• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Kritik Mekanisme PPDB 2024, JPPI Minta Sistem PPDB Diubah

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 8 Juli 2024 - 00:30
in Headline
ubaidco

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji. Foto: Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, mencatat bahwa pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 diwarnai oleh sejumlah permasalahan.

Menurutnya, salah satunya mencatut di wilayah Kota Jakarta.

BacaJuga:

Ekonom Ungkap 4 Kejanggalan di Balik Melesatnya Ekonomi Indonesia Awal 2026

Inalillahi! Bus ALS Tabrak Truk Tangki BBM, 16 Orang Meninggal

Tren Cakupan Imunisasi Nasional Turun, Diperparah Anak Status “Zero Dose”

Masalah-masalah tersebut meliputi dugaan pelanggaran, pemberian imbalan, perniagaan jasa, kesalahan sistem, dan pemalsuan sertifikat prestasi.

“Situasi ini disebabkan oleh kegagalan untuk melakukan perubahan dalam sistem yang mengakibatkan ketidakadilan, sehingga praktik-praktik pelanggaran tersebut kembali terulang,” katanya kepada wartawan di Jakarta pada Minggu (7/7/2024).

Ubaid menuturkan, perbedaan pelaksanaan PPDB tahun ini dibanding sebelumnya hanyalah pada protes orangtua murid yang lebih banyak.

“Tidak hanya di Jakarta, protes terhadap kecurangan dalam PPDB juga terjadi di Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan banyak wilayah lain di Indonesia,” ujarnya.

Ubaid mengkritik mekanisme PPDB yang tidak adil dan menyebabkan anak-anak harus bersaing sengit untuk mendapatkan kursi sekolah, namun banyak yang akhirnya tidak mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan.

Bahkan, kata dia, ada orangtua murid yang merasa perlu melakukan kecurangan karena menganggap itu satu-satunya cara agar anak-anak mereka bisa mendapatkan hak mereka.

“Kata orangtua murid, “Pak, di PPDB ini kita kalau enggak curang, dicurangi,” jadi masalahnya begitu besar di lapangan terkait PPDB ini,” tutur Ubaid.

Ubaid mendorong pemerintah untuk menghapus sistem kompetisi dalam PPDB yang menyebabkan berebutnya kursi di sekolah.

Menurutnya, pemerintah seharusnya menerapkan sistem di mana semua siswa dapat lolos PPDB, dengan perbedaan hanya pada jenis sekolahnya, baik swasta maupun negeri.

Dia juga menekankan bahwa baik sekolah swasta maupun negeri seharusnya dibiayai oleh pemerintah, sesuai dengan jaminan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Kita ingin ke depan tidak perlu lagi ada perubahan teknis dalam PPDB, yang harus diubah adalah sistemnya. Artinya, bukan hanya teknis pelaksanaan PPDB di lapangan yang perlu diubah,” kata Ubaid.

Sebagai infotmasi, persoalan PPDB juga menjadi sorotan Ombudsman RI. Lembaga tersebut menemukan permasalahan pelaksanaan PPDB di 10 provinsi.

Anggota Ombudsman RI, Indraza Marzuki Rais, mengatakan bahwa permasalahan dalam PPDB antara lain meliputi manipulasi dokumen, kesalahan prosedur, hingga diskriminasi terhadap siswa.

“Ini adalah hal-hal yang cukup menonjol. Jika ditanya apakah tidak ada temuan di semua provinsi, jawabannya ada. Namun, yang cukup menonjol adalah masalah-masalah klasik yang ditemukan,” pungkasnya. (fer)

Tags: pendidikanPPDBsekolah

Berita Terkait.

Ekonom Ungkap 4 Kejanggalan di Balik Melesatnya Ekonomi Indonesia Awal 2026
Headline

Ekonom Ungkap 4 Kejanggalan di Balik Melesatnya Ekonomi Indonesia Awal 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:41
Bus
Headline

Inalillahi! Bus ALS Tabrak Truk Tangki BBM, 16 Orang Meninggal

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:23
Imunisasi
Headline

Tren Cakupan Imunisasi Nasional Turun, Diperparah Anak Status “Zero Dose”

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:22
rizky
Headline

Faktor Keamanan, Duel Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:47
Komisi Reformasi Polri Usulkan Demiliterisasi hingga Perbaikan Rekrutmen ke Presiden
Headline

Komisi Reformasi Polri Usulkan Demiliterisasi hingga Perbaikan Rekrutmen ke Presiden

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:30
dudung
Headline

Cegah Korupsi, KSP Ancam Sidak Terkait Jual Beli Titik SPPG

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:02

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3694 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1297 shares
    Share 519 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.