• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Jubir Istana Minta Maaf Soal Diksi “Rakyat Jelata”: Kami akan Terus Berintrospeksi

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Jumat, 6 Desember 2024 - 08:42
in Nasional
Adita-Irawati

Juru Bicara (Jubir) Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Officer (PCO) Adita Irawati. Foto: Instagram/@pco.ri

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Juru Bicara (Jubir) Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Officer (PCO) Adita Irawati menyampaikan permohonan maaf kepada publik lantaran menggunakan diksi “rakyat jelata” dalam merespons kegaduhan Utusan Khusus Presiden Miftah Maulana Habiburrahman. Ia menyadari, pemakaian kata tersebut tidak tepat.

“Secara pribadi, saya memohon maaf atas kejadian ini yang sebabkan kontroversi terhadap masyarakat,” kata Adita dalam Instagram resmi Kantor Komunikasi Kepresidenan dilihat, Jumat (6/12/2024).

BacaJuga:

Presiden Jerman ke Jakarta, Pengaturan Lalin Jalur Protokol Bersifat Situasional

585 Personel Gabungan Amankan Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman di Jakarta

Menteri PANRB Dorong ASN BerAKHLAK dan Adaptif Hadapi Tantangan Birokrasi Masa Depan

Ia mengklaim, tidak terencana ketika menyampaikan kata “rakyat jelata” dalam sesi wawancara dengan salah satu media. Serta dianggapnya ada pergeseran makna dalam penggunaan diksi tersebut.

“Kejadian ini sama sekali tidak disengaja,” ucap mantan Juru Bicara Kementerian Perhubungan itu.

Ia menyebut, pemakaian diksi tersebut sama artinya seperti rakyat biasa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

“Saya gunakan diksi tersebut sesuai dengan arti dan makna yang tercantum di dalam KBBI yang artinya adalah rakyat biasa yaitu, kita semuanya rakyat Indonesia,” jelasnya.

Ia memastikan, tidak ada maksud untuk melemahkan atau merendahkan di balik diksi “rakyat jelata” yang digunakannya tersebut. Serta dapat memilih kata yang tepat dalam mengkomunikasikan kepada masyarakat.

“Kami akan terus berintrospeksi diri dan akan lebih berhati-hati dalam menggunakan bahasa, khususnya diksi saat kami melaksanakan bertugas,” tutur Adita.

Wawancara Adita dengan media massa dalam merespons polemik pendakwah sekaligus Utusan Khusus Presiden Gus Miftah menuai kontroversi lantaran menggunakan diksi “rakyat jelata”.

“Kami dari pihak Istana tentu menyesalkan kejadian ini, satu hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi, apalagi kalau kita lihat Pak Prabowo Subianto ini kalau dilihat dari berbagai baik melalui pidato juga kunjungan-kunjungan beliau di lapangan, kunjungan kerja, terlihat sekali pemihakkan beliau kepada rakyat kecil, kepada rakyat jelata,” jelas Adita Irawati baru-baru ini. (dan)

Tags: Adita IrawatidiksiGus MiftahJubir Kantor Komunikasi KepresidenanRakyat JelataUtusan Khusus Presiden

Berita Terkait.

Pengawalan
Nasional

Presiden Jerman ke Jakarta, Pengaturan Lalin Jalur Protokol Bersifat Situasional

Senin, 15 Juni 2026 - 09:07
Presiden-Jerman
Nasional

585 Personel Gabungan Amankan Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman di Jakarta

Senin, 15 Juni 2026 - 08:26
rini
Nasional

Menteri PANRB Dorong ASN BerAKHLAK dan Adaptif Hadapi Tantangan Birokrasi Masa Depan

Senin, 15 Juni 2026 - 02:02
irfan
Nasional

Notarace 2026, INI Padukan Olahraga dan Penguatan Wawasan Profesi Notaris

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:23
komdigi
Nasional

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:02
Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket
Nasional

Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:05

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    5631 shares
    Share 2252 Tweet 1408
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1588 shares
    Share 635 Tweet 397
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1004 shares
    Share 402 Tweet 251
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    900 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.