• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

KemenKopUKM Ground Breaking Dua Pabrik Minyak Makan Merah Dorong Kesejahteraan Petani Sawit Kalbar

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 5 Oktober 2024 - 11:18
in Ekonomi
Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Ahmad Zabadi (kedua dari kiri) mendengarkan penjelasan tentang pembangunan pabrik minyak makan merah di Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat. Foto: Dokumen Humas KemenkopUKM

Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Ahmad Zabadi (kedua dari kiri) mendengarkan penjelasan tentang pembangunan pabrik minyak makan merah di Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat. Foto: Dokumen Humas KemenkopUKM

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) kembali melakukan ground breaking (peletakan batu pertama) pembangunan pabrik minyak makan merah di Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani sawit.

“Dengan begitu sudah ada lima pabrik minyak makan merah yang sedang dibangun dan dikembangkan oleh koperasi dengan difasilitasi oleh KemenKopUKM,” kata Deputi Bidang Perkoperasian KemenKopUKM Ahmad Zabadi, dalam sambutannya pada prosesi ground breaking pabrik minyak makan merah di Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau, Jumat (4/10/2024).

BacaJuga:

24 Mahasiswa Rasakan Langsung Kehidupan Pekerja Migas di Rig Pertamina Drilling

Potensi 724 MMBOE, Pertamina Siapkan Pengembangan MNK Rokan

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Mulai Usut Impor Galvanis

Pabrik minyak makan merah di Kabupaten Sanggau nantinya akan dikelola dan dikembangkan oleh koperasi produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh) dan berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektare. Sedangkan pabrik minyak makan merah di Kabupaten Sekadau akan dikelola dan dikembangkan oleh koperasi Aliansi Petani Kelapa Sawit (APKS) Keling Kumang.

Zabadi mengatakan, replikasi pembangunan pabrik minyak makan merah merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo saat meluncurkan pabrik minyak makan merah pertama di Kabupaten Deli Serdang pada 14 Maret 2024. Kedua Pabrik Minyak Makan Merah di Kalbar ini juga menjadi bagian dari hilirisasi komoditas sawit untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit rakyat.

“Ini bisa memberikan kepastian harga pada petani dengan TBS (Tandan Buah Segar) yang dibeli dan dikelola oleh koperasi. Di sisi lain para petani juga akan memperoleh manfaat dari proses hilirisasi CPO menjadi produk turunan seperti bahan baku sabun, kosmetik, hingga pakan ternak, model bisnis ini akan meningkatkan kesejahteraan para petani (sawit),” ujarnya.

Zabadi menuturkan, konsep pengembangan pabrik minyak makan merah terintegrasi berbasis koperasi ini semakin gencar dilakukan untuk mengatasi berbagai persoalan yang muncul di kalangan masyarakat, selain dari sisi kesejahteraan petani sawit yang masih memprihatinkan. Isu lain yang ingin diselesaikan dari proyek ini adalah tingginya impor vitamin A dan E sementara komoditas sawit yang banyak mengandung vitamin tersebut justru belum dioptimalkan.

Di sisi lain Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia justru dihadapkan tingginya harga minyak goreng. Anomali-anomali tersebut dapat dihilangkan melalui program hilirisasi pembangunan pabrik minyak makan merah terintegrasi berbasis koperasi.

“Produksi (CPO) kita 54 juta ton, sedangkan kebutuhan dalam negeri kurang lebih 20 juta, artinya masih ada surplus. Ironisnya kebutuhan dalam negeri tidak diperhatikan karena mayoritas diekspor sehingga hal ini memicu kenaikan harga minyak goreng. Sudah mahal (minyak goreng), sempat langka, dan sulit ditemukan,” ungkap Zabadi.

Ia juga menekankan, pabrik minyak makan merah ini hanya bisa dibangun dan dikelola oleh koperasi, sementara swasta atau korporasi dilarang membangun pabrik yang sama. Ketentuan ini tertuang di dalam Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (PerMenKopUKM) Nomor 5 Tahun 2023 tentang Tata Kelola Minyak Makan Merah Berbasis Koperasi.

“Ini bukan bentuk monopoli usaha karena ini dikelola oleh koperasi yang merupakan representasi dari ekonomi rakyat, bahkan ada aturan lain yang menyebutkan adanya hak eksklusivitas itu dimiliki oleh seluruh anggota koperasi,” ucap Zabadi.

Pembangunan pabrik minyak makan merah di Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau diharapkan dapat memenuhi kebutuhan minyak, khususnya yang tinggal di sekitar pabrik.

“Untuk kebutuhan pembiayaan jika diperlukan dari kami ada LPDB KUMKM (Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang siap mendukung, tetapi dengan aset koperasi yang sudah sangat besar ini saya kira cukup untuk memiliki kemampuan mengundang lembaga keuangan,” kata Ahmad Zabadi.

