• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Jejak Nobel di Hutan Lampung: Tambling Jadi Ruang Pertemuan Sains dan Alam

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:21
in Nasional
Siti-Hediati-Soeharto

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto berbicara tentang konservasi saat 21 tokoh dunia menyambangi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Provinsi Lampung, Jumat (28/8/2026). Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Bukan ruang konferensi, bukan pula laboratorium modern. Di tengah hutan hujan tropis Lampung, para peraih Nobel, Turing Award, ilmuwan, akademisi, dan tokoh dunia justru menemukan ruang untuk berbicara tentang masa depan bumi.

Sebanyak 21 tokoh dunia mengunjungi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Lampung, pada 27-28 Agustus 2026. Mereka datang untuk melihat langsung pengalaman Indonesia menjaga ekosistem alam sekaligus bertukar gagasan mengenai konservasi, perubahan iklim, teknologi, biodiversitas, dan pembangunan berkelanjutan.

BacaJuga:

Bukan Sekadar Hujatan di Medsos, Ketua DPR Ingatkan Dampak Cyberbullying pada Anak

Momentum Sumpah Pemuda, Ketum KNPI: Pemuda Indonesia Bersatu Dukung Pemerintahan Prabowo

Wamendagri: Pusat dan Daerah Harus Bergerak Bersama Menuju Indonesia Emas 2045

Para tamu diterima Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto yang menjadi tuan rumah kegiatan.

Selama tiga dekade, TWNC telah menjadi bagian dari perjalanan panjang konservasi. Bentang alamnya membentang sekitar 48.153 hektare kawasan hutan dan 14.089 hektare kawasan laut, mencakup hutan hujan tropis dataran rendah, hutan pantai, mangrove, danau, rawa air tawar hingga hutan sekunder.

Bagi Titiek, perjalanan panjang tersebut membuat Tambling lebih dari sekadar kawasan konservasi. Tempat ini dapat menjadi titik temu antara alam Indonesia dan pengetahuan dunia.

“Tambling memperkenalkan sesuatu yang sangat penting. Konservasi bukan sebuah proyek pendek, tetapi sebuah komitmen panjang untuk generasi ke depan. Hari ini, saya percaya Tambling (Wildlife Nature Conservation) bisa menjadi sesuatu yang lebih besar. Tambling bisa menjadi laboratorium hidup, di mana alam bertemu dengan sains, teknologi, pendidikan dan hubungan internasional,” ujar Titiek dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).

Ia menegaskan, pertemuan tersebut bukan sekadar memperkenalkan Tambling kepada dunia, tetapi juga membuka peluang lahirnya gagasan baru untuk memperkuat perlindungan alam.

“Kami hadir bukan hanya untuk Tambling, tetapi juga belajar, membantu mengembangkan ide baru, membantu meneliti bagaimana sains dan teknologi dapat memperkuat perlindungan biodiversitas, iklim, resiliensi dan pembangunan yang berkelanjutan. Selamat datang Presiden Ramos dan seluruh penerima Nobel di Tambling,” tuturnya.

Pesan serupa datang dari Nobel Peace Prize laureate sekaligus Presiden Timor Leste José Ramos-Horta. Ia melihat kepemimpinan sebagai salah satu pelajaran penting dari perjalanan konservasi Tambling dan menyoroti peran Tomy Winata dalam mempertahankan kawasan tersebut selama puluhan tahun.

“Satu hal yang bisa dipelajari adalah kepemimpinan. Ini adalah kepemimpinan Tomy Winata. Senang sekali bahwa pemerintah dan masyarakat memberikan tanggung jawab untuk mengurus kawasan ini selama 30 tahun,” kata Ramos-Horta.

Namun, menurut Ramos-Horta, konservasi tidak akan berjalan tanpa masyarakat yang hidup di sekitar kawasan.

“Anda tidak bisa melakukan apa-apa tanpa berhubungan (kolaborasi) dengan rakyat yang tinggal di sini. Mereka harus merasakannya, percaya padanya, dan kemudian mereka membuat pengalaman yang hebat. Mereka bukan penonton,” jelasnya.

Salah satu perhatian utama dalam kunjungan tersebut adalah Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae), satwa berstatus kritis atau Critically Endangered. Melalui Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra di TWNC, harimau yang mengalami konflik ditangani dan dipulihkan sebelum dikembalikan ke habitat alaminya.

