• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Wolf Man, Kisah Satu Keluarga Bertahan Hidup dari Teror

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 19 Januari 2025 - 05:27
in Gaya Hidup
Poster film "Wolf Man". Foto : Antara/HO-Universal Pictures

Poster film "Wolf Man". Foto : Antara/HO-Universal Pictures

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Film Wolf Man merupakan film horor terbaru garapan sutradara Leigh Whannell yang mengangkat kisah satu keluarga yang berusaha bertahan hidup dari teror mencekam manusia serigala.

Film yang juga ditulis oleh Leigh bersama Corbett Tuck ini merupakan versi reboot dari film klasik bertajuk The Wolf Man yang tayang pada tahun 1941.

BacaJuga:

BTS Kembali Masuk Top 10 Billboard 200 Usai Tampil di Halftime Show Final Piala Dunia FIFA 2026

ADOR Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pelanggaran Privasi Hanni NewJeans

Fanbase CORTIS Dituding Akui Manipulasi Chart Melon, Netizen Korea Murka

Film itu berkisah tentang seorang anak kecil bernama Blake (diperankan Christoper Abbott) yang tinggal bersama ayahnya, seorang mantan tentara bernama Grady, di wilayah hutan Oregon, Amerika Serikat. Blake dan ayahnya rutin berburu setiap hari ke hutan.

Namun pada suatu hari, mereka bertemu dengan makhluk misterius di tengah hutan. Sosok yang mereka kira merupakan hewan buas ternyata adalah makhluk misterius yang berdiri tegak namun sekujur tubuhnya dipenuhi bulu.

Makhluk itu menyadari keberadaan Blake dan ayahnya dan kemudian menyerang mereka. Beruntung, pada akhirnya mereka masih selamat dari kematian.

Waktu berpindah beberapa tahun kemudian di masa ketikai Blake telah berkeluarga dan dikaruniai seorang putri bernama Ginger (diperankan Matilda Firth) yang sangat ia sayangi.

Akan tetapi, hubungan Blake dengan istrinya, Charlotte (diperankan Julia Garner) sedang berada di ujung tanduk. Charlotte yang terlalu sibuk mengurus pekerjaannya sebagai jurnalis membuat hubungan dengan keluarganya kurang harmonis.

Suatu hari, Blake mendapat kabar bahwa ayahnya dinyatakan meninggal dunia. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Oregon untuk membawa barang-barang peninggalan ayahnya sekaligus mengajak keluarganya untuk jalan-jalan.

Meski sempat diawali dengan keraguan untuk meninggalkan pekerjaannya, Charlotte menerima ajakan Blake ikut ke Oregon sebagai upaya untuk memperbaiki rumah tangga mereka.

Blake dan keluarganya pun berangkat ke Oregon dengan rasa gembira dengan harapan perjalanan dan liburan mereka di sana nanti akan menyenangkan. Semua berjalan normal hingga mereka tiba di hutan tempat Blake dan ayahnya dulu tinggal.

Kejanggalan bahkan sudah nampak sebelum mereka tiba di rumah Blake ketika sosok misterius tiba-tiba diam di tengah jalan yang mereka lewati. Akibatnya, mobil mereka oleng dan Blake sekeluarga mengalami kecelakaan.

Ternyata musibah yang mereka alami tidak berhenti sampai situ. Tak lama kemudian datang sosok makhluk aneh yang tiba-tiba datang meneror mereka. Ternyata, makhluk tersebut adalah manusia serigala yang sedang memburu Blake dan keluarganya.

Perjalanan ke kampung halaman yang awalnya menyenangkan seketika berubah menjadi mimpi buruk. Blake berusaha keras untuk melindungi keluarganya dari teror manusia serigala yang siap menyerang kapan saja. Namun, di tengah usaha mereka bertahan hidup, Blake menyadari ada yang berbeda dari dalam dirinya.

Film Wolf Man berhasil menyuguhkan atmosfer horor yang mencekam sekaligus mendebarkan dengan menggabungkan berbagai elemen mulai dari visual, efek suara, skoring, hingga sosok manusia serigala itu sendiri yang menjadi unsur utama dalam cerita ini.

Perasaan mendebarkan bahkan sudah dihadirkan film ini sejak bagian pembuka ketika adegan Blake dan ayahnya berburu di hutan dan bertemu dengan manusia serigala.

