• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Teater Koma Gelar “Matahari Papua” di TIM Jakarta

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 8 Juni 2024 - 04:04
in Gaya Hidup
teater

Potongan adegan dalam pementasan teater “Matahari Papua” oleh Teater Koma bersama Bakti Budaya Djarum Foundation di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada Kamis (6/6/2024) malam. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Teater Koma mempersembahkan pertunjukan lakon terbaru produksi ke-230 dari penulis Norbertus Riantiarno (alm), berjudul “Matahari Papua” yang menghadirkan kisah perlawanan seorang anak manusia bernama Biwar terhadap sang naga penguasa.

Saat pertunjukan perdananya di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (6/6) malam, lakon “Matahari Papua” yang disutradarai oleh Rangga Riantiarno bersama Nino Bukir itu mengisahkan seorang pemuda bernama Biwar (Lutfi Ardiansyah) dan diasuh oleh ibunya Yakomina (Netta Kusumah Dewi) sejak kecil. Mereka tinggal di wilayah Kamoro, Papua, dan jauh dari hiruk pikuk permukiman warga.

BacaJuga:

Yu Jae Seok hingga Lee Hyori Bikin Heboh di Teaser Variety Show Netflix “Jae Seok’s B&B Rules!”

Kalyce Clinic Hadirkan XERF, Teknologi Skin Tightening Terbaru Asal Korea Selatan

Choi Ji Woo Berduka, Sang Ayah Meninggal Dunia

Cerita dimulai saat Biwar pamit kepada ibunya untuk mencari ikan di pinggir sungai. Saat sedang mencari ikan, Biwar dikejutkan oleh teriakan dua gadis yang diserang oleh tiga ekor biawak, anak buah sang naga penguasa.

Tanpa berlama-lama, Biwar membantu kedua gadis itu dan berhasil mengalahkan tiga biawak yang menyerang mereka. Dari sini, benih-benih cinta mulai muncul, saat Biwar berhasil menyelamatkan dua gadis tersebut, salah satunya bernama Nadiva (Tuti Hartati).

Di tengah gelora cinta yang mulai tumbuh di hati Biwar, sebuah kenyataan pahit pun terkuak bahwa sang ayah mati karena dibunuh sang naga penguasa. Dari sini, Biwar bertekad untuk membalas kematian ayahnya dan membunuh sang naga agar tanah Papua kembali tentram.

Kritik sosial

Selama 47 tahun, Teater Koma berhasil memproduksi ragam lakon yang sebagian besar mengangkat isu sosial dan politik yang terjadi di Indonesia. Tidak terkecuali lakon “Matahari Papua” yang ikut “menyenggol” kelompok yang mengeruk sumber daya alam di tanah Papua, tanpa memikirkan nasib masyarakat di daerah itu.

Selama kurang lebih 2.5 jam, penonton disuguhi dialog-dialog satir yang membuat termenung karena cukup sesuai dengan kondisi di Indonesia saat ini.

Dengan cerdas, mendiang Norbertus Riantiarno meramu dialog dalam “Matahari Papua” agar tidak terkesan menjatuhkan sistem pemerintahan, tetapi tetap dimengerti oleh penonton.

Misalnya, simbol naga yang dianalogikan sebagai penguasa, atau negara barat yang dianalogikan sebagai bangsa penjajah. Tidak sampai di situ, ada beberapa dialog satir yang dilontarkan para pemain dan cukup tajam dalam mengkritik kondisi politik-sosial di Indonesia, saat ini, khususnya di tanah Papua.

Menariknya, momen pementasan lakon “Matahari Papua” cukup sesuai dengan banyaknya ketidakadilan yang terjadi di dunia.

Melalui pementasan lakon ini, diharapkan masyarakat dapat ikut menyuarakan ketidakadilan tersebut dan mendukung pihak-pihak yang sudah seharusnya mendapat keadilan.

Akting mengesankan

Sepak terjang Teater Koma di kancah dunia seni dan pementasan teater Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi.

Pengalaman dan kecakapan para pemain berpadu dengan baik dalam mementaskan lakon “Matahari Papua”, ditambah kualitas naskah yang baik dan solidnya tim produksi berhasil membuat lakon ini menjadi istimewa.

