• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

KPI RU VII Kasim Berdayakan Perempuan Suku Moi Lemas Olah Minyak Kelapa

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 31 Oktober 2024 - 15:21
in Ekonomi
PT-KPU-co

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU VII Kasim mengembangkan program pemberdayaan ekonomi bagi perempuan adat Suku Moi Lemas, Kampung Klayas, Distrik Seget, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Foto: Dokumen KPI RU VII Kasim

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU VII Kasim mengembangkan program pemberdayaan ekonomi bagi perempuan adat Suku Moi Lemas, Kampung Klayas, Distrik Seget, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi melalui produksi minyak kelapa. Inisiatif ini diberi nama Mama Bagarak atau “Mama-Mama Bergerak.”

Program ini hadir sebagai respons terhadap tantangan ekonomi yang dihadapi perempuan Moi Lemas. Diharapkan program ini mampu memperbaiki taraf hidup masyarakat adat tersebut.

BacaJuga:

Realisasi Cukai Minuman Berpemanis, YLKI Kritik Kebijakan Nutri Level Kemenkes

BUMD Leaders Forum 2026: Sinergi Pembiayaan hingga Aset untuk Jakarta yang Tangguh

Keterbatasan Fiskal Bukan Hambatan, BPD Diminta Jadi Motor Ekonomi Daerah

“Perusahaan menerapkan asas partisipatif bottom-up dalam perencanaan program ini,” ungkap Ferdy Saputra, Area Manager Communication, Relations, CSR & Compliance PT KPI RU VII Kasim, dalam keterangannya, Kamis (31/10/2024).

Menurut Ferdy, masyarakat dilibatkan langsung dalam penyusunan rencana kerja. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat memberikan masukan terkait kebutuhan mereka. Dengan cara ini, strategi perusahaan lebih sesuai kondisi lapangan.

“Program ini diharapkan berdampak nyata bagi masyarakat adat Moi Lemas,” katanya.

Program Mama Bagarak melibatkan 37 perempuan adat Moi Lemas yang tergabung dalam Kelompok Kalifiti. Mereka kini memiliki peran penting dalam mengelola Sentra Pengolahan Minyak Kelapa di Kampung Kasimle. Sentra tersebut dilengkapi dengan mesin parut dan peralatan pendukung lainnya. Dengan adanya sentra ini, kegiatan produksi menjadi lebih efisien.

“Para perempuan adat kini lebih terstruktur dalam menjalankan produksi minyak kelapa,” ucap Ferdy.

Untuk mendukung sentra pengolahan ini, PT KPI RU VII Kasim juga memasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 3,3 kWh (kilowatt hour). PLTS ini memasok listrik yang diperlukan dalam proses produksi.

Selain itu, saluran air bersih juga disediakan untuk mendukung kelancaran produksi minyak. Sebelum adanya fasilitas ini, masyarakat menggunakan air yang kurang layak untuk mengolah minyak. Kini, mereka dapat menghasilkan minyak dengan lebih higienis.

Ferdy juga menjelaskan inovasi lain yang diterapkan KPU RU VII Kasim di Kampung Klayas adalah MiKa RaLin (Minyak Kelapa Ramah Lingkungan). Melalui inovasi ini, serabut kelapa dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengolahan minyak. Cara ini menggantikan penggunaan kayu bakar yang sebelumnya diperoleh dengan menebang pohon. Inovasi ini membantu mengurangi dampak lingkungan dari penebangan pohon.

“Selain itu, bahan bakar dari serabut kelapa lebih mudah didapatkan,” ujarnya.

Kini, minyak kelapa yang dihasilkan dapat dijual dengan harga Rp15 ribu per liter. Penjualan ini membuka peluang peningkatan pendapatan bagi perempuan adat Moi Lemas. Hasil ini mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di Kampung Kasimle. Produk minyak kelapa juga telah menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengandalkan hasil berburu dan meramu.

Program ini juga melibatkan kelompok rentan seperti tunanetra dan lansia di Kampung Kasimle. Sebanyak 17 tunanetra parsial dan 8 lansia ikut serta dalam kegiatan ini. Mereka diberikan akses mudah untuk berpartisipasi dalam proses pengolahan minyak kelapa. Keterlibatan ini memperluas manfaat program bagi berbagai lapisan masyarakat. Semua pihak dapat merasakan dampak positif dari program pemberdayaan ini.

Secara keseluruhan, program ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan. Setiap tahun, program ini berpotensi mengurangi penebangan ribuan pohon. Dari sisi ekonomi, program ini mampu menghemat pembelian minyak konvensional. Dampak sosialnya adalah peningkatan peran perempuan adat dalam kehidupan sosial masyarakat. Kini, perempuan adat Moi Lemas lebih percaya diri dalam berorganisasi dan berkontribusi.

Dengan program Mama Bagarak, PT KPI RU VII Kasim berhasil memperkuat peran perempuan adat Suku Moi Lemas. Mereka kini memiliki peran aktif dalam kegiatan ekonomi dan sosial. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pemberdayaan komunitas lain.

PT KPI RU VII Kasim berkomitmen untuk terus mendukung kemandirian masyarakat adat di Papua. Program ini menjadi bukti nyata kontribusi perusahaan dalam pemberdayaan lokal. (srv)

Tags: Kilang Pertamina InternasionalKPIKPI RU VII KasimPemberdayaan Ekonomi Perempuan AdatSuku Moi Lemas

Berita Terkait.

miinuman
Ekonomi

Realisasi Cukai Minuman Berpemanis, YLKI Kritik Kebijakan Nutri Level Kemenkes

Sabtu, 18 April 2026 - 10:40
bumd
Ekonomi

BUMD Leaders Forum 2026: Sinergi Pembiayaan hingga Aset untuk Jakarta yang Tangguh

Sabtu, 18 April 2026 - 09:09
bpd
Ekonomi

Keterbatasan Fiskal Bukan Hambatan, BPD Diminta Jadi Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 18 April 2026 - 08:30
pram
Ekonomi

Pramono Minta BUMD Jakarta Tak Lagi “Jago Kandang”, Siap Ekspansi Lebih Luas

Sabtu, 18 April 2026 - 08:10
AHH
Ekonomi

Deadline Halal 2026 Kian Dekat, Industri Kosmetik dan Logistik Dipacu Berbenah

Sabtu, 18 April 2026 - 01:28
Bridgestone
Ekonomi

Bridgestone Indonesia Perkuat Hubungan Industrial Lewat PKB Baru, Arahkan Kolaborasi Lebih Transformatif

Jumat, 17 April 2026 - 23:26

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2527 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    848 shares
    Share 339 Tweet 212
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.