• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ngadu ke DPR, Karyawan Indofarma Ungkap Perusahaan Nunggak Gaji Rp95 M, Karyawan Tak Sanggup Beli Beras dan Berutang

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 28 Agustus 2024 - 19:29
in Nasional
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI H. P Martin Y Manurung saat memimpin rapat RDP bersama Serikat Pekerja Indofarma Mengadu ke Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (28/8/2024). (Capture YouTube DPR)

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI H. P Martin Y Manurung saat memimpin rapat RDP bersama Serikat Pekerja Indofarma Mengadu ke Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (28/8/2024). (Capture YouTube DPR)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Karyawan emiten farmasi pelat merah PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) meratapi nasibnya di depan Anggota Komisi VI DPR RI. Perwakilan Serikat Pekerja (SP) Indofarma mengaku kesulitan karena pembayaran gajinya tersendat.

Ketua Umum SP Indofarma Meidawati mengatakan, pihaknya kecewa karena selama bekerja, pihaknya memperhatikan keberlanjutan korporasi, namun kini harus dikhianati dengan kasus dugaan fraud yang tengah beredar.

BacaJuga:

Wamendiktisaintek Fauzan Tekankan Integritas Calon Pemimpin Muda

Kalimantan Membara, BPGMN Targetkan Penurunan Karhutla Secara Bertahap

Konser Andrea Bocelli Tuai Sorotan, Legislator Tekankan Solidaritas Palestina

Akibatnya, INAF, per 31 Juli 2024 ini menunggak pembayaran hak karyawan sebesar Rp95 miliar. Hal ini pun membuat beberapa karyawan hampir sama sekali tidak mendapat gaji dan tunjangannya di tahun 2024 ini.

“Kami tidak gajian, dan manajemen mau merumahkan kami dengan gaji yang kecil, kami makan apa? Ada anggota kami bilang, bu tolong beri gaji kami, kami beras seliter aja gak ada. Bahkan harus utang kemana-mana,” kata Meidawati dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (28/8/2024).

Ketua Biro Konseling & Advokasi SP Indofarma Ahmad Furqon juga menerangkan, karyawan telah ikut berkorban untuk membantu operasional perusahaan. Sebutnya, pada tahun 2017 karyawan tidak menerima kenaikan upah. Pada tahun 2018, karyawan hanya menerima kenaikan upah Rp 50.000.

Pada tahun 2021-2024, upah yang dipotong untuk dana pensiun lembaga (DPLK) tidak disetorkan, tapi statusnya sudah dipotong dari gaji atau upah karyawan.

“Dari 2022-2024 dari upah karyawan juga sudah dipotong BPJS Ketenagakerjaan tapi lagi-lagi belum disetorkan oleh perusahaan,” katanya di tempat yang sama.

Kemudian, di tahun 2022-2024, pesangon karyawan baik yang pensiun normal ataupun pensiun dini belum bisa dipenuhi pembayarannya oleh perusahaan.

“Di 2023 tunjangan kesejahteraan, tunjangan akhir tahun serta tunjangan pendidikan yang memang sudah ada dalam perjanjian kerja bersama kami, itu juga belum dibayarkan hingga saat ini,” ungkapnya.

Pada tahun 2024, persoalan pembayaran gaji muncul. Ada yang tidak dibayarkan dalam beberapa bulan, ada juga yang pembayarannya tidak dilakukan secara penuh. Ia mencatat, total utang gaji Indofarma dan anak usahanya PT Indofarma Global Medika (IGM) sebesar Rp95 miliar.

“Bahwasanya upah yang kami terima itu tidak diterima secara utuh, tidak 100 persen Dimulai dari..ada beberapa bulan yang kami tidak digaji, ada juga yang gradasi, ada yang hanya sekadar 50% dari pendapatan yang seharusnya kami terima. Itu dimulai dari Januari 2024,” jelasnya.

“Total yang sampai saat ini, yang belum digantikan atau diutangkan oleh perusahaan kepada kami karyawan, di Indofarma sendiri sebesar Rp65 miliar, Rp30 miliar di IGM, jadi total Rp95 miliar,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI H. P Martin Y Manurung menyatakan, RDP dengan SP IndoFarma ini akan menjadi masukan untuk ditanyakan kepada pihak terkait, khususnya Kementerian BUMN.

“Apa yang akan menjadi konsen teman-teman SP Indofarma akan menjadi masukan saat kita rapat bersama dengan menteri BUMN ataupun holding Farmasi BUMN,” ucapnya saat memimpin RDP ini. (dil)

Tags: INAFPT Indofarma TbkSP Indofarma

Berita Terkait.

fauzan
Nasional

Wamendiktisaintek Fauzan Tekankan Integritas Calon Pemimpin Muda

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:22
bpgmn
Nasional

Kalimantan Membara, BPGMN Targetkan Penurunan Karhutla Secara Bertahap

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:30
andrea
Nasional

Konser Andrea Bocelli Tuai Sorotan, Legislator Tekankan Solidaritas Palestina

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:12
revitalisasi
Nasional

Revitalisasi 2026 Sasar 35.769 Sekolah Melalui Swakelola, Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:08
mega
Nasional

DPD RI Ajak Pelajar Bahas Kebijakan Publik hingga Isu Lingkungan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:06
ut
Nasional

Pemanfaatan AI di Dunia Pendidikan Berkembang Pesat, Warek UT: Kami Terapkan dalam Pembelajaran

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:25

OLAHRAGA

esi
Olahraga

PB ESI 2026–2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Editor Laurens Dami
Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07

INDOPOSCO.ID - Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) resmi melantik kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030. Langkah itu menjadi momentum...

SelengkapnyaDetails
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30

BERITA POPULER

  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    950 shares
    Share 380 Tweet 238
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    946 shares
    Share 378 Tweet 237
  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    809 shares
    Share 324 Tweet 202
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    784 shares
    Share 314 Tweet 196
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    746 shares
    Share 298 Tweet 187
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.