Di tempat yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Ignasius IK mengapresiasi upaya dari KemenKopUKM yang memilih Provinsi Kalimantan Barat sebagai bagian dari pelaksanaan proyek pembangunan pabrik minyak makan merah berbasis koperasi.

Menurutnya pabrik tersebut menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya mengangkat kesejahteraan masyarakat, terutama dari para petani sawit.

“Ini menjadi momen penting yang menandai langkah awal dalam menggali potensi sumber daya alam khususnya sawit yang melimpah. Semoga upaya ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat,” kata Ignasius.

Dia juga berharap nantinya setelah pabrik minyak makan merah tersebut beroperasi akan mendorong peningkatan kontribusi koperasi di sektor riil terhadap pembangunan perekonomian dan terhadap PDB daerah.

Senada dengan itu, Penjabat (Pj.) Bupati Sanggau Suherman juga siap menyukseskan pembangunan pabrik minyak makan merah khususnya di Kabupaten Sanggau, dengan melakukan intervensi berupa perbaikan jalan dan infrastruktur lainnya. Hal tersebut dilakukan untuk memperlancar mobilitas barang, khususnya produk akhir yang dihasilkan koperasi.

Ignasius juga membenarkan keberadaan pabrik ini nantinya akan mendongkrak kesejahteraan masyarakat, karena seluruh proses bisnis dari hulu ke hilir akan melibatkan para petani sawit yang merupakan anggota koperasi.

“Tidak bisa dipungkiri keberadaan pabrik ini sangat diharapkan kehadirannya. Maka dengan adanya pabrik ini saya berharap bisa memberi nilai tambah bagi petani sawit yang tergabung dalam koperasi, sehingga memperkuat posisi petani sawit dari rantai pasok,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh) Yohanis Cianes Walean mengatakan setelah pabrik pertama selesai dibangun, pihaknya berencana melakukan ekspansi untuk membangun dua pabrik lainnya yang masih di dalam satu klaster. Hal ini diperlukan untuk memaksimalkan penyerapan hasil produksi CPO dari petani yang mencapai 171 ton per hari.

“Untuk pabrik pertama ini kita masih piloting sehingga masih harus matang secara DED (detail engenering design) dan harus berhati-hati, nanti untuk pabrik kedua dan ketiga tinggal copy paste (saat pabrik pertama selesai dibangun),” kata dia. (srv)

Tags: KemenKopUKMKesejahteraan PetaniMinyak Makan MerahPabrik Minyak Makan MerahPetanipetani sawit

Berita Terkait.

idtc
Ekonomi

24 Mahasiswa Rasakan Langsung Kehidupan Pekerja Migas di Rig Pertamina Drilling

Rabu, 16 September 2026 - 08:35
rokan
Ekonomi

Potensi 724 MMBOE, Pertamina Siapkan Pengembangan MNK Rokan

Rabu, 16 September 2026 - 08:25
baja
Ekonomi

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Mulai Usut Impor Galvanis

Rabu, 16 September 2026 - 02:20
PLTMGU Lombok Peaker
Ekonomi

PLN EPI Bangun Jaringan LNG Nusa Tenggara, 477 MW Pembangkit Disiapkan Tinggalkan BBM

Selasa, 15 September 2026 - 17:17
kdmp
Ekonomi

Sinergi KDKMP-KNMP Dorong Kesejahteraan Nelayan Melalui Ekosistem Usaha Terintegrasi

Selasa, 15 September 2026 - 16:19
Magnifina PHR Tingkatkan Pendapatan Pembudidaya Ikan hingga 55,95 Persen
Ekonomi

Magnifina PHR Tingkatkan Pendapatan Pembudidaya Ikan hingga 55,95 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 13:49

OLAHRAGA

hardiyanto
Olahraga

Cetak Sejarah Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Jakarta Barat Banjir Bonus dari Kenneth

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 16 September 2026 - 09:30

​INDOPOSCO.ID – Kontingen Jakarta Barat (Jakbar) mengukir sejarah baru di Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Popprov) DKI Jakarta 2026. Untuk pertama...

SelengkapnyaDetails
Gantikan Purbaya, Suahasil Nazara Hadapi Tantangan Jaga Kredibilitas APBN

Lepas 6 Karateka ke Asian Games 2026, Forki Bidik 2 Emas dan Tantang Jepang

Selasa, 15 September 2026 - 09:45
Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Senin, 14 September 2026 - 14:45
Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

Senin, 14 September 2026 - 13:50
asean

Siap Gelar FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Minta Suporter Jaga Sikap Sambut Tamu

Senin, 14 September 2026 - 11:16

BERITA POPULER

  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1654 shares
    Share 662 Tweet 414
  • Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1153 shares
    Share 461 Tweet 288
  • Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    935 shares
    Share 374 Tweet 234
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    845 shares
    Share 338 Tweet 211
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.