• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Dituding Coba Memecah Belah Eropa, Ini Kebijakan Kontroversial Donald Trump

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 10 Januari 2025 - 23:13
in Internasional
Trump

Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump. Foto: Instagram/@realdonaldtrump

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Situasi politik dan diplomatik antara Eropa dan Amerika Serikat (AS) tampaknya semakin dinamis menjelang pelantikan Donald Trump sebagai Presiden terpilih AS pada 20 Januari 2025 mendatang. Berikut poin-poin utama terkait isu ini seperti dikutip ANTARA pada Jumat (10/1/2025):

1. Tuduhan Upaya Perpecahan Eropa

BacaJuga:

Swiss-Belhotel International Perluas Portofolio di Bali dengan Soft Opening Resor Ashva Swiss-belresort Ubud

Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?

Sempat Dikritik Dino Patti Djalal, Pemerintah Akhirnya Utus Menlu ke Pemakaman Ali Khamenei

– Wakil Kanselir Jerman, Robert Habeck menuduh Trump mencoba memecah belah negara-negara Eropa dengan kebijakan bilateral yang sebelumnya ia gunakan dalam masa jabatan sebelumnya.
– Habeck menekankan pentingnya persatuan Eropa, terutama bagi Jerman yang sangat bergantung pada dukungan Uni Eropa dalam menghadapi kebijakan perdagangan AS yang cenderung proteksionis.
– Surplus perdagangan Jerman dengan AS dianggap menjadi sasaran utama kebijakan tarif Trump.

2. Kritik Olaf Scholz terhadap Trump

– Kanselir Jerman Olaf Scholz mengecam pernyataan Trump terkait akuisisi Greenland dan Kanada.
– Scholz menegaskan bahwa integritas perbatasan internasional tidak boleh dilanggar, dan prinsip ini menjadi dasar tatanan perdamaian global.
– Pernyataan Trump tentang kemungkinan akuisisi wilayah seperti Greenland memicu respons tegas dari Denmark dan Perdana Menteri Mette Frederiksen, yang memperkuat status otonomi Greenland.

3. Kebijakan Kontroversial Trump

– Trump terus mengangkat isu akuisisi Greenland, menyebutkan bahwa wilayah tersebut akan mendapat perlindungan dan kesejahteraan jika menjadi bagian dari AS.
– Usulan Trump untuk menjadikan Kanada sebagai negara bagian AS melalui tekanan ekonomi menambah ketegangan hubungan internasional.
– Dalam platform Truth Social, Trump menggalang dukungan dengan slogan seperti “BUAT GREENLAND HEBAT LAGI!”

4. Elon Musk dan Pengaruhnya terhadap Hubungan Jerman-AS

– Elon Musk, penasihat dekat Trump, memanaskan hubungan dengan mengkritik Kanselir Scholz dan Presiden Frank-Walter Steinmeier secara terbuka.
– Dukungan Musk terhadap Alternatif untuk Jerman (AfD), partai sayap kanan, menjadi perhatian besar menjelang pemilu Jerman pada 23 Februari.
– Scholz menanggapi kritik ini dengan menegaskan komitmen Jerman terhadap NATO sebagai pilar utama keamanan global.

5. Respons Eropa terhadap Trump

– Pemimpin-pemimpin Eropa, termasuk Habeck dan Scholz, menyerukan solidaritas Eropa menghadapi kebijakan Trump yang berpotensi mengganggu stabilitas transatlantik.
– Hubungan Eropa-AS akan diuji, terutama dalam isu perdagangan, keamanan, dan nilai-nilai bersama.

6. Tantangan Transatlantik Mendatang

– Dengan pelantikan Trump yang semakin dekat, Eropa bersiap untuk kemungkinan menghadapi tantangan yang lebih besar terhadap hubungan diplomatik dan ekonomi transatlantik.
– Langkah-langkah strategis sedang dipertimbangkan untuk mempertahankan kesatuan Eropa, menghadapi kebijakan unilateral dari pemerintahan AS yang baru. (her)

Sumber: Anadolu-OANA

Tags: Amerika SerikatDonald TrumpEropaKebijakan Kontroversial

Berita Terkait.

SB
Internasional

Swiss-Belhotel International Perluas Portofolio di Bali dengan Soft Opening Resor Ashva Swiss-belresort Ubud

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:25
Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?
Internasional

Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:04
Sugiono
Internasional

Sempat Dikritik Dino Patti Djalal, Pemerintah Akhirnya Utus Menlu ke Pemakaman Ali Khamenei

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:41
KPTDP Gandeng Tony Blair Percepat Pemerintahan Digital Berbasis AI
Internasional

KPTDP Gandeng Tony Blair Percepat Pemerintahan Digital Berbasis AI

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:44
Run for Free Palestine Jadi Aksi Perdana, Komnas Palestina Resmi Menggalang Solidaritas Warga
Internasional

Run for Free Palestine Jadi Aksi Perdana, Komnas Palestina Resmi Menggalang Solidaritas Warga

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:01
Asia Tenggara Satukan Kekuatan Riset, ASEAN4TB Siap Percepat Eliminasi Tuberkulosis
Internasional

Asia Tenggara Satukan Kekuatan Riset, ASEAN4TB Siap Percepat Eliminasi Tuberkulosis

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:22

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3197 shares
    Share 1279 Tweet 799
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1420 shares
    Share 568 Tweet 355
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    997 shares
    Share 399 Tweet 249
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2881 shares
    Share 1152 Tweet 720
  • Awal Pekan Ini Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

    769 shares
    Share 308 Tweet 192
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.