• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Begini Perjuangan Codet Sang Gajah Saat Jatuh Cinta

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 19 Maret 2024 - 12:26
in Ekonomi
Gajah-Sumatera-co

Codet merupakan salah satu Gajah Sumatera sudah dipasangkan perangkat berupa global positioning system (GPS) collar yang terkalung di lehernya tersebut merupakan persembahan dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan Rimba Satwa Foundation (RSF). Foto: PHR

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah hutan Riau yang rimbun, kisah Gajah Sumatera bernama Codet membuat hati terenyuh. Istilah gunung kudaki, lautan kuseberangi mungkin bisa menggambarkan kisah Codet untuk menemukan pasangannya.

Codet merupakan seekor gajah jantan gagah tanpa gading dikenal sebagai gajah soliter, yang berarti dia hidup sendiri dan tidak tergabung dalam kelompok gajah lainnya. Dia sering terlihat berkeliaran di wilayah Suaka Margasatwa (SM) Balairaja dan SM Giam Siak Kecil di Provinsi Riau, area ini merupakan dua kantong gajah yang saling terhubung.

BacaJuga:

Perkuat Komoditas Unggulan, Pemerintah Tetapkan Minyak Nilam Masuk SRG

PLN EPI Bidik Pemanfaatan 10 Juta Ton Biomassa per Tahun, Berpotensi Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Komut PLN EPI Tinjau SMART REGAS Tarakan, EAF Capai 99,81 Persen

Pada tahun 2022, Codet sempat viral karena videonya yang melintas di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai terekam kamera. Saat itu, Codet diduga sedang mencari pasangan. Gergasi rimba ini melintas dari area SM Giam Siak Kecil untuk menuju SM Balairaja.

Sebenarnya, tol tersebut sudah dilengkapi underpass atau terowongan gajah yang ramah lingkungan. Namun saat itu dibanjiri air dari sungai sekitarnya, sehingga Codet nekat menyeberang dan mempertaruhkan keselamatannya demi menemukan cintanya.

Saat musim kawin, Codet biasanya ditandai dengan keluarnya seperti minyak di antara mata dan telinga, yang mana kondisi ini dinamakan masa musth yang terjadi per 3 atau 4 bulan dalam 1 tahun. Di masa ini, Codet didorong oleh nalurinya untuk mencari pasangan.

Dia menjelajahi wilayah yang luas demi menemukan gajah betina yang siap kawin. Perjalanannya pun tidak mudah, Codet harus melewati hutan, perkebunan dan bahkan menyeberang jalan tol yang ramai.

Codet yang terkenal tak memiliki gading ini bukanlah kondisi bawaan lahir. Gadingnya patah karena perkelahian dengan Getar, gajah liar lainnya pada 2015 silam. Codet sudah dipasangkan perangkat berupa global positioning system (GPS) collar yang terkalung di lehernya tersebut merupakan persembahan dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan Rimba Satwa Foundation (RSF). Gunanya, agar gajah yang telah dipasangi alat canggih tersebut dapat terpantau pergerakannya secara realtime.

“Kami juga sempat surprise saat Codet keluar jalur biasanya. Alhamdulillah bisa kami monitor terus dengan dipasangkan GPS collar tersebut. Ini sangat membantu para rimbawan untuk turut memantau pergerakan gajah demi menjaga populasinya di hutan dan mengantisipasi konflik dengan manusia,” kata Direktur RSF Zulhusni Syukri.

Pertemuan dengan Seruni

Di wilayah Giam Siak Kecil, Codet bertemu dengan seekor gajah betina bernama Seruni. Seruni adalah gajah yang hidup dalam kelompok.

Pada musim kawin tersebut, Codet dan Seruni biasanya bertemu. Keberhasilan perkawinan mereka sangat penting untuk menjaga populasi Gajah Sumatra yang terancam punah.

Kisah cinta Codet dan Seruni adalah simbol perjuangan Gajah Sumatera di era modern. Habitat mereka semakin terfragmentasi akibat aktivitas manusia, sehingga sulit bagi mereka untuk bertemu dan kawin. Namun, kisah Codet juga memberikan harapan. Dia menunjukkan bahwa Gajah Sumatera masih memiliki naluri untuk bertahan hidup dan berkembang biak.

Sebagaimana diketahui, tahun 1980-an, kantong atau wilayah jelajah Gajah Sumatra berjumlah 44 kantong yang tersebar dari Aceh sampai Lampung. Data 2011, hanya tersisa 23 kantong. Di Riau, ada delapan kantong gajah antara lain, Tesso Nilo Tenggara, Tesso Nilo Selatan, Serangge, Petapahan, Mahato, Koto Tengah, Giam Siak Kecil dan Balai Raja.

