• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Penyimpangan Tema Jadi Alasan Penghentian Pameran, Bukan Pembredelan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 26 Desember 2024 - 15:13
in Nasional
Galeri Nasional Indonesia. Foto: Istimewa

Galeri Nasional Indonesia. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Baru-baru ini, penundaan pameran “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan” yang menampilkan karya Yos Suprapto di Galeri Nasional Indonesia (GNI) menjadi perhatian publik, dengan beberapa pihak melontarkan tuduhan tentang adanya pembredelan.

Namun, setelah melakukan klarifikasi lebih lanjut, faktanya menunjukkan bahwa penghentian pameran ini disebabkan oleh penyimpangan tema yang tidak sesuai dengan rencana awal, dan bukan karena tindakan pembredelan atau upaya untuk membatasi kebebasan berekspresi seni.

BacaJuga:

Bersama 1.000 Penyandang Disabilitas, Mendikdasmen Gaungkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

42 Tahun Menunggu, Haedar Nashir Akhirnya Kantongi Kartu Wartawan Utama

Sengketa Tanah Tridharma, Pondok Labu, Warga Desak BPN Jangan Bela Pengusaha

Keputusan untuk menghentikan pameran ini muncul setelah adanya ketidaksepakatan antara seniman dan kurator pameran, Suwarno Wisetrotomo, terkait beberapa karya yang dipamerkan.

Meskipun Galeri Nasional Indonesia telah melakukan mediasi intensif untuk mencapai kesepakatan, perbedaan pandangan mengenai tema dan kurasi akhirnya menyebabkan pengunduran diri kurator dan keputusan untuk menghentikan pameran.

Galeri Nasional Indonesia Berupaya Memediasi Secara Profesional

Galeri Nasional Indonesia menegaskan bahwa keputusan penghentian pameran bukanlah tindakan yang dipaksakan atau sebagai bentuk pembredelan terhadap karya seni. Sebaliknya, pihak Galeri Nasional Indonesia telah berupaya untuk memediasi perbedaan pendapat ini dengan komunikasi yang intensif dan terbuka antara semua pihak yang terlibat. Proses mediasi dilakukan dengan tujuan untuk menemukan solusi yang adil bagi seniman, kurator, dan Galeri Nasional, tanpa mengorbankan integritas dan keselarasan kuratorial pameran.

“Galeri Nasional Indonesia selalu mengutamakan profesionalisme dan kebebasan berekspresi seni. Kami percaya bahwa dalam proses kuratorial, komunikasi yang baik antara seniman dan kurator sangat penting untuk menjaga keselarasan tema dan kualitas pameran. Kami berusaha memfasilitasi komunikasi ini dengan sebaik-baiknya, namun dalam hal ini, penyimpangan tema yang terjadi tidak dapat dipungkiri,” kata Jarot Mahendra, Penanggung Jawab Unit Galeri Nasional Indonesia.

Penyimpangan Tema Sebagai Alasan Penghentian Pameran

Pameran yang awalnya memiliki tema “BANGKIT!” mengalami perubahan menjadi “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan” setelah proses seleksi dan evaluasi kuratorial. Namun, setelah beberapa karya dipajang, kurator menyatakan bahwa beberapa karya yang dipilih oleh Yos Suprapto tidak sepenuhnya sesuai dengan tema yang telah ditetapkan bersama.

Meskipun diskusi dan mediasi terus dilakukan untuk mencari jalan tengah, akhirnya kurator memutuskan untuk mundur dari peranannya, karena kesepakatan mengenai tema dan kurasi tidak tercapai.

Pihak Galeri Nasional Indonesia menegaskan bahwa penyimpangan tema ini adalah alasan utama dihentikannya pameran, dan bukan adanya upaya pembredelan atau pembatasan terhadap karya seniman.

Pembredelan adalah istilah yang salah digunakan untuk menggambarkan proses yang terjadi, karena keputusan ini diambil secara profesional dan berdasarkan prinsip kebebasan berekspresi yang dijunjung tinggi oleh Galeri Nasional Indonesia.

Seniman Menurunkan Karyanya

Setelah pameran dihentikan, beberapa karya Yos Suprapto diturunkan dari ruang pameran.

Galeri Nasional Indonesia menegaskan bahwa penurunan karya ini adalah keputusan pribadi seniman, karena beberapa sudah laku terjual di tengah polemik. Dengan demikian, penurunan karya bukan merupakan tindakan yang dipaksakan, melainkan merupakan hak seniman atas karya yang telah diperdagangkan.

Keputusan ini sepenuhnya berada di tangan Yos Suprapto dan tidak ada tekanan dari pihak Galeri Nasional Indonesia untuk menurunkan karya tersebut.

Penghentian pameran “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan” oleh Galeri Nasional Indonesia bukanlah tindakan pembredelan, melainkan keputusan yang diambil karena tidak ditemukannya kesepakatan antara kurator dan seniman terkait penyimpangan karya yang ditampilkan dengan tema yang disepakati. (ibs)

Tags: Galeri Nasional IndonesiaPameran

Berita Terkait.

abdul
Nasional

Bersama 1.000 Penyandang Disabilitas, Mendikdasmen Gaungkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:21
nashir
Nasional

42 Tahun Menunggu, Haedar Nashir Akhirnya Kantongi Kartu Wartawan Utama

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:11
bpn
Nasional

Sengketa Tanah Tridharma, Pondok Labu, Warga Desak BPN Jangan Bela Pengusaha

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:12
viva
Nasional

Viva Yoga Dorong Pembangunan Kawasan Transmigrasi Subulussalam

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:45
Budi-P
Nasional

KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Jateng dan Jatim terkait Kasus Suap Pajak

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:26
Abdul-Mu'ti
Nasional

Tak Ada Anak Tertinggal, 164 Ribu Murid Difabel Dapat Akses Layanan Pendidikan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:44

BERITA POPULER

  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2213 shares
    Share 885 Tweet 553
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1162 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Perayaan 1 Tahun dengan Berbagai Penghargaan, Mitsubishi Destinator Tampil Mentereng di GIIAS 2026

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    970 shares
    Share 388 Tweet 243
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2466 shares
    Share 986 Tweet 617
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.