• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Dorong Paradigma Baru, Kemendiktisaintek: Sekarang Riset Berbasis Masalah

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 11 Februari 2025 - 14:04
in Nasional
kemdik

Direktur Jenderal (Dirjen) Riset dan Pengembangan, Kemendiktisaintek Fauzan Adziman (2 dari kiri). Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tengah mendorong paradigma baru di bidang penelitian. Riset sebelumnya berbasis 8 bidang prioritas, saat ini berbasis masalah.

“Riset kami dulu berbasis 8 bidang seperti bidang pangan, kesehatan, transportasi dan lainnya. Namun sekarang riset kami berbasis masalah,” ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Riset dan Pengembangan, Kemendiktisaintek Fauzan Adziman di Jakarta, Selasa (11/2/2025).

BacaJuga:

Polemik Data Desil Disorot DPR, Jadi Evaluasi Penting dalam RUU Satu Data Indonesia

RUU Pelindungan Saksi dan Korban Mulai Dibahas, DPR Siapkan Paradigma Baru yang Lebih Proaktif

Soroti Penanganan Kasus Air Keras Timpa Aktivis HAM, Ray Rangkuti: Ada Kejanggalan

Ia mengatakan, riset berbasis masalah dilakukan karena keterbatasan pendanaan. Sehingga diharapkan mampu memecahkan masalah di Indonesia.

“Misalnya pada masalah bawang putih, untuk pemenuhan kebutuhan kita masih impor hingga 95 persen,” katanya.

Masalah bawang putih tersebut, menurut dia, disebabkan produktivitas nasional masih rendah. Salah satu penyebabnya karena kualitas bibit yang masih rendah.

“Kami saat ini tengah lakukan riset, terutama pada penyediaan bibit unggul. Ini untuk menghasilkan produk bawang putih yang berkualitas,” ujarnya.

“Untuk riset ini kami dibantu salah satunya melalui pusat genomik pertanian,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat I Ketut Adnyana menambahkan, di bidang pertanian di Indonesia tidak kekurangan lahan. Namun hanya produktivitas lahan pertanian masih rendah.

“Kita tidak kekurangan lahan pertanian, hanya produktivitas lahan kita masih rendah,” katanya.

“Di bidang pertanian kita membutuhkan bibit-bibit unggul, ini untuk mendukung peningkatan produktivitas lahan,” imbuhnya. (nas)

Tags: KemendiktisaintekParadigma Baruriset

Berita Terkait.

hanifa
Nasional

Polemik Data Desil Disorot DPR, Jadi Evaluasi Penting dalam RUU Satu Data Indonesia

Selasa, 31 Maret 2026 - 01:11
dewi
Nasional

RUU Pelindungan Saksi dan Korban Mulai Dibahas, DPR Siapkan Paradigma Baru yang Lebih Proaktif

Selasa, 31 Maret 2026 - 00:30
yunus
Nasional

Soroti Penanganan Kasus Air Keras Timpa Aktivis HAM, Ray Rangkuti: Ada Kejanggalan

Senin, 30 Maret 2026 - 23:33
dave
Nasional

Soroti Pasukan TNI Tewas di Lebanon, Komisi I Dorong Evaluasi dan Opsi Penarikan Pasukan

Senin, 30 Maret 2026 - 21:41
benny
Nasional

Pernyataan Bupati Lebak kepada Wakilnya Tidak Patut Diucapkan

Senin, 30 Maret 2026 - 20:02
mui
Nasional

MUI Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Desak Pemerintah RI Tempuh Langkah Diplomatik Tegas

Senin, 30 Maret 2026 - 18:54

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    963 shares
    Share 385 Tweet 241
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    756 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Start Meyakinkan, Timnas Indonesia Incar Final Sempurna FIFA Series 2026

    689 shares
    Share 276 Tweet 172
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.