• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Hulunisasi Melihat Potensi dan Tantangan Pengembangan Budi Daya Rumput Laut Nasional

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 4 Februari 2025 - 22:22
in Ekonomi
rumput

Forum Group Discussion (FGD) bertajuk "Hulunisasi Rumput Laut" oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bersama Yayasan Samudera Indonesia Timur dan INDOPOSCO telah sukses diselenggarakan, Senin (3/2/2025). (Dok.Indoposco.id)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Hulunisasi Rumput Laut” oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bersama Yayasan Samudera Indonesia Timur dan INDOPOSCO telah sukses diselenggarakan, Senin (3/2/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, di Hotel Aston Kartika Grogol, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah, akademisi, praktisi perikanan, serta tokoh masyarakat yang peduli terhadap pengembangan rumput laut di Indonesia.

BacaJuga:

NHM Ajak Mahasiswa Unkhair dan UMMU Belajar Langsung di Tambang Emas Gosowong

Kemenkop Tekankan Sinergi Anggota hingga Manajer untuk Sukseskan KDKMP

Koperasi Tak Cukup Bertahan, Metranet Dorong Layanan Lebih Modern Lewat KoperasiGO

Kegiatan ini menghadirkan narasumber-narasumber terkemuka di bidangnya, antara lain Prof. Rokhmin Dahuri Anggota Komisi IV DPR RI, Nono Hartanto Direktur Rumput Laut KKP, Dr. Irzal Effendi akademisi FPIK IPB, Aji Sularso, M.MA: Praktisi Perikanan dan Prof. Dr. Charlotha Irenny Tupan, S.Pi., M.Si, akademisi peneliti karbon Universitas Pattimura Ambon.

Acara dibuka dengan sambutan Pembina Yayasan Prof. Alex Retraubun, wakil menteri era Presiden SBY tersebut menyampaikan bahwa FGD ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan tantangan dalam pengembangan industri rumput laut di Indonesia. Juga merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat mendukung pertumbuhan sektor ini secara berkelanjutan.

Para narasumber memberikan paparan yang komprehensif mengenai berbagai aspek terkait hulunisasi rumput laut, mulai dari potensi rumput laut, peluang dan tantangan, sampai rumput laut sebagai ekonomi kerakyatan. Diskusi yang berlangsung interaktif antara peserta dan narasumber menghasilkan berbagai insights berharga yang akan menjadi masukan penting bagi perumusan kebijakan di sektor ini.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri rumput laut, mengingat luasnya wilayah perairan dan keanekaragaman hayati laut yang dimiliki. Persoalan mendasar seperti ketersediaan bibit dan harga masih menjadi momok yang belum tuntas,” ujar Prof. Alex.

Pada kesempatan itu tantangan pengembangan industri rumput laut pun menjadi hal yang krusial dipetakan. Mengingat berbagai tantangan masih dihadapi dalam pengembangan industri rumput laut, seperti keterbatasan teknologi, infrastruktur, serta akses pasar. Untul itu dukungan kebijakan yang komprehensif dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk mengatasi tantangan dan mendorong pertumbuhan industri rumput laut.

“Pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem industri rumput laut yang kuat dan berdaya saing,” ucap Prof. Rokhmin Dahuri.

Menurutnya, pemerintah perlu mengembangkan budi daya rumput laut dengan strategi berbasis lingkungan, menetapkan rumput laut sebagai komoditas strategis, serta membangun pabrik pengolahan di setiap sentra produksi untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Menurut akademisi IPB, Dr Irzal Effendi, bisnis rumput laut sangat menguntungkan di setiap level, dari budi daya hingga industri. Dengan harga karaginan mencapai Rp27.500/kg, potensi keuntungan meningkat melalui pengolahan. Pengembangan industri dan higienisasi dapat semakin mengoptimalkan nilai ekonominya.

