• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ketika WPI Membangunkan Sawah Tidur dan Petani pun Tersenyum

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Kamis, 9 Mei 2024 - 17:37
in Ekonomi
wpico

PT Wilmar Padi Indonesia (WPI) bersama Mahkota Fertilizer, Syngenta, pemda setempat, dan kelompok tani melakukan Panen Padi Sawah Swakelola di Desa Kedungrawan, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (8/5/2024). Foto : J. Armanto/indopos.co.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kegagalan bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal keberhasilan. Itulah pepatah yang dialami PT Wilmar Padi Indonesia (WPI), anak usaha Wilmar Group dalam perjuangannya menyulap sawah yang tidak produktif atau lahan mati milik petani menjadi hidup kembali.

Lahan itu berada di Desa Kedungrawan, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) dengan luas enam hektare (ha). WPI diminta mengelola lahan tersebut sebanyak tiga kali Musim Tanam (MT).

BacaJuga:

Kemendes dan PLN EPI Jadikan Desa Pemasok Biomassa untuk Pembangkit Listrik

Pertamina Drilling Perkuat Sinergi Kampus dan Industri, Siapkan Talenta Masa Depan

Menyalakan Harapan dari Desa Binaan Pertamina, Energi Bersih Jadi Penggerak Ekonomi

Awal menggarap lahan itu sempat mengalami satu kali kegagalan, namun akhirnya WPI memetik kesuksesan sebanyak dua kali panen. Terakhir, pada Rabu (8/5/2024), WPI bersama Mahkota Fertilizer atau Wilmar Chemical Indonesia, anak usaha Wilmar Group; Syngenta, perusahaan agtech berbasis sains; pemerintah daerah (pemda) setempat; dan kelompok tani melakukan Panen Padi Sawah Swakelola.

Presiden Direktur WPI Saronto mengatakan, lahan yang digarap ini semula merupakan lahan yang tidak produktif atau tidur. Petani setempat sudah enggan menggarap lahan itu selama 10 tahun. Mengapa? Karena sawah tersebut selalu kebanjiran atau tergenang air.

“Kebutuhan air sebenarnya cukup, bahkan lebih karena sawah berada di samping sungai. Tapi selama 10 tahun tidak bisa ditangani, sehingga lahan tidak produktif,” jelasnya kepada Indopos.co.id yang ikut menyaksikan Panen Padi Sawah Swakelola, Rabu (8/5/2024).

Kala itu, lanjut Saronto, kepala desa setempat berinisiatif menawarkan kepada Wilmar untuk mengelola lahan tersebut. Awalnya luas yang ditawarkan sekitar 10 ha, tapi setelah dievaluasi, akhirnya WPI mengambil enam ha terhitung sejak 2022.

tengahco
Presiden Direktur PT Wilmar Padi Indonesia (WPI) Saronto (kiri) dan Presiden Direktur Syngenta Indonesia Kazim Hasnain usai panen di Desa Kedungrawan, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (8/5/2024). Foto : J. Armanto/indopos.co.id

“Saya memutuskan oke. Kita coba enam ha ini. Kita kerja sama waktu itu juga dengan Wilmar Chemical Indonesia. Kemudian tahun berikutnya kerja sama dengan Syngenta,” ujarnya.

Saronto menerangkan, tahun pertama mengalami kegagalan. Ini disebabkan banyak gulma yang tumbuh selama 10 tahun. Waktu itu, biaya menangani lahan tersebut juga cukup mahal. “Untuk enam ha, sampai kurang lebih saya ingat angkanya Rp210 juta. Jadi kira-kira satu ha sekitar Rp35 juta,” tandasnya.

Sebaliknya, kata Saronto, hasil panen hanya mencapai 1,6 ton. Padahal targetnya harus mencapai minimal lima ton. “Jadi jauh kita rugi. Tapi nggak apa-apa, karena kita kan memang tujuannya menjadikan areal tidak produktif menjadi produktif,” tambahnya.

