• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Robot Curhat

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 29 Oktober 2024 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOS.CO.ID – Matahari hampir terbit. Saya pun mengucapkan selamat malam. Saya tahu: mereka masih mengantuk. Begitu naik bus ini mereka pasti ingin tidur lagi.

Semalam mereka sangat kurang tidur. Naik pesawat yang berangkat pukul 00.20 sangatlah menyiksa. Mau tidur takut ketinggalan pesawat. Ketika berjaga mata sangat mengantuk –jamnya tidur.

BacaJuga:

Panda Dimsum

Kelapa Gading

VVIP Selamanya?

Begitu naik pesawat pun tidak bisa langsung tidur. Kursi belum boleh dibuat lebih menyandar. Terpaksa tunggu pesawat terbang dulu. Maka saya berpesan pada pramugari: kalau saya tertidur nanti jangan dibangunkan untuk makan.

Ini penerbangan nanggung: hanya 4,5 jam. Dari Jakarta ke Shenzhen. Baru tertidur tiga jam sudah dibangunkan. Persiapan mendarat begitu lama.

Ngantuk. Lelah. Ditambah antrean di imigrasi yang lama. Bediri. Satu jam.

Maka begitu masuk bus, saya minta agar tour guide tidak perlu bercerita apa-apa.

“Selamat malam,” katanya.

Saya sendiri juga berangkat tidur. Ada waktu satu jam di dalam bus –perjalanan ke pabrik robot: UBTech.

Pendiri pabrik itu, Zhou Jian, punya cita-cita besar: robot akan mengubah dunia. Cita-cita lainnya: tiap rumah perlu robot. Bahkan tidak hanya satu. Bisa untuk bersih-bersih, cuci piring, mengambilkan makanan. Bahkan perlu satu robot lagi khusus untuk teman. Teman duduk. Teman makan. Teman ngobrol. Teman untuk curhat.

Robot akan menyehatkan jiwa manusia yang kian kesepian.

Zhou, 48 tahun, tipikal orang sukses biasa. Ia orang dari provinsi Zhejiang yang lahir di Shanghai. Nilai akademiknya tinggi. Begitu lulus diterima di perusahaan Jerman, Weinig Group. Karirnya melejit. Ia jadi manajer regional termuda dalam sejarah manajemen di Tiongkok.

Zhou berhenti. Ingin jadi pengusaha. Cukup berhasil. Lalu jalan-jalan ke Jepang.

Di Jepang itulah Zhou melihat apa yang ia rindukan sejak kecil: robot yang sepintar manusia. Waktu itu Honda Group berhasil menciptakan robot pintar bernama Krima. Anda pasti ingat. Itulah robot pintar yang menghebohkan: membuka Olimpiade Tokyo.

Pulang dari Jepang Zhou menjual semua pabriknya. Ia ajak orang tua dan tiga sahabatnya bergabung di impiannya: mendirikan pabrik robot pintar.

Tidak sukses.

Uangnya ludes. Tidak terlihat masa depan. Ayahnya marah. Teman-temannya meninggalkannya. Zhou dianggap bukan saja gila tapi gila tiga kali sehari. Ia pun diberi julukan “Zhou San Feng“. San berarti tiga.

Zhou begitu kuat dengan impiannya. Ia jual dua rumahnya di Shenzhen. Ia jual mobil Porsche-nya. BMW-nya. Ia perjudikan harta terakhirnya.

Lahirlah robot pintar pertama UBTech. Ia beri nama Alpha. Zhou pun dianggap “bapak” robot pintar Tiongkok. Sudah mengalahkan robotnya Honda.

Saat datang ke UBTech kemarin kami disambut Yoyo, generasi berikutnya dari Alpha. Diajak salaman. Di antara kami ada yang menyalami robot itu lalu mencium tangannya.


Tahun lalu UBTech IPO di Hongkong. Anda sudah tahu kisah sukses go public-nya itu. Zhou San Feng pun kini masuk kelompok bilioner di Tiongkok.

Kami pun dijamu makan siang. Masakan Hunan –yang dalam dua tahun terakhir jadi masakan terpopuler di Tiongkok.

Sebelum itu masakan terpopuler sepanjang masa adalah masakan Kanton. Atau Sichuan. Tapi belakangan masakan Kanton dianggap terlalu manis. Dan masakan Sichuan terlalu pedas.

Sayang Alpha dan Yoyo tidak ikut makan bersama kami.(Dahlan Iskan)

Tags: disway

Berita Terkait.

Panda Dimsum
Disway

Panda Dimsum

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:00
disway
Disway

Kelapa Gading

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:00
disway
Disway

VVIP Selamanya?

Senin, 4 Mei 2026 - 08:00
disway
Disway

Istana Garuda

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:00
disway
Disway

Langit Sumur

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:00
disway
Disway

Orang Kuat

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:00

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3695 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1297 shares
    Share 519 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.