• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Omset Penjualan Kain Tenun Badui Alami Kenaikan Hingga 100 Persen

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 8 Oktober 2024 - 04:04
in Ekonomi
tenun

Perajin di pedalaman Badui Kabupaten Lebak tengah memproses produksi pewarna alami kain tenun dari dedaunan, kayu kulit dan akar-akaran. ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Permintaan kain tenun pewarna alami masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sejak beberapa bulan terakhir ini mengalami kenaikan hingga 100 persen.

“Kita merasa kewalahan melayani permintaan pesanan konsumen itu,” kata Sukma (45) seorang perajin pewarna kain tenun alami di Kaduketug Kabupaten Lebak seperti dikutip Antara, Senin (7/10/2024).

BacaJuga:

Menkeu Ungkap Pelajaran Frans Seda dalam Menghadapi Gejolak Ekonomi

Dilantik Jadi Menko, Bahlil Ungkap Strategi Jalankan Asta Cita di Bidang Hilirisasi dan Energi

Kemenkop Gandeng KMDT Dorong Pengembangan Ekonomi Berbasis Koperasi di Kawasan Danau Toba

Meningkatnya permintaan kain tenun pewarna alami itu hingga menghasilkan omzet pendapatan Rp8 juta dari sebelumnya Rp4 juta.

Pendapatan sebesar itu dipastikan bisa memenuhi kebutuhan sandang pangan juga sisanya bisa ditabung untuk membeli perhiasan dan lahan tanah untuk pertanian.

“Kami bekerja bersama anak untuk pewarnaan alami kain tenun itu dan limbahnya bisa dibuang melalui saluran khusus agar tidak mencemari lingkungan,” katanya.

Menurut dia, permintaan pesanan kain tenun pewarna alami itu tidak bisa langsung dipenuhi, karena proses pembuatan dilakukan selama satu pekan.

Proses pewarnaan alami itu menggunakan bahan baku dedaunan dan kulit kayu yang ada di kawasan hutan Badui.

Untuk warna biru menggunakan daun tarum, warna kuning daun gegeran dan galih nangka serta warna merah akar cangkudu juga warna coklat kayu mahoni.

Perajin memproses produksi kain tenun pewarna alami itu dengan cara menggodok bahan baku sesuai selera warna hingga mendidih.

Selanjutnya, kain tenun tersebut dimasukkan ke dalam air mendidih hingga beberapa hari dan setelah berwarna diangkat untuk dicuci dan dijemur.

Kemudian kain tenun yang sudah berwarna itu kembali dimasukkan ke dalam air mendidih dengan bahan baku pewarna alami hingga berubah sesuai warna yang diharapkan.

“Kami mencuci dan menjemur lagi kain tenun pewarna alami sehingga benar-benar warnanya semakin kuat dan tidak mudah pudar,” jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya kali pertama mengembangkan pewarna kain tenun alami itu pada tahun 2012 dan hingga kini bertahan, bahkan banyak permintaan pasar.

Untuk ukuran panjang 2,5 meter dan lebar 1,5 meter persegi dijual dengan harga Rp500 ribu sampai Rp1 juta per lembar.

“Ekonomi keluarga kami sangat terbantu dengan memproduksi kain tenun pewarna alami itu,” katanya.

Jahadi (45) seorang perajin mengatakan, selama ini permintaan pewarna alami kain tenun Badui cukup tinggi karena dinilai unik dan memiliki seni.

Pewarna alami untuk kain tenun Badui menggunakan dari berbagai bahan, seperti dedaunan kulit kayu, buah, atau bunga.

“Sekarang omzet mengalami kenaikan dan cukup lumayan, tetapi keuntungan cukup rahasia. Yang jelas untung,” katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Suku Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Jaro Oom mengatakan, saat ini pelaku usaha warganya tumbuh dan berkembang hingga sebanyak 1.500 penenun, termasuk pewarna alami.

“Kami meyakini tumbuh dan berkembang perajin penenun kain tradisional dipastikan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya. (wib)

Tags: Kain Tenun BaduikenaikanOmset Penjualan Kain Tenun Badui

Berita Terkait.

Menkeu Ungkap Pelajaran Frans Seda dalam Menghadapi Gejolak Ekonomi
Ekonomi

Menkeu Ungkap Pelajaran Frans Seda dalam Menghadapi Gejolak Ekonomi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:31
Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Gubernur Banten: Sosok Tegas dan Humanis
Ekonomi

Dilantik Jadi Menko, Bahlil Ungkap Strategi Jalankan Asta Cita di Bidang Hilirisasi dan Energi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:03
Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan
Ekonomi

Kemenkop Gandeng KMDT Dorong Pengembangan Ekonomi Berbasis Koperasi di Kawasan Danau Toba

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:08
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar, Perluas Kesempatan Kerja Inklusif melalui Pelatihan dan Pemagangan
Ekonomi

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar, Perluas Kesempatan Kerja Inklusif melalui Pelatihan dan Pemagangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:42
Penerapan ESG Diakui Dunia, BRI Jadi Satu-satunya Bank di Indonesia yang Masuk S&P Global Sustainability Yearbook 2026
Ekonomi

Penerapan ESG Diakui Dunia, BRI Jadi Satu-satunya Bank di Indonesia yang Masuk S&P Global Sustainability Yearbook 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:45
Lebih dari Sekadar Panas Bumi, PGE Lahendong Bentengi Satwa Langka dan Dorong Agroforestri
Ekonomi

Lebih dari Sekadar Panas Bumi, PGE Lahendong Bentengi Satwa Langka dan Dorong Agroforestri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:21

OLAHRAGA

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan
Olahraga

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Editor Dilianto
Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58

INDOPOSCO.ID – Timnas Indonesia mengusung misi wajib menang saat menghadapi Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026...

SelengkapnyaDetails
Indonesia vs Bangladesh: John Herdman Ajak Skuad Garuda Kenang Tragedi Kanjuruhan

Indonesia vs Bangladesh: John Herdman Ajak Skuad Garuda Kenang Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:12
Hotspot Nasional Tembus 559 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalimantan Tengah

Optimistis Tatap Laga Penentu, John Herdman: Takdir Ada di Tangan Kita Sendiri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:17
Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit

Indonesia-Malaysia Main Bareng, Ini Skenario Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:35
john

Jelang Lawan Bangladesh, Herdman Menagih Janji Takdir Garuda di SUGBK

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:04

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3892 shares
    Share 1557 Tweet 973
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3920 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Kanwil BPN Banten Serahkan Sertifikat BMN dan BMD Senilai Rp 1,4 Triliun di Momentum Hantaru 2026

    831 shares
    Share 332 Tweet 208
  • Dorong Ekonomi dan Pariwisata, Pengusaha Muda Boyolali Dirikan PO Sa’roni Trans

    800 shares
    Share 320 Tweet 200
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.