• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Bangun Pelayanan Publik Inklusif, Menteri PANRB Dorong Keterlibatan Kelompok Rentan dalam Perumusan Kebijakan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 4 Desember 2024 - 21:44
in Nasional
rinico

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, dalam Seminar dan Talkshow Pelayanan Publik Inklusif Ramah Kelompok Rentan, yang bertajuk “Mewujudkan Ekosistem Pelayanan Publik Inklusif dan Berdampak, di Jakarta, Selasa (3/12/2024). Foto: Dokumen Kementerian PANRB

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Membangun ekosistem pelayanan publik yang inklusif dan ramah kelompok rentan adalah tugas dan kewajiban setiap penyelenggara pelayanan publik.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyebutkan hal tersebut harus diupayakan bersama secara kolaboratif dan lintas sektoral, termasuk keterlibatan kelompok rentan dalam perumusan kebijakan.

BacaJuga:

LPDB Dorong Koperasi Jadi Mesin Lapangan Kerja Anak Muda, Alternatif Ketergantungan Pinjol

BRIN Gelar IISE 2026, Pamerkan 200 Inovasi Unggulan dan Bidik Pasar Industri

Raih Award Strategic Mining Investment, MIND ID Perkuat Hilirisasi dan Industrialisasi Nasional

“Partisipasi dan keterlibatan masyarakat khususnya kelompok rentan akan memberikan perspektif baru kepada pemerintah untuk menghasilkan cara-cara baru dan inovatif serta inklusif untuk menjangkau seluruh masyarakat dengan berbagai keragaman dan kebutuhannya,” kata Rini dalam Seminar dan Talkshow Pelayanan Publik Inklusif Ramah Kelompok Rentan, yang bertajuk “Mewujudkan Ekosistem Pelayanan Publik Inklusif dan Berdampak, di Jakarta, Selasa (3/12/2024).

Lebih lanjut Menteri PANRB mengatakan bahwa dalam membangun ekosistem pelayanan publik inklusif dan ramah kelompok rentan, penyelenggara pelayanan publik harus membuka akses terhadap semua layanan. Seperti akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, administrasi kependudukan, layanan transportasi, akses terhadap informasi, dan layanan perbankan.

“Kita akan membuka akses yang seluas-luasnya kepada kelompok ramah kaum rentan, dengan ekosistem ini pelayanan publik dilihat sebagai enabler yang memungkinkan setiap individu dapat merasakan dan menikmati hasil pembangunan secara setara bagi semua orang,” ungkapnya.

Adapun penyelenggaraan pelayanan publik yang inklusif dan non-diskriminatif ini merupakan amanat konstitusi Undang-Undang Dasar Tahun 1945 pasal 28H ayat (2), Undang-Undang No. 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia, serta Undang-Undang Nomor 25/2009 tentang Pelayanan Publik.

Sebagai pembina penyelenggaraan pelayanan publik nasional, lanjut Menteri Rini, Kementerian PANRB mengambil peran penting dan strategis untuk merumuskan kebijakan yang memastikan terbangunnya sistem-sistem pelayanan publik yang berkualitas dan inklusif.

Selain itu, Kementerian PANRB juga mendorong terjalinnya kolaborasi aktif antara pemerintah dengan komunitas dan organisasi pemerhati kelompok rentan dalam proses-proses perencanaan, implementasi, hingga evaluasi penyelenggaraan pelayanan.

“Yang paling penting adalah mendorong kolaborasi antar-pihak. Mari kita berkolaborasi. Hari ini saya berkolaborasi dengan Kementerian PPPA, Kemenko PMK, rumah sakit, Kementerian Pendudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, tentunya kita mengharapkan adanya sebuah ekosistem layanan publik yang lebih inklusif,” jelasnya.

Menteri PANRB menjelaskan, dalam pembangunan ekosistem pelayanan publik yang inklusif, penyelenggara pelayanan publik wajib memastikan berbagai aspek aksesibilitas pelayanan publik.

Ada lima aspek yang ditegaskan Rini, pertama yakni aspek kebijakan dan komitmen pimpinan. Dikatakan, aspek tersebut memastikan pelayanan publik yang disediakan memenuhi kebutuhan kelompok rentan serta memandu dan mendorong implementasi praktik yang inklusif dan aksesibel.

“Kalau tidak ada komitmen pimpinan, ini tidak akan jalan. Jadi mari Bapak/Ibu dari instansi pemerintah, kita bahu-membahu membangun komitmen bersama untuk bisa membangun ekosistem pelayanan publik inklusif dan ramah kelompok rentan ini agar bisa terwujud,” tuturnya.

Kedua, aspek aksesibilitas fisik. Hal ini mencakup desain bangunan, fasilitas, dan infrastruktur dengan prinsip desain universal yang memungkinkan kelompok rentan dengan hambatan mobilitas dan disabilitas lainnya dapat mengakses dan menggunakan pelayanan dengan nyaman.

Selanjutnya, aspek aksesibilitas komunikasi dan informasi, yang memastikan tersedianya informasi yang dapat diakses dalam berbagai format dengan menerapkan prinsip desain universal, serta teknologi dan alat bantu yang mendukung kelompok rentan dalam berkomunikasi.

