• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pemerintah Tak Mampu Kendalikan Harga Pangan, Instabilitas Kian Kronis

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 28 Maret 2024 - 11:38
in Ekonomi
Seorang pedagang menjual sejumlah barang kebutuhan pokok. (Dok. Kementerian Perdagangan)

Seorang pedagang menjual sejumlah barang kebutuhan pokok. (Dok. Kementerian Perdagangan)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketidakstabilan harga sejumlah komoditas pangan, terutama kenaikan harga selama Ramadan dan menjelang lebaran 2024 merupakan persoalan kronis yang tidak pernah berhasil diatasi pemerintah.

Menurut Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS Amin Ak, faktor utamanya karena kendali atas komoditas pangan, riilnya tidak ditangan pemerintah.

BacaJuga:

Hadiri TikTok ForYouBeauty 2026, Wamen Ekraf Dukung Brand Lokal Naik Kelas

Bank Jakarta Ramaikan Jakarta Fair 2026, JakOne Mobile Jadi Andalan Transaksi Pengunjung

INVIROTECH 2026 Jadi Panggung PLN Indonesia Power Tunjukkan Komitmen ESG dan Dekarbonisasi

Tata niaga pangan yang buruk dan dikuasai segelintir ‘pemain’ merupakan akar permasalahan yang tidak secara serius diselesaikan pemerintah. Tata niaga komoditas pangan dikendalikan yang kerap disebut sebagai mafia pangan.

Komoditas beras misalnya, meskipun pemerintah sudah mengimpor beras secara besar-besaran, faktanya harga beras tetap saja mahal. Demikian juga dengan komoditas lainnya seperti gula, daging dan bawang putih.

“Karena pasokan komoditas pangan dikuasai mafia, maka saat permintaan tinggi, sesuai hukum ekonomi harga pun dipastikan melambung tinggi,” kata Amin dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (28/3/2024).

Menurutnya, reformasi tata niaga pangan itu bukan masalah mampu atau tidak. Namun mau atau tidak pemerintah lakukan reformasi.

“Kalau iya, ayo dong fight tertibkan mafia pangan dan tata niaga pangan untuk menjamin terlayaninya kebutuhan perut rakyat,” tegasnya.

Komoditas pangan merupakan komoditas strategis, karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan merupakan kebutuhan sehari-hari. Maka itu penanganannya harus lintas sektoral.

Berdasarkan temuan Kemendag, rata-rata harga daging ayam di kisaran Rp 40.000-50.000/kg. Sedangkan harga eceran tertinggi (HET) antara Rp37.000 ribu hingga Rp38.000 ribu per kilogram.

Sementara komoditas cabai, Kemendag mencatat harga cabai mencapai Rp100.000 per kilogram pada Februari 2024, sedangkan di Maret 2024 turun di kisaran Rp35.000 – Rp52.000 per kilogram.

Harga beras saat ini, masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp10.900 – Rp11.800 per kilogram untuk beras medium, dan Rp14.900 – Rp15.800 per kilogram untuk beras premium. (dan)

Tags: harga bahan panganHarga PanganKomisi VI DPR RIlebaran

Berita Terkait.

Irene-Umar
Ekonomi

Hadiri TikTok ForYouBeauty 2026, Wamen Ekraf Dukung Brand Lokal Naik Kelas

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:07
jakone
Ekonomi

Bank Jakarta Ramaikan Jakarta Fair 2026, JakOne Mobile Jadi Andalan Transaksi Pengunjung

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:13
Prestasi Bening Saguling Foundation dalam meraih Kalpataru Lestari 2026 menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Foto: Dokumen PLN IP
Ekonomi

INVIROTECH 2026 Jadi Panggung PLN Indonesia Power Tunjukkan Komitmen ESG dan Dekarbonisasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:39
abdul
Ekonomi

Komisi IV DPR Dorong Keterlibatan Akademisi dalam RUU Pangan

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:11
gadai
Ekonomi

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:42
sigra
Ekonomi

Daihatsu Sigra dan Rocky Kembali Dapat Pengakuan di OTOMOTIF Award 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:19

BERITA POPULER

  • tj

    Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    933 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    902 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1494 shares
    Share 598 Tweet 374
  • Menang atas Mozambik, Ranking Indonesia Kini Makin Baik

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.