• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Dana Desa Masuk di Alokasi Anggaran Pendidikan, Begini Kata Eks Menteri Pendidikan Muhammad Nuh

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 2 Juli 2024 - 16:03
in Nasional
Komisi IX DPR RI menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan eks Menteri Pendidikan, di antaranya Muhammad Nuh, Muhammad Nasir dan Muhadjir Effendi di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (2/7/2024). (Tangkapan layar YouTube DPR)

Komisi IX DPR RI menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan eks Menteri Pendidikan, di antaranya Muhammad Nuh, Muhammad Nasir dan Muhadjir Effendi di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (2/7/2024). (Tangkapan layar YouTube DPR)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tingginya biaya masuk kuliah di tahun 2024 ini sehingga muncul demonstrasi dari mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri membuat Komisi X DPR RI harus mendengar secara langsung masukan dari mantan menteri pendidikan, di antaranya Muhammad Nuh dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (2/7/2024).

Dalam kesempatan ini, M Nuh yang merupakan eks Menteri Pendidikan Indonesia periode 2009-2014 langsung mempertanyakan alokasi anggaran pendidikan tahun 2024 mencapai Rp 665,02 triliun. Ia pun mempertanyakan mengapa ada transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) di dalam alokasi anggaran pendidikan.

BacaJuga:

Berkaca Kasus Tentara Bayaran, Menteri P2MI Imbau Warga Lapor Perekrutan Ilegal

Bea Cukai Libatkan Pemda dan Kepolisian untuk Berantas Peredaran Rokok Ilegal

Dugaan Pelanggaran TKA SMA, Kemendikdasmen Kantongi Sejumlah Nama

M Nuh pun mempertanyakan mulai kapan dana desa masuk ke anggaran pendidikan. Sehingga dirinya menilai harus segera dikaji ulang agar alokasi anggaran pendidikan dapat tepat peruntukannya.

“Urusan APBN, kan ini tadi yang disampaikan ini Rp 665 triliun terdistribusi macam-macam itu sehingga saatnya yang paling tepat sekarang ini untuk me-review kebijakan dasarnya, tapi ndak cukup sampai itu,” kata Nuh dalam rapat, Selasa (2/7/2024).

“Coba kita sama-sama lihat lokasi detail dan implementasinya. Saya terus terang yang paling penasaran mulai kapan masuk dana desa di dalam anggaran pendidikan, mulai kapan? Dan isinya apa?” tambahnya.

Dia mengatakan ujung-ujungnya, jika terkait dengan desa, maka akan mengalir ke kelurahan. Dia meminta pihak terkait untuk menjelaskan anggaran dana desa yang dimaksud.

“Kalau lurah, kan lurah kan ujungnya kalau dana desa lurah, ngurusi apa di pendidikannya itu kalau dicari. Ini nggak bisa kita berargumen secara politik nggak bisa, tetapi argumentasinya adalah argumentasi secara jujur dari hati nurani,” ucap Nuh.

Ia mempertanyakan anggaran pendidikan untuk siapa saja. Nuh meminta pihak terkait jangan berkilah soal alokasi dana pendidikan.

“Ini urusan amanah ini, amanahnya bukan sekadar amanah UU biasa, UU Dasar. Sudah, mohon dengan jujur anggaran pendidikan itu untuk sopo sih?” tanyanya.

Ia meminta penjelasan realisasi dana desa di anggaran pendidikan untuk apa saja. Nuh mengatakan pejabat terkait mesti bertobat jika anggaran yang ada tak digunakan dengan semestinya.

“Untuk apa sih, dan berapa yang di sini? Kalau argumentasi politik terlalu rame dan macam-macam jawabannya, tapi coba kita tanya pada hati nurani kita untuk dana desa itu berapa dan siapa yang melaksanakan dan memang riilnya betul nggak dipakai untuk itu. Kalau ndak, dosa loh,” ujar Nuh.

“Ini kan urusan amanah ini penyimpangan yang luar biasa kalau seandainya kita secara formal melegalkan sesuatu yang tidak benar dan itu kita legalkan dan pada kenyataannya memang ndak benar pula, saya kira tobat, tobat, Sehingga masa yang akan datang ini masa pertaubatan di dalam mengelola dana pendidikan,” sambungnya.

Nuh menyebut mengelola dana pendidikan harus jujur. Jika dana tersebut pada akhirnya digunakan untuk menutupi kekurangan anggaran di tempat lain mestinya disampaikan dan minta izin ke publik.

“Harus jujur, betul nggak. Kalau seandainya memang kekurangan dana lain, sampaikan saja, memang kurang dana lain, yang tersisa itu yang terlalu mewah itu pendidikan, oleh karena itu mohon diikhlaskan ya pendidikan saya pakai untuk ini’ Nyaman, minta izin,” ujar Nuh.

“Tetapi kalau ndak akhirnya apa? Akhirnya komplikasi yang di dunia pendidikan karena kekurangan sumber,” imbuhnya menambahkan.

Selain M Nuh, ada pula Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi 2014-2019 Mohamad Nasir serta Muhadjir Effendy, yang dulu menjadi Mendikbud pada 2016-2019 yang hadir dalam RDPU Panja Pembiayaan Pendidikan Komisi X DPR RI ini.

Sidang RDPU ini pun dipimpin oleh Pimpinan Komisi X DPR RI Dede Yusuf dan Saiful Huda. (dil)

Tags: anggaran pendidikandana desaDPR RIkomisi x dpr riMuhammad NuhTKDD

Berita Terkait.

p2mi
Nasional

Berkaca Kasus Tentara Bayaran, Menteri P2MI Imbau Warga Lapor Perekrutan Ilegal

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20
bc3
Nasional

Bea Cukai Libatkan Pemda dan Kepolisian untuk Berantas Peredaran Rokok Ilegal

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:11
tka
Nasional

Dugaan Pelanggaran TKA SMA, Kemendikdasmen Kantongi Sejumlah Nama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:08
ubsi
Nasional

UBSI Kaji Langkah Hukum Terkait Dugaan Pencatutan Identitas Kampus

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:16
anwar
Nasional

Kemendagri Minta Daerah Percepat Pembentukan Satgas MBG

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:06
Ketua DPD Ajak Investor Asing Kembangkan Industri Perumahan di Kawasan Pariwisata
Nasional

BRIN Perkuat Teknologi Iradiasi untuk Penanganan Limbah Plastik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:33

OLAHRAGA

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting
Olahraga

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13

INDOPOSCO.ID – Persaingan Super League 2026/2027 semakin memanas. Memasuki pekan kedelapan, sejumlah duel menarik siap tersaji pada 30 Oktober hingga...

SelengkapnyaDetails
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5154 shares
    Share 2062 Tweet 1289
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1266 shares
    Share 506 Tweet 317
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1112 shares
    Share 445 Tweet 278
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.