• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Memasuki Musim Panen, Harga Gabah dan Beras di Berbagai Wilayah Mulai Turun

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Jumat, 8 Maret 2024 - 16:00
in Ekonomi
Sejumlah daerah mulai memasuki musim panen. Foto: Dok. Kementan

Sejumlah daerah mulai memasuki musim panen. Foto: Dok. Kementan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sejumlah daerah mulai memasuki musim panen, salah satu di antaranya Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Gudang-gudang pun mulai dipenuhi oleh gabah petani. Akibatnya, harga gabah petani di Dompu mulai mengalami tren penurunan.

Berdasarkan informasi dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, harga gabah petani sudah menyentuh Rp 5.600 per kg untuk gabah kering panen (GKP). Jika dibandingkan pekan lalu, harga GKP sekitar Rp 6.300 per kg.

BacaJuga:

Penjualan hingga Laba Bersih Naik Dua Digit, EMP Siapkan Langkah Ekspansi Baru

Ferry Resmikan Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia, Wujudkan Ekonomi Berdikari

Tak Lagi Ribet, BTN dan Pinhome Hadirkan Pengalaman End-to-End Beli Rumah Secara Digital

“Kita berharap harga, harga ini tetap stabil, sehingga tetap bisa memberi keuntungan bagi petani dan tidak membebani warga dalam membeli beras,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, Jumat (8/3/2024).

Penurunan harga gabah ini mulai berdampak pada harga beras. Berdasarkan hasil pengamatan oleh petugas informasi pasar (PIP) Dinas Pertanian pada 6 Maret kemarin, harga gabah kering giling (GKG) juga telah menyentuh nilai Rp 7.500 dan harga berasnya Rp14 ribu per kilogram di Tingkat petani. Sementara di tingkat pengecer, harga beras medium Rp15 ribu per kg. “Penurunan harga gabah ini seiring dengan gudang–gudang yang informasinya sudah mulai terisi,” katanya.

Padahal pada 1 maret lalu, harga GKG masih senilai Rp 8.600 dan harga berasnya Rp15 ribu per kg di tingkat petani. Sementara di tingkat pengecer, harga beras medium Rp16 ribu per kg.

Tak hanya di Dompu, harga beras juga mulai turun di Cianjur, Jawa Barat. Bupati Cianjur Herman Suherman menyebut saat ini rata-rata harga beras di Kabupaten Cianjur turun menjadi Rp13 ribu per kilogram setelah sebelumnya mencapai Rp15 ribu per kilogram.

“Harga beras alhamdulillah turun sampai Rp 2.000 per kilo,” ungkapnya.

Penurunan harga beras disebabkan berbagai factor, seperti bantuan beras murah dan beras gratis. Tapi pihaknya memprediksi, stok bera akan tetap aman sampai lebaran, bahkan setelahnya.

“Kabupaten Cianjur sudah memasuki masa panen raya,” ujar Herman.

Petani Minta Pemerintah Jaga Harga Gabah

Pada kesempatan berbeda, Kontak Tani Nelayan Andalan telah mewanti-wanti pemerintah untuk menjaga harga gabah agar tidak anjlok dan berada di level Rp 7.000-8.000/kg. Apalagi musim panen raya biasanya harga gabah sangat rentan jatuh sehingga pada akhirnya akan merugikan petani.

“Di saat panen raya seperti ini, KTNA berharap agar harga gabah tidak anjlok sehingga petani tidak rugi setelah mereka mengeluarkan ongkos produksi,” ungkap ketua KTNA Yadi Sofyan Noor.

Yadi pun menyebutkan musim panen merupakan momentum bagi pemerintah untuk fokus pada penyerapan panen raya dan memperkuat cadangan beras nasional (CBP).

“Pasokan beras cenderung melimpah, tapi pemerintah harus menjaga harga gabah agar tidak anjlok,” pungkas Yadi. (srv)

Tags: Harga BerasHarga GabahKementanMusim Panen

Berita Terkait.

emp
Ekonomi

Penjualan hingga Laba Bersih Naik Dua Digit, EMP Siapkan Langkah Ekspansi Baru

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:15
menkop
Ekonomi

Ferry Resmikan Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia, Wujudkan Ekonomi Berdikari

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:04
btn
Ekonomi

Tak Lagi Ribet, BTN dan Pinhome Hadirkan Pengalaman End-to-End Beli Rumah Secara Digital

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:12
Didukung Produk Lokal, Daihatsu Catat Tren Penjualan Positif hingga Mei 2026
Ekonomi

Didukung Produk Lokal, Daihatsu Catat Tren Penjualan Positif hingga Mei 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:07
Harga Telur Anjlok, Pemerintah Serap Produksi Peternak untuk Dapur MBG 
Ekonomi

Harga Telur Anjlok, Pemerintah Serap Produksi Peternak untuk Dapur MBG 

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:31
Didukung Produk Lokal, Daihatsu Catat Tren Penjualan Positif hingga Mei 2026
Ekonomi

AHBI Kenalkan Teknologi Honda Vario 125 Street kepada Siswa SMK Sint Joseph

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:05

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2199 shares
    Share 880 Tweet 550
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1090 shares
    Share 436 Tweet 273
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1196 shares
    Share 478 Tweet 299
  • Malam Ini Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19: Langkah Awal Pertahankan Mahkota

    954 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.