Lestarikan Cinta Gajah Sumatera

Upaya untuk melestarikan habitat Gajah Sumatra sangat penting untuk menjaga populasi mereka. Dengan begitu, dirasa sangat perlu untuk melindungi hutan dan menciptakan koridor gajah agar mereka dapat bergerak bebas dan menemukan pasangan.

Kisah Codet dan Seruni tadi adalah pengingat bahwa kita harus hidup berdampingan dengan alam. Dengan melindungi habitat gajah, kita juga melindungi masa depan.

Codet merupakan salah satu Gajah Sumatera yang masuk dalam pantauan tim PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Rimba Sawta Foundation (RSF) dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. PHR bersama para mitranya telah memasang GPS Collar sebanyak 5 untuk Codet dan kelompok gajah-gajah lainnya.

Upaya pemantauan yang dilakukan PHR dan RSF dapat mengetahui pergerakan gajah secara realtime, melalui sabuk GPS collar yang dikalungkan tersebut.

Selain kalung GPS, PHR juga menyumbangkan 18 unit kamera pengintai (camera trap) yang diletakkan di berbagai lokasi strategis di habitat gajah.

Kalung GPS yang dipasangkan di leher gajah berfungsi untuk memonitor pergerakan kawanan gajah melalui satelit dan memberikan data lokasi keberadaan kelompok gajah. Dengan demikian, potensi konflik gajah dan manusia dapat dimitigasi lebih dini. Sementara itu, kamera pengintai dipasang di sejumlah titik di kawasan perlintasan gajah guna memberikan informasi visual.

Upaya konservasi ini merupakan salah satu program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PHR WK Rokan dalam bidang lingkungan. Gajah adalah satwa endemik dengan jumlah populasi yang saat ini kian menipis.

Gajah Sumatra sejak 2011 termasuk dalam daftar merah The International Union for Conservation of Nature (IUCN), dengan status kritis atau sangat terancam punah (critically endangered). Hal ini disebabkan karena populasi Gajah Sumatra yang menurun lebih dari 80 persen dalam waktu sekitar 75 tahun terakhir.*

Caption: Gajah Sumatera bernama Codet melintasi terowongan di bawah tol Pekanbaru-Dumai saat menjelajah di Kantong Giam Siak Kecil dan Balai Raja. (srv)

Tags: gajahGajah Sumaterapertamina hulu rokanPHR

Berita Terkait.

nilam
Ekonomi

Perkuat Komoditas Unggulan, Pemerintah Tetapkan Minyak Nilam Masuk SRG

Sabtu, 7 November 2026 - 15:15
tongkol
Ekonomi

PLN EPI Bidik Pemanfaatan 10 Juta Ton Biomassa per Tahun, Berpotensi Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Sabtu, 7 November 2026 - 13:13
pln
Ekonomi

Komut PLN EPI Tinjau SMART REGAS Tarakan, EAF Capai 99,81 Persen

Sabtu, 7 November 2026 - 12:12
gus
Ekonomi

Agus Projosasmito Borong Lagi 3,22 Juta Saham BRMS, Kepemilikan Jadi 18,39 Juta

Sabtu, 7 November 2026 - 11:11
medco
Ekonomi

MedcoEnergi Terbitkan Obligasi US$300 Juta, Jatuh Tempo 2032

Sabtu, 7 November 2026 - 10:20
livin'
Ekonomi

Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 19,6 Persen, Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 08:10

OLAHRAGA

STY
Olahraga

Persija vs Persebaya, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Tidak Lengah

Editor Juni Armanto
Sabtu, 7 November 2026 - 15:45

INDOPOSCO.ID - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong meminta anak asuhnya tetap waspada saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan kesembilan Super...

SelengkapnyaDetails
witan

Jamu Persebaya, Persija Usung Misi Bangkit di Hadapan Jakmania

Sabtu, 7 November 2026 - 09:35
Sirkuit Mandalika

Gaspol di Mandalika, Pertamina Dukung Regenerasi Pebalap Indonesia lewat MRS 2026

Jumat, 6 November 2026 - 21:21
rafael

PSIM vs Dewa United: Asa ke Puncak, Banten Warriors Pantang Terpeleset

Jumat, 6 November 2026 - 11:21
bola

Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

Jumat, 6 November 2026 - 08:51

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3345 shares
    Share 1338 Tweet 836
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2313 shares
    Share 925 Tweet 578
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1878 shares
    Share 751 Tweet 470
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.