat dalam proses pembuatan dokumen palsu tersebut. “Dan dokumen lain yang dibuat oleh Kades dan Sekdes Kohod sejak Desember 2023 sampai dengan November 2024,” ungkap Djuhandani. Sebanyak 44 orang telah diperiksa dalam kasus tersebut. Di antaranya, Kepala Desa (Kades) Kohod, Kabupaten Tangerang Arsin dan istrinya. Penyelidikan kasus tersebut telah dimulai pada akhir Januari 2025 dan naik ke tahap penyidikan pada pekan pertama Februari 2025.

Ada 263 sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang ada di kawasan pagar laut Tangerang, Banten. SHGB tersebut dimiliki oleh perusahaan dan perorangan. Seluruh sertifikat itu telah dibatalkan. (yas)

Tags: bpnKasus SHGBKorban Mafia TanahLaut Tangerang

Berita Terkait.

Petugas-BC
Nusantara

Amankan Masyarakat dari Barang Ilegal, Kanwil Bea Cukai Khusus Papua Catatkan Kinerja Positif Pengawasan dan Penindakan pada Semester I 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:25
Warga
Nusantara

Warga Watuduwur Sambut Pembukaan TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708 Purworejo

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:05
BC-Jatim
Nusantara

Bea Cukai Terbikan Izin Fasilitas Kawasan Berikat kepada Perusahaan Mainan Anak Asal Jombang

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:54
Petugas
Nusantara

Bea Cukai Perkuat Kemitraan dengan Pelaku Usaha Lewat Customs Visit Customer

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:34
Dion-Agasi-Setiabudi
Nusantara

Wakil Bupati Purworejo Resmi Buka TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708/Purworejo di Desa Watuduwur

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:14
Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Libatkan Pemerintah Daerah dan Masyarakat Perkuat Pengawasan
Nusantara

Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Libatkan Pemerintah Daerah dan Masyarakat Perkuat Pengawasan

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:02

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    9618 shares
    Share 3847 Tweet 2405
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2374 shares
    Share 950 Tweet 594
  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1526 shares
    Share 610 Tweet 382
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1196 shares
    Share 478 Tweet 299
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
Mbapee
Olahraga

Curhat Mbappe Setelah Prancis Ditekuk Spanyol, Singgung Kegagalan Taktik di Semifinal

Editor Dilianto
Rabu, 15 Juli 2026 - 14:24

INDOPOSCO.ID - Kapten Timnas Prancis Kylian Mbappe menyesali kegagalan strategi dan lemahnya eksekusi di lapangan yang membuat Les Bleus gagal...

SelengkapnyaDetails
Pemberantasan Korupsi Tak Cukup dengan Dukungan Politik, Pengamat Tekankan Konsistensi

Resep Spanyol ke Final Piala Dunia 2026: Setia pada Fondasi dan Regenerasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:42
Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:12
Hasil Piala Dunia: Oyarzabal-Porro Bawa Spanyol ke Final Usai Bekuk Prancis

Hasil Piala Dunia: Oyarzabal-Porro Bawa Spanyol ke Final Usai Bekuk Prancis

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:40
Timnas-Prancis

Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis Takkan Biarkan Spanyol Dominasi Bola

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:13
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.