Tujuan lainnya, lanjut Saronto, pihaknya ingin memberikan edukasi kepada petani. Sebenarnya lahan produktif itu kalau dikelola dengan baik bisa menghasilkan atau menguntungkan secara ekonomis.

Setelah dilakukan evaluasi, kemudian masuk MT kedua. Pihaknya melakukan koordinasi dengan pupuk Syngenta, juga dengan pestisida yang lebih baik. Penggarapan lahan pun dilakukan semakin bagus. Hasilnya? WPI bisa memetik panen yang memuaskan.

“Alhamdulillah, yang kedua itu (hasil panen MT kedua, red) melonjak dari 1,6 ton menjadi enam ton per ha,” pungkas Saronto.

Dia menambahkan, untuk biaya MT kedua juga lebih murah sekitar Rp170 juta, sehingga WPI menuai keuntungan.

Pun terhadap MT ketiga yang merupakan fase terakhir WPI mengelola lahan itu sesuai perjanjian dengan petani. Untuk hasil panen MT ketiga mencapai antara tujuh sampai delapan ton per ha. “Dengan tiga kali penggarapan ini, kita bisa menunjukkan kepada petani kalau lahan digarap dengan benar sih hasilnya juga bagus,” tandasnya.

Saronto menambahkan, pihaknya juga menjalankan program CSR (Corporate Social Responsibility) atau tanggung jawab sosial perusahaan dengan membangun jaringan dan perbaikan irigasi.

“Mekanisme pengairan ditata lebih baik. Karena kan gabah padi itu nggak akan tumbuh kalau airnya nggak cukup. Kebanyakan air juga masalah, kekurangan air juga masalah. Jadi padi itu tanaman agak rewel dan harus tepat (penganganannya, red),” tegasnya.

Bagaimana pendapat petani? Imam Baihaqi, ketua kelompok tani setempat mengaku sangat puas dengan kemitraan bersama WPI.

“Petani sangat terbantu. Kami tidak perlu mengeluarkan modal banyak sekaligus. Karena penanganan lahan dilakukan perusahaan (WPI, red). Perusahaan (WPI, red) juga mau beli hasil panen dengan harga yang baik dan tidak terpotong oleh biaya penanganan lahan dan sebagainya,” katanya.

Imam mengatakan, dari sisi kualitas memang ada peningkatan. Pada MT ketiga bahkan bisa mencapai tujuh sampai delapan ton.

Untuk selanjutnya, pasca kerja sama dengan WPI selesai, Imam dan petani setempat akan melanjutkan penggarapan lahan tersebut. “Tapi kami masih perlu sentuhan teknologi dan inovasi,” pungkasnya.

Melirik Lahan Lain

Sementara itu, WPI melirik lahan lain setelah ditawarkan adanya sawah tidak produktif lagi di Jatim. “Ada yang menawarkan agak luas, sekitar 20 ha lahan tidak produktif lagi. Saya sudah survei, memang arealnya mirip banjir (sawahnya, red) seperti ini (yang di Sidoarjo, red),” ujar Saronto, presiden direktur Wilmar Padi Indonesia (WPI).

Dia menambahkan, lahan itu juga sudah lama tidak berproduksi. “Kadang kasihan petani, dia menggarap kan butuh modal ya. Dia nggak punya modal. Intinya salah satu kendala dalam menggarap lahan tidak produktif itu adalah biaya,” tandas Saronto.

Sejauh ini, lanjut dia, pihaknya memiliki program yang namanya Famer Engagement. Ini untuk areal yang sudah ditanam petani, kemudian bersama WPI ditingkatkan produksinya, misalkan dari enam ton jadi tujuh ton. Dengan cara apa? Tadi dengan bibit unggul dan pupuk yang sesuai dengan ‘soil’ atau tanah. Kemudian juga dengan pestisida yang sesuai dengan serangan hama. Soalnya, sering kali petani menyepelekan serangan hama atau diobati, tapi tidak tepat sesuai dosis.