“Budi daya rumput laut membutuhkan lokasi yang tepat untuk mengurangi dampak musim dan penyakit. Faktor lingkungan, kualitas air, serta teknologi ramah lingkungan harus diperhatikan. Pemanfaatan IT dapat membantu memantau pertumbuhan dan faktor kematian rumput laut, sementara peran pemerintah penting dalam pemetaan dan pengembangan industri,” tambah Dr. Irzal Effendi

Sementara itu, Aji Sularso, M. MA praktisi perikanan mengatakan industri rumput laut berpotensi berkembang tidak saja untuk makanan tapi juga biofuel dan karbon kredit.

“Penguatan hilirisasi, teknologi, dan SDM dapat meningkatkan efisiensi serta pendapatan. Tantangan seperti predator ikan baronan justru bisa menjadi peluang ekonomi tambahan,” ujar Aji.

Pada kesempatan yang sama, prof. Dr. Charlotha Irenny Tupan menyampaikan tema lain, di mana lamun berperan penting dalam penyimpanan karbon, dengan distribusi di atas dan bawah substrat, termasuk daun, akar, serta sedimen.

“Penelitian tentang karbon di ekosistem lamun telah lama dilakukan, namun kini lebih dikenal karena analisisnya dalam satuan karbon. Siklus karbon dimulai dari penyerapan CO₂ melalui fotosintesis lalu tersimpan dalam biomasa, rantai makanan, dan sedimen sebagai cadangan karbon jangka panjang,” jelas Prof. Dr. Charlotha Irenny Tupan.

FGD “Hulunisasi Rumput Laut” ini diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi pengembangan industri rumput laut di Indonesia. Rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan dari kegiatan ini akan disampaikan kepada pihak-pihak terkait untuk dapat diimplementasikan dalam upaya memajukan sektor rumput laut nasional. (*)

Tags: Budi Daya Rumput Laut NasionalHulunisasi

Berita Terkait.

NHM Ajak Mahasiswa Unkhair dan UMMU Belajar Langsung di Tambang Emas Gosowong
Ekonomi

NHM Ajak Mahasiswa Unkhair dan UMMU Belajar Langsung di Tambang Emas Gosowong

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:27
Kemenkop Tekankan Sinergi Anggota hingga Manajer untuk Sukseskan KDKMP
Ekonomi

Kemenkop Tekankan Sinergi Anggota hingga Manajer untuk Sukseskan KDKMP

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:05
Koperasi Tak Cukup Bertahan, Metranet Dorong Layanan Lebih Modern Lewat KoperasiGO
Ekonomi

Koperasi Tak Cukup Bertahan, Metranet Dorong Layanan Lebih Modern Lewat KoperasiGO

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35
Edwin Bangun
Ekonomi

PLN Energi Gas Dorong EGeneration Ciptakan Inovasi yang Menjawab Tantangan Bisnis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:05
Kemenkop Tekankan Sinergi Anggota hingga Manajer untuk Sukseskan KDKMP
Ekonomi

Pasar Saham RI Terancam Turun Status, DPR Minta Pemerintah dan OJK Berbenah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:51
Bank Mandiri Hadirkan ATM Emas di Pondok Indah Mall 2, Investasi Emas Digital Kini Bisa Dicetak Jadi Fisik
Ekonomi

Bank Mandiri Hadirkan ATM Emas di Pondok Indah Mall 2, Investasi Emas Digital Kini Bisa Dicetak Jadi Fisik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:30

OLAHRAGA

gp
Olahraga

Fasilitas dari Bea Cukai Ini Bantu Kesuksesan Penyelenggaraan Moto GP Mandalika 2026

Editor Laurens Dami
Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:42

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 atau MotoGP Mandalika turut didukung oleh kelancaran logistik lintas negara....

SelengkapnyaDetails
super

Jadwal Super League Pekan 5: Persija Diuji Persita, Persib Hadapi Ancaman Persik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:01
psm

Jamu PSM Makassar di Bantul, PSIM Jogjakarta Usung Misi Raih Tiga Poin Perdana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40
esi

PB ESI 2026-2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    1781 shares
    Share 712 Tweet 445
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1114 shares
    Share 446 Tweet 279
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    995 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    948 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.