• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Lapas Narkotika Samarinda Bina WBP Melalui “Smart Farm”

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 8 Oktober 2024 - 19:05
in Nusantara
Theo-Purba

Kalapas Narkotika Samarinda Theo Purba kembangkan pertanian pintar dalam pembinaan kemandirian WBP, Selasa(08/10/2024). (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) tengah bersiap menjalankan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui pengembangan pertanian pintar (smart farm).

“Program ini bertujuan untuk membekali WBP dengan keterampilan bercocok tanam modern sebagai bekal mereka kembali ke masyarakat,” kata Kepala Lapas Narkotika Samarinda Theo Purba di Samarinda, sebagaimana dilansir Antara, Selasa (8/10/2024).

BacaJuga:

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Ngawi di Jawa Timur

LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi

Rata-rata Lama Sekolah di Banten Meningkat, Program Sekolah Gratis bagi Swasta Perluas Akses Pendidikan

Ia melanjutkan, smart farm yang diterapkan sudah modern, menggunakan sistem elektrik untuk penyiraman tanaman.

Lahan seluas 38×8 meter telah disiapkan untuk program ini, dengan fokus awal pada penanaman cabai.

“Kami mencoba mengubah mindset program ke produk primer yang dibutuhkan masyarakat, seperti cabai,” ujar Theo.

Pemilihan cabai didasarkan pada tingginya kebutuhan pasar dan fluktuasi harga yang kerap terjadi.

Selain cabai, Lapas Narkotika Samarinda juga mengembangkan ternak bebek dan ayam petelur dalam program asimilasi warga binaan.

“Soal pakan, sisa makanan yang tidak terpakai bisa dibuat pakan ternak. Jadi, program ini juga terintegrasi dengan upaya pengurangan sampah,” tambah Theo.

Sebelumnya, Lapas telah memanen selada air hingga pakcoy dari green house yang mereka kelola. Terkait pembinaan asimilasi WBP yang ia usung, Lapas Narkotika Samarinda fokus pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan untuk mendukung program ketahanan pangan.

Theo menyadari bahwa program pembinaan kemandirian harus disesuaikan dengan kondisi pasar. “Program yang ada sudah bagus, tapi harus relevan dengan minat dan kebutuhan masyarakat ,” katanya.

Untuk memasarkan hasil pertanian dan peternakan, Lapas memberdayakan pasar dan pedagang di sekitar Samarinda Utara.

“Karena kapasitas produksi terbatas, untuk target market sekitar sini saja sudah cukup,” jelas Theo.

Program smart farm ini mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui APBD Perubahan.

“Awal November mulai dikerjakan, dari penyediaan peralatan, bibit, hingga bimbingan teknis cara menanam dan merawat,” kata Theo.

Saat ini, sudah ada dua green house yang telah dikelola Lapas Narkotika Samarinda, dengan tanaman pakcoy, kemangi, hingga selada.

Melalui program smart farm ini, Lapas Narkotika Samarinda berharap dapat memberikan bekal keterampilan bercocok tanam modern kepada WBP, sekaligus turut berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan di daerah. (dam)

Tags: KaltimLapas Narkotika SamarindaSmart Farmwarga binaan pemasyarakatan

Berita Terkait.

43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nusantara

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Ngawi di Jawa Timur

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:33
LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi
Nusantara

LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:05
Andra-Soni
Nusantara

Rata-rata Lama Sekolah di Banten Meningkat, Program Sekolah Gratis bagi Swasta Perluas Akses Pendidikan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:48
karhutla
Nusantara

Karhutla Mengganas di Sumatera dan Kalimantan, BNPB Siaga Penuh Awasi Daerah Rawan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:11
gempa
Nusantara

Gempa M 7,7 Sulut, 1.160 Warga Mengungsi dan Ratusan Rumah Rusak

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:55
Rokok-Ilegal
Nusantara

Periksa Dua Truk, Bea Cukai Gagalkan Peredaran 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:07

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    2286 shares
    Share 914 Tweet 572
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    966 shares
    Share 386 Tweet 242
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    944 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.