“Kalau dosis tidak tepat, ya risikonya tambah kebal hamanya. Dan biaya penanganannya dibayar belakangan setelah panen,” terangnya.

Kemudian, lanjut Saronto, WPI mengembangkan lahan-lahan yang tidak produktif menjadi produktif. “Pengalaman Wilmar selama menangani lahan yang tidak produktif di beberapa tempat, berbeda-beda. Ini tergantung karakter tanahnya. Kita harus melakukam ‘soil test’ (uji tanah, red) terlebih dahulu,” jelasnya.

Mengapa? “Ini karena ‘soil test’ mempengaruhi nanti pupuknya berapa dosis yang dipakai, jenis pupuknya apa saja? Jadi nggak sembarangan kasih pupuk,” pungkasnya.

“Intinya penggunaan pupuk NPK (Nitrogen Phospat Kalium) harus tepat dan benar. Mungkin lahan ini perlu P, dosisnya P-nya mungkin juga lebih besar dari lahan yang lain, dan sebagainya,” tambah Saronto.

Dia mengatakan, kondisi tanah berbeda-beda di Pulau Jawa dengan di Sumatera, termasuk wilayah lain. Bahkan kondisi tanah-tanah di Jatim sendiri bisa berbeda.

Apakah sulit untuk menangani lahannya? “Sama saja. Yang penting kita tahu persoalannya apa? Sehingga masalahnya dapat tertangani dengan baik,” tegansya. (aro)

Tags: panenpertanianwilmarwpi

Berita Terkait.

dewanto
Ekonomi

Kemendes dan PLN EPI Jadikan Desa Pemasok Biomassa untuk Pembangkit Listrik

Rabu, 4 November 2026 - 14:04
abi
Ekonomi

Pertamina Drilling Perkuat Sinergi Kampus dan Industri, Siapkan Talenta Masa Depan

Rabu, 4 November 2026 - 12:12
desa
Ekonomi

Menyalakan Harapan dari Desa Binaan Pertamina, Energi Bersih Jadi Penggerak Ekonomi

Rabu, 4 November 2026 - 11:11
adipec
Ekonomi

Tawarkan 65 Cekungan Migas Belum Dieksplorasi, Indonesia Bidik Investasi Global di ADIPEC 2026

Rabu, 4 November 2026 - 10:39
epi
Ekonomi

PLN EPI Amankan Pasokan LNG Masela 18 Tahun, Capai 600 Kargo

Rabu, 4 November 2026 - 10:20
antam
Ekonomi

ANTAM Borong 5 Penghargaan di Minerba Convex 2026, Ini Program Unggulannya

Rabu, 4 November 2026 - 10:10

OLAHRAGA

Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027
Olahraga

Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

Editor Dilianto
Rabu, 4 November 2026 - 17:31

INDOPOSCO.ID - Panggung perebutan medali SEA Games 2027 dipastikan berubah. Sejumlah cabang olahraga yang selama ini menjadi kekuatan Indonesia justru...

SelengkapnyaDetails
noc

Diplomasi Olahraga Okto, Indonesia Incar World Skate Championships di Bali

Rabu, 4 November 2026 - 13:13
piala

Ketegangan Timur Tengah Belum Reda, AFC Undur Jadwal Piala Asia 2027

Selasa, 3 November 2026 - 23:23
noc

2 Atlet Muda Wafat di Porprov Jateng, NOC Indonesia: Tak Ada Medali Seharga Nyawa

Selasa, 3 November 2026 - 21:21
sty

Tanpa Shin Tae-yong di Awal League Cup, Persija Tetap Optimistis Hadapi PSMS

Selasa, 3 November 2026 - 16:26

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3149 shares
    Share 1260 Tweet 787
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2278 shares
    Share 911 Tweet 570
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1872 shares
    Share 749 Tweet 468
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1157 shares
    Share 463 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1011 shares
    Share 404 Tweet 253
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.