• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Omset Penjualan Kain Tenun Badui Alami Kenaikan Hingga 100 Persen

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 8 Oktober 2024 - 04:04
in Ekonomi
tenun

Perajin di pedalaman Badui Kabupaten Lebak tengah memproses produksi pewarna alami kain tenun dari dedaunan, kayu kulit dan akar-akaran. ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Permintaan kain tenun pewarna alami masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sejak beberapa bulan terakhir ini mengalami kenaikan hingga 100 persen.

“Kita merasa kewalahan melayani permintaan pesanan konsumen itu,” kata Sukma (45) seorang perajin pewarna kain tenun alami di Kaduketug Kabupaten Lebak seperti dikutip Antara, Senin (7/10/2024).

BacaJuga:

Pertamina Drilling Tawarkan Solusi End-to-End untuk Tingkatkan Efisiensi Pengeboran Migas

PHE, ExxonMobil dan SK Group Dorong Ekosistem CCS Asia Pasifik lewat Kolaborasi Strategis

DPR Ingatkan Kebijakan DHE Jangan Pinggirkan Sektor Swasta

Meningkatnya permintaan kain tenun pewarna alami itu hingga menghasilkan omzet pendapatan Rp8 juta dari sebelumnya Rp4 juta.

Pendapatan sebesar itu dipastikan bisa memenuhi kebutuhan sandang pangan juga sisanya bisa ditabung untuk membeli perhiasan dan lahan tanah untuk pertanian.

“Kami bekerja bersama anak untuk pewarnaan alami kain tenun itu dan limbahnya bisa dibuang melalui saluran khusus agar tidak mencemari lingkungan,” katanya.

Menurut dia, permintaan pesanan kain tenun pewarna alami itu tidak bisa langsung dipenuhi, karena proses pembuatan dilakukan selama satu pekan.

Proses pewarnaan alami itu menggunakan bahan baku dedaunan dan kulit kayu yang ada di kawasan hutan Badui.

Untuk warna biru menggunakan daun tarum, warna kuning daun gegeran dan galih nangka serta warna merah akar cangkudu juga warna coklat kayu mahoni.

Perajin memproses produksi kain tenun pewarna alami itu dengan cara menggodok bahan baku sesuai selera warna hingga mendidih.

Selanjutnya, kain tenun tersebut dimasukkan ke dalam air mendidih hingga beberapa hari dan setelah berwarna diangkat untuk dicuci dan dijemur.

Kemudian kain tenun yang sudah berwarna itu kembali dimasukkan ke dalam air mendidih dengan bahan baku pewarna alami hingga berubah sesuai warna yang diharapkan.

“Kami mencuci dan menjemur lagi kain tenun pewarna alami sehingga benar-benar warnanya semakin kuat dan tidak mudah pudar,” jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya kali pertama mengembangkan pewarna kain tenun alami itu pada tahun 2012 dan hingga kini bertahan, bahkan banyak permintaan pasar.

Untuk ukuran panjang 2,5 meter dan lebar 1,5 meter persegi dijual dengan harga Rp500 ribu sampai Rp1 juta per lembar.

“Ekonomi keluarga kami sangat terbantu dengan memproduksi kain tenun pewarna alami itu,” katanya.

Jahadi (45) seorang perajin mengatakan, selama ini permintaan pewarna alami kain tenun Badui cukup tinggi karena dinilai unik dan memiliki seni.

Pewarna alami untuk kain tenun Badui menggunakan dari berbagai bahan, seperti dedaunan kulit kayu, buah, atau bunga.

“Sekarang omzet mengalami kenaikan dan cukup lumayan, tetapi keuntungan cukup rahasia. Yang jelas untung,” katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Suku Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Jaro Oom mengatakan, saat ini pelaku usaha warganya tumbuh dan berkembang hingga sebanyak 1.500 penenun, termasuk pewarna alami.

“Kami meyakini tumbuh dan berkembang perajin penenun kain tradisional dipastikan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya. (wib)

Tags: Kain Tenun BaduikenaikanOmset Penjualan Kain Tenun Badui

Berita Terkait.

driling
Ekonomi

Pertamina Drilling Tawarkan Solusi End-to-End untuk Tingkatkan Efisiensi Pengeboran Migas

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:06
phe
Ekonomi

PHE, ExxonMobil dan SK Group Dorong Ekosistem CCS Asia Pasifik lewat Kolaborasi Strategis

Minggu, 24 Mei 2026 - 03:30
bowoo
Ekonomi

DPR Ingatkan Kebijakan DHE Jangan Pinggirkan Sektor Swasta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:23
menkop
Ekonomi

Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:11
Dekarbonisasi Industri Dipercepat, PHE dan ExxonMobil Lanjutkan Pengembangan CCS Raksasa
Ekonomi

PHR dan Pertamina EP Sepakati Pasokan Gas 30 BBTUD untuk Dukung Produksi WK Rokan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:08
Dekarbonisasi Industri Dipercepat, PHE dan ExxonMobil Lanjutkan Pengembangan CCS Raksasa
Ekonomi

Dekarbonisasi Industri Dipercepat, PHE dan ExxonMobil Lanjutkan Pengembangan CCS Raksasa

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:06

BERITA POPULER

  • Berawan

    Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1292 shares
    Share 517 Tweet 323
  • Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2828 shares
    Share 1131 Tweet 707
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    1119 shares
    Share 448 Tweet 280
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Hunian Layak untuk Semua, Fahri Hamzah Luncurkan Gagasan Swasembada Papan 2045

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.