Film ini tidak sekadar berfokus pada elemen horor untuk membuat penonton ketakutan. Ceritanya juga berusaha menonjolkan sisi emosional terutama dalam hubungan sebuah keluarga di mana ikatan batin Blake dan Ginger juga menjadi sorotan utama dalam film itu.

Pada adegan-adegan menegangkan pun, film ini tetap menyelipkan elemen emosional dengan memperlihatkan perjuangan Blake untuk melindungi anak dan istrinya, serta penggambaran sosok Blake sebagai seorang ayah yang sangat menyayangi keluarganya.

Bagian menarik lain adalah film ini juga menggambarkan visual dan pendengaran dari sudut pandang manusia serigala yang tentu berbeda dari manusia. Penonton dapat merasakan bagaimana penglihatan dan pendengaran hewan nokturnal pada saat adegan diambil dari sudut pandang manusia serigala.

Sayangnya, meskipun sisi kekeluargaan menjadi salah satu unsur utama dalam cerita ini, eksekusinya terasa datar. Ini terlihat dari ikatan emosional antara Blake dan Charlotte tidak tersampaikan dengan baik. Padahal, mereka berdua adalah sepasang suami istri dan dalam cerita mereka saling melindungi satu sama lain namun emosi yang coba disampaikan terasa hambar.

Latar belakang tokoh dalam film ini juga kurang digali. Misalnya, sepanjang film tidak diungkapkan alasan keretakan hubungan rumah tangga Blake dan Charlotte. Penyajian drama keluarga juga serba nanggung yang pada akhirnya juga mempengaruhi penyampaian aspek emosional kepada penonton.

Film itu dibintangi oleh Christopher Abbott yang sebelumnya bermain dalam film “Kraven The Hunter”. Lalu ada aktris pemenang penghargaan film bergengsi Emmy Awards dan Golden Globes Julia Garner. Selain Christopher dan Julia, film ini juga menghadirkan Matilda Firth, Sam Jaeger, dan Ben Prendergast, dan sang sutradara Leigh Whannell yang tampil sebagai cameo.

Skoring film ini dibuat oleh Benjamin Wallfisch dengan sinematografi yang diarahkan oleh Stefan Duscio. Sedangkan pengeditan dan efek visual berada di bawah tanggung jawab Andy Canny. “Wolf Man” digarap oleh rumah produksi Blumhouse Production dan didistribusikan oleh Universal Pictures.

Film tersebut merupakan film yang berhasil memenuhi aspek elemen-elemen horor yang cukup menegangkan dan mencekam sehingga ini menjadi pilihan tontonan bagi penggemar horor. Sayangnya, aspek emosional dalam drama keluarga yang berusaha ditampilkan film ini kurang tersampaikan dengan baik dan terasa hambar seperti dilansir Antara.

Apakah keluarga Blake bisa selamat dari teror mencekam manusia serigala? Film tersebut sudah tayang di bioskop. (aro)

Tags: Film HororWolf Man

Berita Terkait.

bts
Gaya Hidup

BTS Kembali Masuk Top 10 Billboard 200 Usai Tampil di Halftime Show Final Piala Dunia FIFA 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:05
ador
Gaya Hidup

ADOR Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pelanggaran Privasi Hanni NewJeans

Rabu, 29 Juli 2026 - 03:30
cortis
Gaya Hidup

Fanbase CORTIS Dituding Akui Manipulasi Chart Melon, Netizen Korea Murka

Rabu, 29 Juli 2026 - 02:20
emoti
Gaya Hidup

EMOTI:M Rayakan Debut Resmi Lewat Tantangan “SPARK”, Siapkan Hadiah Polaroid Eksklusif

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:11
8 Tahun Berlalu, Kim Dongyoon Tetap Dikenang sebagai Idol K-Pop
Gaya Hidup

8 Tahun Berlalu, Kim Dongyoon Tetap Dikenang sebagai Idol K-Pop

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:30
Gaya Hidup

ILLIT Tutup Tur Jepang Pertama dengan 11 Pertunjukan Sold Out

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:05

BERITA POPULER

  • SAWIT

    Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1599 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1438 shares
    Share 575 Tweet 360
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3033 shares
    Share 1213 Tweet 758
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    752 shares
    Share 301 Tweet 188
  • Pasca-Bentrokan Berdarah di Menteng, 200 Personel Gabungan TNI-Polri Disiagakan

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.