Mulai dari pemeran utama, pemeran pendukung, tim musik, sutradara, hingga tim pendukung lainnya, berhasil membuat “Matahari Papua” layak diapresiasi.

Menariknya, naskah “Matahari Papua” berhasil terpilih sebagai salah satu pemenang untuk Sayembara Penulisan Naskah Dewan Kesenian Jakarta 2022. Tidak heran naskah dalam lakon ini juga sangat mempengaruhi jalinan istimewa di dalamnya.

Selain tokoh Biwar, Yokomina, dan Nadiva yang berhasil memperkuat lakon “Matahari Papua”, ada dua tokoh pencuri perhatian (steal the show) yang berhasil membuat lakon ini semakin berwarna. Dua tokoh tersebut adalah Sir Ilham Jambak sebagai buaya dan Sri Qadariatin sebagai burung hitam.

Di tengah perlawanan Biwar dan sang naga yang cukup panas, kedua tokoh tersebut berhasil mencairkan suasana dengan sangat baik. Celetukan dan tingkah ajaib antara buaya dan burung hitam berhasil mengocok perut penonton.

Tanpa mengesampingkan tokoh dan tim produksi lainnya, lakon “Matahari Papua” semakin menarik saat tokoh buaya dan burung hitam itu tampil. Meskipun terkesan serius, “Matahari Papua” berhasil menyeimbangkan nuansa komedi dan drama di dalamnya.

Meskipun untuk ukuran lakon “Matahari Papua” cukup panjang, tetapi penonton kemungkinan besar tidak akan bosan. Akting gemilang para pemain berhasil menghipnotis penonton untuk terus menyaksikan penampilan mereka, hingga akhir, sehingga 2.5 jam, mungkin tidak akan terasa terlalu lama.

Kostum memikat

Selain akting para pemain yang memukau, penonton juga akan dimanjakan dengan detail kostum dan properti latar yang detail serta indah, mulai dari penggambaran suku di Papua yang sangat mirip dengan aslinya, ditambah properti latar sebagai penunjang cerita yang dibuat sangat mirip dengan aslinya.

Pergantian latar cerita dengan properti berbeda pun dilakukan sangat mulus dan lancar, misalnya latar hutan yang dilanjutkan dengan adegan di dusun, tanpa ada kendala berarti.

Jika penonton membawa anak kecil, kemungkinan besar mereka juga dapat menikmati pertunjukan “Matahari Papua” dengan baik karena pergantian latar cerita akan menarik perhatian mereka. Selain itu, unsur tarian dan nyanyian yang ditampilkan para pemain juga akan menghibur para penonton, termasuk anak-anak.

Jangan lewatkan untuk menyaksikan pertunjukan lakon “Matahari Papua” di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada 7 – 9 Juni 2024. Untuk pemesanan tiket pertunjukan, kunjungi laman situs resmi mereka di www.teaterkoma.org atau menghubungi kontak mereka di 0217359540 dan 0821122777709. (wib)

Tags: Matahari PapuaTeater KomaTIM Jakarta

Berita Terkait.

yu
Gaya Hidup

Yu Jae Seok hingga Lee Hyori Bikin Heboh di Teaser Variety Show Netflix “Jae Seok’s B&B Rules!”

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:05
Kalyce
Gaya Hidup

Kalyce Clinic Hadirkan XERF, Teknologi Skin Tightening Terbaru Asal Korea Selatan

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:21
choi
Gaya Hidup

Choi Ji Woo Berduka, Sang Ayah Meninggal Dunia

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:48
baby
Gaya Hidup

BABYMONSTER Tolak Tawaran Brand Mewah Dunia, Pilih Fokus Perkuat Karier Musik

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:08
Komnas HAM Kecam Pembubaran Nobar Film ‘Pesta Babi’ di Berbagai Daerah
Gaya Hidup

FLOII Expo 2026 Dorong Industri Tanaman Naik Kelas ke Panggung Global

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:31
Wirya Hadinata Sebut Industri Nikel Butuh CFO yang Paham Operasi Lapangan
Gaya Hidup

Burgman Fun Rally 2026 Jadi Wujud Apresiasi Suzuki untuk Konsumen Setia

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:01

BERITA POPULER

  • hujan

    Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1067 shares
    Share 427 Tweet 267
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    979 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    806 shares
    Share 322 Tweet 202
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.