Hutan yang dipertahankan juga memiliki fungsi ekologis yang jauh lebih besar: menjadi habitat satwa liar, penyimpan karbon, pengatur tata air, sekaligus penyangga kehidupan masyarakat sekitar.

Ramos-Horta menilai pengalaman Indonesia dalam menjaga alam layak menjadi pembelajaran bagi dunia, terlebih Indonesia menghadapi tantangan lingkungan yang kompleks. “Indonesia sendiri adalah contoh untuk seluruh dunia,” tutur Ramos-Horta.

Kunjungan tersebut diikuti tokoh dari beragam disiplin, antara lain Frances H. Arnold, Tim Hunt, Benjamin List, Robert C. Merton, Konstantin Novoselov, Frederick Jay Ramsdell, James A. Robinson, Brian Paul Schmidt, David Beasley, Jack Joseph Dongarra, Martin Edward Hellman, Whitfield Diffie, Richard S. Sutton, Torsten Hoefler, Sara Seager, Howard Yana Shapiro, Kailash Satyarthi, Leander Heldring, Peter Badge, dan Gilles Brassard.

Keragaman latar belakang mereka memperlihatkan bahwa konservasi kini bukan lagi isu lingkungan semata. Biodiversitas bersinggungan dengan teknologi, ekonomi, pendidikan, ketahanan iklim hingga hubungan antarnegara.

Salah satu perwakilan penerima Nobel, Laura Anne, melihat keunikan Tambling justru pada keaslian ekosistemnya. Ia mengingatkan bahwa mempertahankan keaslian alam jauh lebih penting daripada mencoba mengembalikannya setelah rusak.

“Tambling adalah tempat yang sangat unik. Ini bukan kebun binatang atau taman, tetapi ekosistem alami di mana satwa, burung, ikan dan seluruh kehidupan di dalamnya masih berjalan dalam keseimbangan,” ucap Laura.

“Saya percaya setiap negara membutuhkan tempat seperti ini, agar kita menghargai apa yang kita miliki sebelum kehilangan, karena mengembalikannya jauh lebih sulit daripada menjaganya sejak awal,” tambahnya.

Kehadiran 21 tokoh dunia di Tambling akhirnya membawa satu pesan sederhana, yakni menjaga alam bukan pekerjaan satu negara, satu lembaga, atau satu generasi.

Di tengah hutan Lampung, pengalaman konservasi Indonesia bertemu dengan ilmu pengetahuan dan gagasan global. Tambling pun membuka kemungkinan untuk menjadi lebih dari sekadar kawasan konservasi, sebuah laboratorium hidup tempat alam, sains, teknologi, pendidikan, masyarakat, dan dunia bertemu untuk membicarakan masa depan bumi.(her)

Tags: Jose Ramos-HortaPeraih NobelSiti Hediati SoehartoTambling Wildlife Nature ConservationTitiek SoehartoTomy WinataTWNC

Berita Terkait.

anak
Nasional

Bukan Sekadar Hujatan di Medsos, Ketua DPR Ingatkan Dampak Cyberbullying pada Anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:08
knpi
Nasional

Momentum Sumpah Pemuda, Ketum KNPI: Pemuda Indonesia Bersatu Dukung Pemerintahan Prabowo

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:37
bima
Nasional

Wamendagri: Pusat dan Daerah Harus Bergerak Bersama Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17
hutan
Nasional

Ada Potensi Kerugian Negara Rp104 Triliun, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi Ini

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:26
mendagri
Nasional

Hari Sumpah Pemuda, Kemendagri Tekankan Generasi Muda Harus Patriotik dan Gigih

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:06
Ada Demo di Thamrin Hari Ini, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan Situasional
Nasional

UMKM Pascabencana Tak Cukup Pulih, Pemerintah Bidik Produksi hingga Akses Modal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:05

OLAHRAGA

liverpool
Olahraga

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Editor Nasuha
Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

INDOPOSCO.ID – Liverpool bersiap menghadapi Chelsea pada babak 16 besar Carabao Cup 2026/2027 di Anfield, Kamis (29/10/2026) dini hari WIB....

SelengkapnyaDetails
ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58
Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:21
OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35
timnas

Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5117 shares
    Share 2047 Tweet 1279
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1256 shares
    Share 502 Tweet 314
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    982 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    940 shares
    Share 376 Tweet 235
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.