INDOPOSCO.ID – Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur II, Muhamad Lukman, secara resmi menerbitkan izin fasilitas Kawasan Berikat kepada PT Camino Industrial Indonesia II pada Rabu (08/07).
Lukman mengungkapkan bahwa sebelum mendapatkan izin, perusahaan harus menyampaikan permohonan untuk selanjutnya dilanjutkan dengan pemaparan proses bisnis. Keputusan pemberian izin ditetapkan satu jam setelah perwakilan perusahaan melaksanakan pemaparan proses bisnis di hadapan Kepala Kantor selaku pemberi izin.
“Pemaparan proses bisnis merupakan tahapan penting yang harus dilalui perusahaan dengan tujuan untuk memberikan gambaran proses bisnis yang akan dijalankan oleh perusahaan dan dampak ekonominya bagi lingkungan sekitar, sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan izin fasilitas Kawasan Berikat,” ujar Lukman.
PT Camino Industrial Indonesia II merupakan manufaktur mainan anak yang berlokasi di Jombang, Jawa Timur, serta memiliki kerja sama dengan merek-merek global, seperti Disney dan Munchkin, dalam memproduksi produk yang memenuhi standar kualitas internasional, yang mana saat ini telah menyerap tenaga kerja lokal sekitar 600 pekerja dengan nilai investasi sebesar Rp80 miliar.
Kawasan Berikat berperan penting sebagai instrumen strategis pemerintah untuk mendorog ekspor dan memperkuat daya saing global. Fasilitas Kawasan Berikat memberikan keuntungan finansial dan operasional bagi perusahaan yang berorientasi ekspor karena perusahaan mendapatkan sejumlah fasilitas fiskal, seperti penangguhan bea masuk, pembebasan cukai, serta pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPh Pasal 22 impor.
Lukman menegaskan komitmennya untuk melakukan sinergi dan juga menjaga komunikasi yang baik dengan para pemangku kepentingan melalui pembinaan, asistensi, monitoring dan evaluasi dalam memastikan optimalisasi penerimaan negara, pengawasan efektif dan fasilitasi/asistensi yang tepat sasaran.
“Dengan diberikannya izin fasilitas ini, diharapkan perusahaan dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta menjadi penggerak ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur khususnya di Jombang,” pungkasnya.(ipo)


