Kemudian, aspek akomodasi yang layak. Aspek ini merupakan penyediaan layanan dan fasilitas tambahan yang diperlukan untuk memastikan kelompok rentan dapat mengakses dan menggunakan layanan secara efektif dan efisien sesuai preferensi dan kebutuhannya.

Terakhir, aspek sumber daya manusia, yaitu sumber daya manusia (SDM) yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai untuk memberikan pelayanan publik yang sensitif terhadap kebutuhan kelompok rentan.

Terkait aspek SDM, Menteri PANRB menyampaikan, di tahun 2024, pemerintah membuka kesempatan bagi disabilitas untuk bergabung menjadi aparatur sipil negara (ASN). Dijelaskan, selain membutuhkan talenta digital, juga dibutuhkan talenta yang responsif terhadap kebutuhan-kebutuhan kelompok rentan.

“Kami sudah memberikan afirmasi untuk disabilitas untuk bisa ikut serta menjadi ASN sebanyak dua persen, jadi Bapak/Ibu yang memang ingin ikut serta membangun negeri menjadi ASN, kita sudah memberikan afirmasi di dalam formasi ASN,” terangnya.

Menteri PANRB menyebutkan, aksesibilitas merupakan prasyarat utama bagi kelompok rentan untuk dapat berpartisipasi sebagai anggota masyarakat pada umumnya. Tidak hanya bersifat fisik, seperti lingkungan yang bebas hambatan dan transportasi yang mudah, tetapi juga meliputi aspek non-fisik seperti sikap ramah dan penerimaan akan keberadaan secara wajar dan meniadakan diskriminasi dan stigmatisasi.

Lanjutnya dikatakan, secara bersama, baik pemerintah maupun masyarakat harus memiliki paradigma atau cara pandang bahwa kelompok rentan khususnya penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama, termasuk aksesibilitas dalam berbagai bidang kehidupan. Hal ini tentunya harus diperhatikan dan dijamin oleh pemerintah dalam berbagai kebijakan yang dikeluarkan.

Menteri Rini juga mendorong sinergitas dan koordinasi yang baik antara semua pihak. Apresiasi juga disampaikannya atas upaya yang telah dilakukan untuk mewujudkan pelayanan publik yang aksesibel dan dapat dinikmati oleh masyarakat.

“Kami mendorong terus agar para penyelenggara pelayanan publik terus berinovasi, dan secara aktif melibatkan masyarakat dan khususnya para pemerhati kelompok rentan dan organisasi penyandang disabilitas untuk bersama-sama merumuskan dan merencanakan kebijakan yang inklusif serta melakukan evaluasi secara sistematis dan terukur untuk memastikan dampak positif yang dirasakan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan menjadi salah satu pemateri. Veronica mendorong agar kaum perempuan, atau siapapun, dan juga difabel untuk tetap menjadi diri sendiri dan tetap memberdayakan diri.

Kedua, bagi orang tua khususnya seorang ibu, ia berpesan agar terus memberi pengaruh yang positif dimanapun lingkungannya. Veronica juga menegaskan, sebagai bagian dari pemerintah dirinya akan terus mendukung kebijakan pembangunan yang inklusif.

“Kalau di lingkungan pemerintah, saya juga mau terus bergerak memberikan pengaruh yang positif walaupun secara birokrasi, saya juga sadar itu tidak gampang. Tapi selama kita punya hati, seberapa pencapaian itu bukan urusan kita, tapi selama kita memberikan hati kita dengan hati nurani yang sesungguhnya saya yakin pasti akan mudah,” ujarnya. (rmn)

Tags: Kelompok Rentankementerian panrbPelayanan Publik Inklusifrini widyantini

Berita Terkait.

LPDB Dorong Koperasi Jadi Mesin Lapangan Kerja Anak Muda, Alternatif Ketergantungan Pinjol
Nasional

LPDB Dorong Koperasi Jadi Mesin Lapangan Kerja Anak Muda, Alternatif Ketergantungan Pinjol

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:50
BRIN Gelar IISE 2026, Pamerkan 200 Inovasi Unggulan dan Bidik Pasar Industri
Nasional

BRIN Gelar IISE 2026, Pamerkan 200 Inovasi Unggulan dan Bidik Pasar Industri

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:30
Raih Award Strategic Mining Investment, MIND ID Perkuat Hilirisasi dan Industrialisasi Nasional
Nasional

Raih Award Strategic Mining Investment, MIND ID Perkuat Hilirisasi dan Industrialisasi Nasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:15
Cuaca di Jakarta Hari Ini Didominasi Cerah dengan Suhu Udara Relatif Hangat
Nasional

Kementerian P2MI Luncurkan Layanan Telekonseling Gratis untuk Kesehatan Mental Pekerja Migran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:05
LPDB Kembangkan Credit Scoring Digital Berbasis AI, Target Berlaku 2027
Nasional

Menko Polkam Ungkap Sosok Calon Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:05
LPDB Kembangkan Credit Scoring Digital Berbasis AI, Target Berlaku 2027
Nasional

LPDB Kembangkan Credit Scoring Digital Berbasis AI, Target Berlaku 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:29

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    932 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Pengusaha Pilihan

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Elnusa Perkuat Produksi Migas, HWU EHR#10 Dukung Pembukaan Kembali Sumur Idle

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.